Diary Putih Biru

Diary Putih Biru
•Part 7


__ADS_3

Sesampai nya di rumah, Auris langsung mengganti pakaian, mandi, dan sholat Dhuhur kemudian makan siang.


_________________________________________


**ROOM CHAT


Febi:


 


Feb, punya nmrnya kak Alva?


 


Nggak, lu punya?


 


Punya lah, kan dia OSIS gue waktu


MOS


 


Beneran? Minta dong!


Tapi gue belom pernah minta save


 


Kenapa?


Takut ga di bls


Coba aja, gue juga deh. Tapi, minta nmrnya dulu**



**Tuh, udah ya


Ok, thanks**


_________________________________________


Setelah menunggu kurang lebih 1 jam. Febi kembali mengirim chat pada Auris.


_________________________________________


**ROOM CHAT


Febi:


Stel, gue udah di save sama kak Alva


 


Serius?


 


Iya, coba lu deh


_________________________________________


Auris pun mencoba saran Febi


_________________________________________


ROOM CHAT


Kak Alva:


 


Save. Stella 7j**


 


_________________________________________


Setelah menunggu cukup lama, akhir nya chat dari Auris di-read oleh Kak Alva.


"Apa sih mau nya nih orang?!" Auris kesal, karena chat nya tidak di balas.


Pagi hari tiba, Talia sudah menunggu di ruang tengah.


"Udah Stel?" Talia bertanya.

__ADS_1


"Hehehe... udah. Yuk berangkat, oh iya bang Dareen mana?" Auris mengedarkan pandangan nya ke seluruh ruangan.


"Udah di mobil" Talia menjawab sambil berdiri dari sofa yang tadi ia duduki.


"Oh, yaudah yuk!" Auris berkata sambil menggandeng tangan Talia, untuk masuk ke dalam mobil.


Saat Auris, Stella, dan Dareen berada di dalam mobil hendak menyebrang jalan raya, tiba-tiba Auris melihat ke arah jendela mobil.


"Itu bukan nya Kak Alva ya?!" Auris bingung.


"Eh iya, rumah nya di mana?" Talia bertanya.


"Ga tau, yang pasti gue seneng banget bisa bareng sama dia. Besok berangkat nya jam segini ya!" Auris, kemudian Talia mengangguk.


Dareen hanya menyimak sambil memainkan HP nya.


Sesampainya di kelas, Auris langsung menemui Febi.


"Feb, tadi gue berangkat bareng kak Alva dong! Eh, ga semobil sih. Tapi, dia naik motor sama papa nya" Stella bercerita antusias.


"Rumah nya dimana?" Febi bertanya.


"Ga tau. Oh iya, Rita pasti tau" Stella, kemudian menuju ke bangku Rita dengan Febi.


"Eh Rit, lu tau rumah nya kak Alva?" Febi bertanya dengan antusias.


"Tau, di Rumah Asri" Rita.


"Perumahan?" Stella bertanya, dan Rita mengangguk.


"Lain kali gue main ke rumah lu ya? Ok bye!" Stella, kemudian kembali ke bangku nya.


"Dasar bucin!" Rita teriak, Stella dan Febi hanya tertawa mendengar teriakan Rita.


Bel pun berbunyi, menandakan jam pertama akan di mulai. Bu Indra (guru bahasa Indonesia) pun memasuki kelas mereka.


"Selamat pagi anak-anak" Bu Indra menyapa teman-teman sekelas Stella.


"Pagi!" Mereka pun menjawab antusias.


"Sudah kenal saya belum?" Tanya nya.


"Belum" jawab teman-teman sekelas Stella.


"Oke. Perkenalkan nama ibu Indrawati, kalian bisa panggil Bu Indra"


"Iya Bu!" Sahut mereka.


Nama mereka pun satu persatu mulai di sebut, dan Stella adalah absen 10.


Bel istirahat berbunyi, Stella, Febi, dan Laila masih di dalam kelas. Sedangkan teman-teman sekelas mereka sudah tidak ada di sana.


"Stel, ga ngikutin kak Alva?" Febi bingung.


"Males deh. Masa kemaren gue minta save, cuma di-read doang" Stella lesu, dan menaruh kepala nya di atas meja.


"Demi apa?! Kemaren gue minta save, langsung du save tuh" Febi kaget.


"Emmm, paling dia ga mau nge save lu soal nya lu ga pake foto lu. Biasa nya kan cowo gitu" Laila tiba-tiba.


"Maksud nya?" Stella dan Febi berbarengan.


"Ya, lu kan ga pake foto profil yang emang nunjukin muka lu. Kalo Febi kan foto profil nya nunjukin muka nya, maka nya di save" Laila menjelaskan.


"Emang iya?" Stella sedikit berfikir.


"Coba aja nanti" saran Laila.


"Kenapa nanti? Sekarang lah!" Febi.


"Emm, nanti aja deh Feb. Kalo sekarang, takut HP nya di pegang sama teman nya" Stella.


"Terserah lu nya sih. Ya udah, gue mau ke kantin, ikut ga? Apa mau nitip?" Febi menawarkan.


"Nggak deh, thanks ya!" Stella, kemudian Febi dan Laila pergi ke kantin.


Tidak lama setelah Febi dan Laila ke kantin, kelas mulai sedikit ramai. Stella pun memutuskan untuk duduk di depan kelas nya.


Dan saat itu juga, kak Alva pun keluar dari kelas nya.


'Ngapain sih, ngerusak mood aja!' Stella berkata dalam hati, kemudian memutuskan untuk kembali memasuki kelas.


Di dalam kelas, Stella hanya memainkan HP nya, melihat-lihat instagram, tiktok dan sesekali melihat youtube.


Bel pulang sekolah berbunyi. Seperti biasa, mereka membersihkan kelas dan kemudian pulang.


"Tumben tuh muka di tekuk?!" Dareen nampak heran, begitu juga dengan Talia.

__ADS_1


"Gapapa" Stella. Dereen dan Talia pun berpandangan sesaat, kemudian mengedikan bahu nya.


"Berangkat sekolah tadi, perasaan bahagia banget. Kenapa pulang nya gini?" Talia heran.


"Tau tuh, paling ada masalah sama paca-" ucapan Dareen terpotong oleh Stella / Auris.


"Bisa diem ga kalian!" Bentak Stella / Auris. Dareen dan Talia pun akhirnya tutup mulut.


Sesampai nya di rumah, Stella langsung mandi dan sholat seperti biasa.


"Kenapa lu?" Heran Dareen saat memasuki kamar Auris.


"Gue kan kemaren minta save sama kak Alva, terus cuma di-read doang" Stella menjelaskan.


"Tadi kan kata Laila, paling dia ga mau nge save gue gara-gara pp gue ga nunjukin muka" Tambah nya.


"Coba aja" Dareen, dan Auris langsung mencoba saran dari Laila.


Auris memakai foto profil



Untuk WhatsApp nya.


"Gue coba ya!" Auris, setelah memasang foto profil nya.


_________________________________________


ROOM CHAT


**Kak Alva:


 


Save? Stella 7j


 


Ok**


_________________________________________


"Di save?" Dareen penasaran. Dan Auris mengangguk.


"Dasar ya, cowo jaman sekarang!" Dareen kesal.


"Emang lu nggak?!" Auris.


"Iya juga sih" Dareen cengengesan.


----------


Pagi hari tiba. Sekarang Auris sudah berada di kelas nya.


"Hai Stel" Febi, saat melihat Stella memasuki kelas nya.


"Gimana, udah di save?" Laila penasaran.


"Udah" Stella.


"Hadeh, ga habis pikir gue sama cowo. Milih nya sama yang glowing-glowing" Febi heran.


"Tau tuh" tambah Laila.


Bel istirahat berbunyi. Stella, Febi, dan Laila mengikuti kak Alva lagi. Hingga sampailah mereka di kelas 7a (sebelah kantin).


"Kak Alva.. ILY" Anak perempuan dari 7a memanggil Kak Alva, namun dia tidak di respon.


"Apaan sih, gatel banget!" Stella dan Febi kesal.


"Tau tuh, ganjen banget. Rasain di cuekin!" Febi menambahi.


_________


like, comment, sama favorite jangan lupa


Hope you like it, and enjoy!


Bantu follow kalo mau


@disyahz.didah


@bryanelina._


@fatners.mlng08


THANKS🌻

__ADS_1


__ADS_2