DIJODOHIN WITH MUSUH

DIJODOHIN WITH MUSUH
56


__ADS_3

Dengan penuh keyakinan ,akhirnya Ryujin mengangguk setuju untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Hmm, tapi kamu janji ya kamu gak bakal marah sama aku" ucap Ryujin mengangkat jari kelingkingnya.


"Emm tergantung masalahnya, emang masalahnya bisa bikin aku marah?" tanya Jaemin. Ryujin kemudian menganggukkan kepalanya.


"Oke oke aku gak bakal marah, cepat ceritakan" ucap Jaemin menarik jari kelingking Ryujin kemudian menautkannya dijari kelingkingnya.


Ryujin kemudian menghela nafasnya kasar mencoba menetralkan pernafasannya.


"Emm mungkin ini sudah berjalan hampir 1 bulan, ada yang mencoba mengusikku, ia mengirimkan aku sms sms ancamam,dengan suara samarannya. Aku gak tau dia siapa, dia selalu tau gerak gerikku diluar rumah, sepertinya dia selalu mengikuti terus, kemarin ia keluar dari tempat persembunyiannya di supermarket saat aku berlari menghindarimu, dan dia menodongkan pisau kearahku, dia mengancamku dengan ancaman ancaman yang sebelumnya sudah ia kirimkan melalui sms, hiks Jaem aku taku, aku gak mau kehilangan kamu" jelas Ryujin. Ia lalu menghambur ke pelukan Jaemin


Tanpa Ryujin sadari, Jaemin mengepalkan tangannya menahan amarah, ia merasa bodoh karena tak mengetahui kejadian di supermarket. Ia tak bisa membayangkan betapa frustrasinya Ryujin saat ia ditodongkan pisau.


"Stts, udah kamu tenang dulu, pelan pelan aja ceritanya, kamu harus cerita semuanya sama aku, termasuk apa ancaman yang dia kirimkan" ucap Jaemin.


Jaemin mencoba sebisa mungkin untuk tak tersulut emosi atas perlakuan peneror tersebut kepada istrinya.


"Dia mengancamku akan membunuhku, awalnya ia mengancamku untuk menculikku dan menyiksaku hiks hiks, aku disuruh untuk menceraikanmu Jaem hiks hiks, aku gak tau dia dapat informasi dari siapa, kalau dia berasal dari sekolah kita gak mungkin dia tau kalau aku sama kamu udah nikah, pasti taunya kita cuman pacaran hiks hiks, aku gak tau harus gimana lagi" jelas Ryujin.


"Ssttt... hapus air matamu" ujar Jaemin. Ia kemudian menghapus air mata Ryujin.


"Kita jalani bareng bareng, kamu sama aku kan udah terikat, apapun masalah kamu kamu harus cerita sama aku. Ini bukan hal yang bisa kamu sendiri atasi, kamu perlu bantuan, kamu gak bisa bertindak sendiri, dan aku gak mau kamu terluka karena peneror itu, kita jalani bersama sama okay?" ucap Jaemin menenangkan Jaemin. Ryujin kemudian menganggukkan kepalanya.


"Kapan ini berakhir Jaem? aku gak kuat, kamu tau peneror itupun bisa datang kesekolah , dan dia juga tau lokerku yang mana.... "

__ADS_1


Flashback On


"*Qi, lu duluan aja deh ke kelas, gw mau ngambil modul dulu di loker" ujar Ryujin pada Yuqi


"Yaudah gw anterin yuk" balas Yuqi


"Gak usah,lu kan belum nyalin tugasnya pak Siwon, ntar ku dimarahin loh" sergah Ryujin


"Oh yaudah deh, gw duluan ya" ucap Yuqi, Ryujin kemudian menganggukkan kepalanya


Saat diloker, keadaannya sepi tak ada siswa maupun siswi.Ia kemudian membuka lokernya, betapa terkejutnya ia melihat lokernya yang dipenuhi tinta darah. Ia tak sengaja menemukan sebuah kertas, tanpa berpikir panjang ia lalu membuka kertas tersebut.


'INI PERINGATAN KEDUA AKAN ADA KELANJUTANNYA NANTI'


Ryujin menghela nafasnya, ia tau siapa pengirimnya, itu pasti si peneror yang selama ini menerornya melalui sms. Ah pasti penerornya sudah sampai disekolahnya, pikir Ryujin*.


Jaemin geram dengan peneror itu, kemarin temannya sudah menyelidikinya. Namun, belum diketahui siapa yang menelpon dan mengirim sms itu, karena si peneror menggunakan nomor yang berganti ganti setiap mengirim atau menelpon Ryujin.


"Apa kamu masih sering dikirimin atau ditelpon sama dia?" tanya Jaemin.


"Emm, ditelpon sama sms sih gak, tapi kemarin dia bener bener nunjukin kalau ancamannya bener bener serius pas di supermarket sama di loker, Jaem." ucap Ryujin yang masih sesegukan.


"Mulai sekarang, kalau aku gak ada disamping kamu, tolong kamu jangan sendiri Jin, tolong kamu jangan nyepelein masalah ini Jin, kamu harus sama Yuqi atau sama yang lain yang penting kamu gak sendiri, tolong kamu dengerin ya Jin, ini untuk kebaikan aku dan kamu" ucap Jaemin memohon agar Ryujin mendengarkan ucapannya.


"Jin, ayolah aku gak mau kamu kenapa napa" lanjut Jaemin.

__ADS_1


Tanpa berkata Ryujin memeluk Jaemin dan meneteskan air matanya lagi.


"Hiks hiks maafin aku Jaem" ucap Ryujin disela sela tangisannya.


"Sst kenapa kamu malah nangis lagi, udah ya dengerin aku aku bakalan cari tau siapa dalang dibalik ini semua" ucap Jaemin .


Ryujin kemudian menganggukkan kepalanya.


Drrtttt drrtttt


Terdengar suara dering telepon Jaemin


"Aku angkat telepon dulu ya" ucap Jaemin, Ryujin mengangguk.


Jaemin meraih handphonenya, tentera nama Jaehyun yang menelponnya, tanpa pikir panjang ia langsung mengangkat teleponnya.


"......"


"Oke bang, gw kesana, tolong ajak Wonyoung sekalian ya, gw gak mau Ryujin sendirian"


"......"


"Oke bang, kumpul ditempat biasa"


Bip

__ADS_1


Telepon dimatikan


•TBC•


__ADS_2