
Edo maafkan aku ya, gak bisa mempertahankan cinta kita. kenapa kamu bisa berubah seperti ini hayla. kita sudah berjanji akan saling setia menunggu waktu dimana kita akan bersatu setelah cita-cita ku tercapai. aku gak bisa do, orangtuaku ingin aku berumah tangga, dengan siapa aja yang penting aku berumah tangga. tapi aku gak bisa sekarang berumah tangga la. aku harus mencapai cita-cita ku dulu. maafkan aku do, aku harus pergi. dengan air mata yang berlinang hayla pergi meninggalkan Edo.
sampai dirumah hayla disambut banyak keluarga yang berkumpul, untuk membicarakan perjodohan hayla dengan Rangga. gimana keputusanmu hayla, nanti malam keluarga rangga mau kesini melamarmu. baiklah saya ikut keputusan ayah aja, mau menolak percuma batin hayla. Rangga adalah lelaki yang pendiam, penyabar, kamu pasti akan bahagia menikah dengannya.
tanpa menjawab perkataan ibunya, hayla lansung menuju kamar tidurnya. sambil terus menangis dan kecewa dengan keputusan Edo dan keluarganya. karena rasa sedih dan kecewa hayla tertidur. hayla,,,bangun sudah sore sebentar lagi magrib. dengan malasnya hayla terbangun oleh teriakkan ibunya. sambil keluar dengan mata yang agak sembab habis menangis hayla menuju kamar mandi dia pun segera mandi karena sudah hampir magrib.
setelah mandi hayla shalat magrib,dan segera kedapur membantu ibunya masak untuk penyambutan lamaran Rangga. nak, wajah jangan sedih terus. mungkin Edo bukan jodohmu. terimalah Rangga dengan ikhlas karena Allah suatu saat nanti kamu pasti akan bahagia. iya Bu,,,gitu dong jangan bawaan sedih terus. gak terasa waktu terus berlalu keluarga rangga sudah berdatangan.
__ADS_1
mari silakan duduk pak, sapa pak Ali ayahnya hayla. ya, balasnya pak Haris ayahnya Rangga. haylanya kemana pak, kok gak kelihatan dari tadi. paling masih bantu ibunya beres-beres didapur. Bu,,,,kesini ada nak Rangga dan keluarga sudah sampai sekalian suruh hayla keluar. iya pak,,,,hayla yuk kita keluar nak Rangga beserta keluarga sudah datang. dengan berat hati, hayla mengikuti ibunya keluar. baiklah semua sudah berkumpul, ada pun kami selaku orangtua Rangga mau melamar hayla buat nak Rangga".
gimana pak Ali,?? kalau saya setuju aja terserah sama nak hayla apa setuju. gimana nak, apa diterima??? dengan hati yang masih sedih hayla cuma mengangguk tanda setuju. dengan setujunya nak hayla, kita tinggal menetapkan tanggal pernikahan nya. kalau menurut saya lebih cepat lebih baik, kalau itu keputusan pak Ali, saya sangat setuju. sebagai orang tua Rangga. kalau begitu, kita tetapkan pernikahannya seminggu lagi. baiklah, kalau begitu kami mohon pamit dulu.
Tidak terasa hari yang ditunggu sudah datang, ijab kabul antara Rangga dan hayla sudah sah. setelah selesai ijab kabul serta pesta yang sederhana. hayla masuk kamar disana sudah ada Rangga yang menunggu. dengan cueknya, hayla masuk tanpa menyapa Rangga. hayla masuk dan mengambil baju ganti, maaf ya bang. saya belum bisa memenuhi keinginan abg, kumohon beri waktu ku mengenal abg. ya nggak apa-apa saya akan menunggu setelah dirimu bisa menerimaku ucap rangga. setelah mengganti baju dikamar mandi hayla lansung tidur.
melihat hayla kedinginan Rangga mendekatinya, dek kamu mau segelas teh hangat. biar abg bikinin. ya nggak apa abg, ujar hayla. belum sempat Rangga keluar hayla bersin terus. dan hayla lansung naik ketempat tidur dengan tubuh yang gemetar. Rangga membawa secangkir teh, dan mendekati hayla. dek,,,ini tehnya sudah abg buatin. ya, taruh aja disana jawab hayla dengan ketus.
__ADS_1
tanpa peduli sama rangga yang sudah bikin teh, hayla tidur. rangga dengan sabar, ikut berbaring dikasur sambil menatap hayla yang sudah tertidur. Ya Allah,,,hambamu memohon bukalah hati istri hambamu ini untuk menerima cinta hamba. ucapnya dalam hatinya. setelah selesai berucap, Rangga mendengar hayla mengigau. "jangan tinggalkan aku bang,,,, abg Edo..!!!
dalam tidurnya hayla, masih memanggil Edo.
Rangga membangunkan hayla, tapi hayla masih teriak memanggil Edo. dengan ragu-ragu Rangga menyentuh pundak hayla, dek,,,bangun... ternyata badannya panas...
dengan berlari kedapur Rangga mengambil untuk kompres hayla supaya demamnya turun. setelah sadar hayla, merasakan ada Rangga yang masih tertidur dikursi menjaganya semalaman. jadi dia tidak tidur dikasur, ucapnya dalam hati. hayla berusaha bangkit, dengan pergerakannya Rangga pun bangun. sudah bangun dek,,,? ya, terima kasih sudah menjagaku. dengan basa- basi yang terkesan cuek. ya dek, sudah kewajiban ku sebagai suami.
__ADS_1