Dijodohkan Dengan Ketua Mafia

Dijodohkan Dengan Ketua Mafia
menjemput nenek


__ADS_3

Sesampainya dikantor dion melangkah turun dari mobil dan berjalan dilobi kantor dengan wajah dinginnya para karyawan perempuan selalu saja terpesona pada ketampanan bosnya itu banyak karyawan yang menyapa tetapi dion selalu bersikap dingin dan tidak menanggapi sapaan karyawannya.


Dion berjalan memasuki lift khusus CEO dibelakangnya ada rio yang juga bersikap dingin pada karyawan,setelah masuk dalam lift rio langsung menekan angka 40 dimana dilantai itu hanya ada ruangan CEO serta ruangan asistenya.


Setelah lift terbuka rio segera mempersilahkan tuannya untuk keluar terlebih dahulu serta dia mengikuti dibelakangnya,setelah sampai didepan pintu berwarna hitam yang mewah rio maju kedepan dan membukakan pintu untuk dion,setelah itu dia duduk dikursi kebesaranya dan sudah ada berkas yang menumpuk dimejanya untuk segera ditanda tangani,dan menyuruh rio membacakan jadwalnya hari ini.


"Apa jadwalku hari ini?" ucap Dion


"Hari ini anda jam sembilan sampai jam sepuluh ada pertemuan dengan para investor luar negeri bos di lestoran xx,serta setelah jam makan siang anda harus menjemput nenek bos di bandara,setelah tu tidak ada jadwal lagi" ucap rio menyampaikan jadwal bosnya


"Hmm ya baiklah,kamu boleh keluar" ucap dion dingin


Setelah itu dion berkutat dengan berkas-berkas yang sudah menunggu untuk dikerjakan.


Beda hal nya dengan monica saat ini dia ada dirumah sedang berbicara hal serius dengan kakek serta kedua orang tuanya membahas tentang cucu dari teman kakeknya yang akan dijodohkan dengan monica.


"sayang kakek mohon sama kamu nak untuk mencoba membuka hati kamu untuk cucu teman kakek"ucap kakek wahyu seraya mengusap kepala monica yang sedang menunduk.


"Tapi kek aku masih ingin hidup bebas,juga mau nerusin karir aku jadi model" ucap monica


"Sayang dengerin kakek,kamu harus menikah dengan cucu teman kakek supaya hidup kamu aman sayang" ucap kakek wahyu lembut.


"Memangnya aku selama ini enggak aman kek?"ucap monica


"Nak kamu itu banyak yang memata-matai untuk berbuat jahat padamu!!"ucap kakek


"Yaudah aku mau nerima perjodohan ini"ucap monica sambil cemberut.


"Nanti kamu lama-lama juga akan cinta dia itu orangnya tampan dan juga merupakan pengusaha muda sukses sayang" ucap kakek meyakinkan monica


"Iya iya terserah kakek aku nurut,karna aku sayang kakek"ucap monica seraya memeluk kakek


"Sayang udah dong kakeknya kalau kamu peluk kaya gitu nanti susah nafas" ucap mama indah memberi tau monica karna meliha ayahnya yang susah bernafas.


"ah iya kek maafin monica ya" ucap monica sambil melongarkan pelukannya.


"Tidak papa sayang"ucap kakek seraya mengacak rambut cucu kesayanganya itu.


"Ahh kakek rambut aku" ucap moica cemberut


"Ishh cucu kakek kalau kayak gitu mukanya ngegemesin" ucap kakek sambil menarik lembut hidung monica.

__ADS_1


"Ihh kakek saki hidung aku" ucap monica manja.


"Anak papa udah gede masih suka manja aja ya"ucap papa pras yang dari tadi hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya yang sudah berusia 25 tahun masih suka manja.


"Biarin aja pumpung monica ada dirumah" ucap monica menatap papanya sambil cengar-cengir


"Yauda lakukan semuanya sesuka hati kamu sebelum menikah dan punya anak" goda papanya sambil tertawa mengejek


"Ihhhh papa nyebelin deh,kan aku aja belum tau calon aku kayak apa" ucap monica cemberut


"Papa sama mama memang sudah gak sabar sayang pinggin gendong cucu" ucap mama indah sambil mengedipkan matanya sebela mengoda monica


"Ahh papa sama mama nyebelin kek aku mau ngambek sama mereka"ucap monica merenggek


"Indah,pras jangan goda cucuku yang cantik ini" ucap kakek memelototi anak dan menantunya.


"Ishh ayah kan itu memang kenyataan" ucap mama indah sambil tersenyum


"Yauda terserah mama sama papa sekarang ayo kita kemeja makan aja kek,makan siang"ucap monica mengajak kakeknya


"Ayo sayang kakek juga sudah lapar" ucap kakek seraya bangkit dari duduknya dan digandeng oleh monica.


"*semua akan aku lakukan kek karna aku yakin kakek selalu ingin yang terbaik untukku"batin monica sambil menatap kakeknya yang sedang makan.


selesai makan siang mereka bersantai sambil menonton tv.


Dilain tempat Dion selesai menemui para investor,dan segera menuju bandara untuk menjemput neneknya yang baru datang dari itali,dion segera memerintahkan rio untuk mengemudikan mobilnya dengan cepat karna takut nenek yang sangat dia sayanggi menunggu terlalu lama dibandara.


"bisakah agak lebih cepat lagi kalau menyetir,pasti nenekku sekarang sedang menunggu" ucap dion khawatir pada sang nenek


"jalanan agak padat bos jadi mobilnya tidak bisa lebih cepat lagi"ucap rio


"ck merepotkan kenapa jalananan padat"gerutu dion gak jelas.


"sabar bos dua puluh menit lagi kita sampai" ucap rio menenangkan bosnya


"yaa cepat fokuslah menyetir"ucap dion sambil mencoba menghunggi neneknya,rio tidak menjawab dan hanya fokus menyertir


sambungan via telphon


"hallo nek,apakah nenek sudah menunggu lama,maafkan aku nek jalanan padat sekali hari ini,apakah nenek sudah makan siang?"cerocos dion tidak memberi kesempatan neneknya berbicara.

__ADS_1


"kau ini dion,nenek tidak kau beri kesempatan menjawab pertanyaanmu,kau terus saja bertanya,kalau tanya itu satu-satu.nenek baru saja tiba ternyata jadwal penerbangan yang seharusnya mendarat satu jam yang lalu ditunda jadi nenek baru datang." ucap nenek sambil mengomel


"syukurlah nenek tidak menunggu terlalu lama,karna tadi aku baru selesai bertemu investor" ucap dion


"ahh ya cucuku tersayang,tak apa nenek menunggu,yasudah kamu segera jemput nenek" ucap nenek dewi dirgantara


"ya nek sebentar lagi aku sampai,yasudah aku tutup telfonnya sampai jumpa nanti nek"ucap dion


"*ya hati-hati nak" ucap nenek dewi


tut*


panggilan via telfon berakhir


"bos memang seperti serigala bagi orang lain tetapi bila dengan nenek dewi dia akan bersikap seperti kucing yang penurut"batin rio tertawa dalam hati


setelah dua puluh menit mereka sampai dan mencari nenek di pintu kedatangan luar negeri tidak lama seorang wanita paruh baya yang masih cantik walau dimakan usia melambaikan tangan pada dua pemuda tampan yang sedari tadi menjadi pusat perhatian orang-orang,dua pemuda itu tersenyum dan menghampiri nenek tersebut yang tak lain adalah nenek dewi dirgantara.


dion langsung berlari dan memeluk tubuh sang nenek.


"akhirnya bidadariku sampai dengan selamat,aku sangat merindukanmu nek" ucap dion mengombali sang nenek.


"anak nakal,kamu sudah puas mengoda nenekmu ini hmm?"ucap nenek


"aku belum puas mengoda nenek karna aku rindu denganmu" ucap dion sambil mengedipkan satu matanya genit


"ishh kau ini sudah banyak perempuan yang kau goda seperti itu!?" ucap nenek


"aku tidak pernah mengoda wanita lain selain nenek" ucap dion jujur


"baguslah kalau begitu setidaknya kau tidak punya banyak wanita" ucap nenek seraya memeluk rio yang dari tadi hanya diam


"bagaimana kabarmu nak rio?" ucap nenek pada rio


"baik nek,bagaimana perjalanan nenek apa membuat badan nenek sakit?" ucap rio perhatian


"hei kau rio disini aku yang cucunya kenapa seolah aku orang lain disini" ucap dion cemburu


"haiss kau ini dion sudah dewasa masih bertingkah kekanak" ucap nenek sambil geleng- geleng kepala


"nenek tidak apa rio rasa lelah nenek terobati berkat kalian berdua"ucap nenek seraya mengandeng cucunya serta rio yang juga sudah ia anggap seperti cucu sendiri "syukurlah" ucap dion dan rio kompak

__ADS_1


mereka masuk kedalam mobil serta melajukan menuju mansion dirgantara.


makasih yang udah mau mampir jangan cepat bosan ya love you ✨💜


__ADS_2