DIJODOHIN WITH MUSUH

DIJODOHIN WITH MUSUH
EPILOG


__ADS_3

"Maaaa... adek nangis"


"Kenapa kok adek bisa nangis?" tanya Ryujin sambil menggendong Dina anak keduanya bersama Jaemin.


"Tadi kakak cubit pipi gembulnya abis gemes sih, itu pipi apa bakpao dah, jadi pengen gigit pipinya Ma" balas Delvin putra sulung Jaemin dan Ryujin.


"Kamu ini ada ada aja Kak, Yaudah beresin gih naungannya bentar lagi ayah pulang, Mama mau bikin susu buat Adek kamu" ucap Ryujin.


"Siapp boss"


Tak lama kemudian terdengar suara bel rumah.


"Kak itu mungkin Papa, bukain pintunya gih!" teriak Ryujin dari dapur.


"Iya Ma!" balas Delvin.


Delvin berjalan kearah pintu dan membukanya, dan benar saja yang datang adalah Ayahnya yang menenteng tas kerja dengan wajah letih seharian bekerja dikantor.


"Papaaaa" ujar Delvin sambli merentangkan tangannya berharap Papanya akan menggendongnya.


"Uuuu anak Papa, udah berat juga" ujar Jaemin lalu menggendong putranya.


"Iyalah, aku kan udah gede" balas Delvin.


"Mama sama Adek mana?" tanya Jaemin.


"Ada didapur Pa, Papa mandi dulu gih bau tauu" ujar Delvin lalu turun dari gendongan Papanya.


"Ish, Papa masih wangi tau, yaudah deh Papa mandi dulu" ucap Jaemin lalu berjalan menuju kamarnya bersama Ryujin.


...----------------...


"Pa, makanannya udah siap, makan dulu yuk" ucap Ryujin memasuki kamarnya


Terlihat Jaemin sedang tertidur pulas, Ryujin mencium kening suaminya lalu kembali membangunkannya.


"Sayang, makan dulu yuk anak anak udah nungguin tuh" ujar Ryujin sambil menepuk nepuk pipi Jaemin.


Jaemin yang merasa tidurnya terganggu pun bangun.


"Kamu capek banget ya? yaudah nanti abis makan kamu lanjut tidur lagi gih" ujar Ryujin lalu meraih rambut Jaemin dan mengelusnya.

__ADS_1


"Iya, Yaudah yuk makan dulu"


Setelahnya mereka berdua turun untuk makan malam.


"Ayah tau gak?" tanya Delvin antusias.


"Ada apa, hm?"


"Tadi kan disekolah ada anak baru,namanya Keyra, cantik tau Pa, tapi galak" ujar Delvin sambil senyum senyum sendiri.


"Kamu ngapain senyun senyum begitu?" tanya Ryujin.


Jaemin hanya tertawa melihatnya, apakah anaknya ini sedang kasmaran?


"Kayak gak tau aja Mama" ujar Jaemin sambil mencubit pipi Ryujin.


"Terus dia baik gak sam kamu?" tanya Jaemin.


"Dia jutek tau yah, masa tadi ada yang jailin dia dia ngambek" balas Delvin.


"Udah gapapa, namanya juga anak baru, kamu makan gih abis itu belajar ya" ucap Jaemin.


"Siap Pa"


"Boleh sayang, gimana Pa?"


"Ayok"


......................


Delvin dan Dina sudah tidur, Ryujin kembali kekamarnya dan melihat Jaemin sedang fokus pada laptopnya.


"Ish, kamu gak cape apa seharian udah kerja?" tanya Ryujin lesu sambil menaruh wajahnya dibahu Jaemin


"Bentar lagi sayang, ini file nya harus dikirim kekantor cabang" balas Jaemin.


"Hm, Jaem kita Udah nikah berapa tahun?" tanya Ryujin sambil menghitung menggunakan jarinya.


"Emm, 10 tahun?" ujar Jaemin.


"11 Tahun tau Jaem... "

__ADS_1


"Wahh gak ketawa ya, umur aku aja baru 27 loh yang" ucap Jaemin.


"11 Tahun itu waktu yang lama Jaem, maaf aku belum bisa jadi istri yang baik buat kamu" ucap Ryujin.


"Kamu ngomong apa sih yang" ucap Jaemin lalu beralih menatap Ryujin dan meninggalkan laptopnya.


"Kamu itu istri yang terbaik untuk aku, Mama yang terbaik untuk anak, aku sangat berterima kasih sama kamu karena mau nerima aku" ucap Jaemin lalu memeluk Ryujin erat, Ryujin pun membalas pelukan Jaemin tak kalah eratnya.


......................


"Assalamualaikum Kakek Nenek" teriak Delvin di pintu rumah keluarga Ryujin.


"Waalaikumsallam, eh cucu nenek kesini... masuk masuk" ujar mama Ryujin mempersilahkan mereka masuk dan juga mengambil alih Dina.


"Kakekkkk!!!" seru Delvin lalu menghampiri kakaknya. Ia llau berhambur kepelukan kakeknya, yeah Delvin memang sangat dekat dengan kakeknya.


"Uluh uluh cucuk Kakek udah besar sekarang" ujar Papa Ryujin lalu menggendong cucunya itu.


"Vivinnn..." panggil Syila yang sedang menuruni tangga.


Delvin langsung turun dari pelukan kakeknya dan menghampiri sepupunya itu, ia lalu memeluknya, "Lala... "


Yahh, Syila adalah anak dari Wonyoung dan Jaehyun, mereka seumuran karena hamilnya Ryujin dan Wonyoung agak barengan tapi duluan Ryujin jadilah Delvin kakak Syila.


"Eh ada kamu Jin" ucap Wonyoung dari dapur.


"Iya nih si Delvin mau main sama Syila katanya, udah lama juga gak kesini" balas Ryujin.


"Kak Jaehyun mama Ma?" tanya Ryujin.


"Jaehyun keluar kota kemarin, ada kerjaan" ucap Mama Ryujin tanpa menengok kearah Ryujin karena tengah asik bermain bersama Dina.


Lalu mereka beebincang bincang, Delvin dan Syila bermain ditaman belakang, Mamahnya Ryujin asik main sama Dina, Ryujin mengobrol dengan Wonyoung dan Jaemin yang mengobrol tentang bisnis bersama Papanya.


Kehidupan itu selalu penuh dengan kejutan yang tidak pernah kita duga


"Bahagia terusya anak anak Mama, terima kasih ya Allah atas nikmat yang telah engkau berikan kepada hamba" - Ryujin.


"Aku selalu bersyukur atas apa yang telah engaku berikan kepadaku, terima kasih telah membuat keluarga kecilku bahagia" - Jaemin


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

__ADS_1


•END🖤•


•FINALLY🖤•


__ADS_2