
Jaemin telah sampai di supermarket tempat Ryujin berada. Ia langsung masuk ke dalam supermarket mencari cari Ryujin. Akhirnya ia menemukan Ryujin yang tengah memilih milih makanan ringan, dan yahh tentu nya masih ada orang yang mengikuti Ryujin sedari tadi.
"Ryujin.. " panggil Jaemin,
Ryujin lalu menengok melihat Jaemin yang tengah berjalan ke arahnya,
"Kamu kok disini?" tanya Ryujin
"Aku tadi nyari nyari kamu dirumah tapi gak ada, eh taunya disini, kamu ngapain disini?" balas Jaemin
"Emang kamu gak liat apa aku lagi belanja," ucap Ryujin dengan wajah datarnya,
"Hehe iya sih," ucap Jaemin sambil menggaruk garuk tengkuknya yang tidak gatal,
"Kamu ngapain belanja lagi? bukannya kemarin udah?" lanjut Jaemin,
"Iya kemarin udah sih, tapi aku lupa beli pembalut, yaudah aku kesini mau beli deh," balas Ryujin,
"Hp kamu mana? kok ditelpon gak aktif?"
"Oh ini lowbat di kantong,"
"Besok besok kalau mau keluar jangan sendiri ya, harus sama aku," ucap Jaemin,
"Apaan sih kamu ngapain coba ngelarang," ucap Ryujin jutek.
"Oh iya aku lupa, aku kan lagi marah sama kamu, udah ah awas aku mau pulang." ucap Ryujin lalu meninggalkan Jaemin.
Saat Jaemin hendak membalas perkataan Ryujin, handphone miliknya berbunyi, ternyata Jaehyun yang menelpon dirinya.
drrtttt drrtttt
"......"
"*Iya bang, ini mau pulang"
__ADS_1
"........"
"Oke*"
•••••••••
Jaemin dan Ryujij sudah sampai di rumah.
"Yang, aku mau mandi ya gerah," ucap Jaemin,
"Ya mandi tinggal mandi aja gak usah pake laporan segala," cibir Ryujin,
"Ya siapa tau aja nanti kamu nyariin," ucap Jaemin sambil terkekeh, ia lalu berjalan menuju kamar mandi.
"Hilihh.. "
••••••
"Jinn.. "
"Udah dong ngambeknya.. "
"........"
"Jin, madep sini dong tidurnya masa aku dipunggungin sih," ucap Jaemin merajuk,
"......."
"Jin, aku tau kamu belum tidur,"
Jaemin lalu menarik tubuh Ryujin agar menghadap dirinya,
"Hey, udah dong jangan ngambek ya," ucap Jaemin llau mengecup singkat bibir istri nya itu,
Ryujin kemudian membuka matanya, menatap mata Jaemin yang tengah menatapnya,
__ADS_1
"Aku udah maafin kamu," ucap Ryujin,
"Nah gitu dong," ucap Jaemin lalu lebih mendekatkan wajahnya ke wajah Ryujin, dan semakin dekat hingga jarak mereka tersisa 3 cm, Jaemin lalu menutup matanya.
Ryujin yang tahu akan mengarah kemana kejadian setelahmya kemudian langsung menjauhkan wajah nya,
"Eits, tunggu dulu no no, " ucap Ryujin seraya menjauhkan wajah Jaemin dengan tangan nya,
"Aku mau pengakuan dari kamu," terang Ryujin,
"Pengakuan apa lagi sih Jin, aku sayang kamu, aku cinta kamu, i love you." ucap Jaemin memberikan pengakuan cinta untuk Ryujin.
"Bukan itu Jaem,"
"Terus apa?"
"Kamu ngapain tadi di lapangan sekolah peluk Sihyeon?"
"Aku gak meluk, dia yang meluk aku, eh tapi bukan meluk sih jatuhnya, hmm aku bantuin dia jalan, terus dia kayak meluk gitu waktu aku bantu, dia nangis abis jatuh, terus aku lewat, dia minta bantuan ke aku, masa aku biarin sih, dia juga anaknya kepsek, ya biar ada rasa kemanusiaan nya gitu" jelas Jaemin,
"Yakin?" tanya Ryujin memicing curiga,
"Yakin sayang, aku gak mau sampai ada kebohongan diantara kita,"
"Yaudah, lain kali gak usah terlalu baik nolongin orang, aku mau tidur ngantuk, " ucap Ryujin.
Ryujin lalu membelakangi Jaemin kembali,
"Yah kok gak jadi sih, ayok jadi ayok" ucap Jaemin menarik narik piyama Ryujin,
"Jadi apaan sih, sstt udah ah tidur malem"
Bukan Jaemin jika menyerah, ia malah semakin gencar untuk menarik narik piyama Ryujin agar Ryujin menghadap kearahnya setelah mendengar balasan Ryujin, setelah berhasil Jaemin langsung saja mencium bibir Ryujin yang menjadi candunya, Ryujin pun membalas tautan Jaemin, akhirnya mereka saling ******* dan menikmati ciuman panas mereka. Namun, tidak sampai ke 'itu', karna Ryujin masih ingin sekolah, Jaemin pun menghargai keputusan Ryujin.
•TBC•
__ADS_1