DIJODOHIN WITH MUSUH

DIJODOHIN WITH MUSUH
48


__ADS_3

Tidak lama kemudian ada suara Jaemin yang memanggil manggil namaku


"Jin, ryujin sayangg kamu dimana"


"Kali ini kau selamat nuna, ceraikan Jaemin bila kau masih sayang nyawamu" ucap pria itu dengan sarkas, ia lalu pergi, aku lalu terkujur lemas di lantai sambil menahan air mataku


"Yang kamu kenapa?" tanya Jaemin saat melihat ku pucat dan juga keringat ku bercucuran


Aku tak menjawab pertanyaan nya, aku merasa kepala ku sangat pusing tak lama kemudian pandangan ku mulai buram dan gelap


Aku pingsan...


"Jin, jin sayang kamu kenapa jangan bikin aku khawatir dong"


•••••••


Aku membuka mata ku, seingat ku tadi aku pingsan aku lalu melihat Jaemin yang berbincang dengan dokter


"Jaemm" panggil ku dengan suara serak


"Eh kamu udah sadar, dok tolong periksa keadaannya" ucap Jaemin, dokter itu langsung memeriksa keadaanku dan mengatakan bahwa aku hanya kelelahan saja dan stress karna banyak pikiran


"Udah sekarang kamu tidur aja, nanti sore kita pulang ,kalau ada nasalah kasih tau aku, kalau kamu gak mau bilang juga gak papa, tapi kita ini suami istri, jadi kamu harus terbuka sama suami, yaudah kamu istirahat aja dulu, kita bahasnya nanti aja" ucap Jaemin yang pengertian akan keadaan ku


"Jaemm, aku mau langsung pulang aja gak mau disni" rengek ku


"kamu mau pulang?" tanya Jaemin, aku menganggukkan kepala ku


"ada syarat nya.... "

__ADS_1


"Syarat apa, masa mau pulang ada syarat sih" tanya ku sambil memanyunkan bibir ku


"Kamu harus jujur apapun itu nanti dirumah"


Aku lalu berpikir sejenak, apa ini waktu yang pas untuk memberi tahunya tentang teror yang selama ini aku alami, kalau jujur nanti penguntit nya bakalan tau gak ya???, kalau dia tau pasti bakal bertambah mengerikan ancaman nya tapi kalau aku tidak jujur sampai kapan aku bisa memendamnya sendiri???


Setelah beradu argumen, akhirnya ku mantapkan jawabanku untuk jujur


"iya aku janji aya kita pulang"


"yaudah ayo"


••••


"Jaem, nanti aja ya ceritanya lemes banget aku ini" ucap ku yang lemas


•Ryujin POV End•


••••••


Ryujin kembali menyenderkan tubuh nya di kasur, ia masih canggung untuk mengungkap kan semua nya, Jaemin pun paham


"Untuk kali ini aku gak maksa kamu untuk cerita sekarang, tapi aku bakalan tetap nungguin kamu jujur sama aku, aku sayang sama kamu Jin, aku gak mau kehilangan kamu" ucap Jaemin memegang tangan Ryujin


"maaf" lirih Ryujin sambil menatap manik mata Jaemin


"Kamu mandi dulu, aku mau telepon bang Jaehyun dulu" ucap Jaemin lalu beranjak pergi menelpon Jaehyun


"Aku juga sayang sama kamu , gak tau kenapa aku gak mau kehilangan kamu jaem" lirih Ryujin, air matanya menetes dari pipinya

__ADS_1


••••


"........"


"Halo bang jae, bisa kita ketemu?, ada yang mau diomongin"


"......."


"Besok aja deh bang, besok kan udah sekolah tuh, agak sorean aja, nanti gw telpon lagi bang"


"......"


"Gak kok bang, yaudah bang"


•••••••


Malam ini Ryujin dan Jaemin menyiapkan semua peralatan sekolah mereka, dikarenakan besok sudah mulai masuk sekolah yang artinya liburan semester telah usai, dan mereka besok akan menjadi kelas 12 dan mulai melawan ujian ujian kelas 12


"Sayang, kamu udah makan malam?" tanya Ryujin pada Jaemin


"Hah? apa? kamu panggil aku sayang? ada maunya nih" ucap Jaemin lalu mendekatkan dirinya pada Ryujin yang sedang memasukkan baju nya


"waduhh ni mulut gak kekontrol" batin Ryujin


"Hey kenapa bibir nya dipukul hm? mending pukul pake bibir aku aja nih" ucap Jaemin sambil memonyongkan bibir nya


•TBC•


Kira" bakal terungkap gak ya???

__ADS_1


__ADS_2