
sesampainya dimansion dion serta rio membantu nenek untuk mengangkat koper kedalam mansion tersebut.
"nenek istirahat saja biarkan kami yang mengangkat koper nenek" ucap dion pada neneknya
"baiklah sayang,terima kasih" ucap nenek
"tidak masalah nek ini memang kewajiban kami membantu nenek" ucap rio
"kalian memang cucu-cucuku yang tampan juga baik"ucap nenek seraya tersenyum lembut,dion dan rio juga tersenyum menatap neneknya,
"kalau begitu nenek mau istirahat dulu ya nak" ucap nenek
"baiklah nek biar aku yang mengantarmu" ucap dion dan segera menyerahkan kopernya kepada pelayang yang baru datang.
"ya ayo kita masuk,nenek sudah lelah,badan nenek juga berasa remuk"ucap nenek
"apa perlu aku pijat badan nenek?" ucap dion yang membuat rio terkejut.
"whatt!!!?,sejak kapan bos jadi tukang pijit?" batin rio sambil matanya melot
"apa yang kau lakukan rio?" ucap dion saat melihat rio yang berdiri mematung dengan mata yang melotot,sehingga tidak mendengar teguran dion
"RIOOO" teriak dion karna rio hanya diam dan matanya melotot.
"a ahh iya bos ada apa?" tanya rio sedikit gugup karna bosnya sepertinya menahan kesal
"apa yang kau pikirkan sehingga aku panggil kau tak sadar!??" ucap dion menahan kesal
"maaf bos aku hanya sedikit lelah" bohong rio
"dion jangan terlalu kasar pada rio kasihan dia pasti juga lelah" ucap nenek menimpali
"yasudah rio kamu segeralah kekamarmu jika kamu lelah" ucap dion mengalah
"baik boss"ucap rio
"sudah kubilang bila tidak di kantor atau urusan perusahaan jangan terlalu formal!" tegur dion
"ahh oke lahh gue mau istirahat dulu" ucap rio seraya tersenyum
"anak itu sungguh aku ingin memukul kepalanya"gerutu dion lirih yang hanya bisa didengar dirinya sendiri
"ahh oyaa nek ayo,aku sampai lupa mengantar nenek"ucap dion seraya mengandeng tangan keriput neneknya
"tidak masalah nak" ucap nenek dewi tersenyum,mereka segera naik kelantai 3 dimansion itu dan menuju kamar yang terletak disebelah kamar dion
"nenek ini kamar nenek,segeralah istirahat aku tidak maunenek kelelahan dan sakit" ucao dion khawatir pada sang nenek
__ADS_1
"tenanglah nak nenek hanya butuh tidur sebentar"ucap nenek menenangkan dion
"baiklah cepatlah masuk nanti biar bajumu ditata oleh pelayan kedalam lemari" ucap dion
"baiklah,ohh ya dion nanti setelah nenek sudah selesai istirahat nenek ingin bicara serius padamu!!" ucap nenek
"soal apa nek?" tanya dion binggung
"nanti saja kau akan tau sekarang kau juga harus istirahat"ucap nenek
"hmm yasudah nek selamat istirahat" ucap dion seraya memeluk neneknya
"kau ini sudah satu rumah kayak mau pisah jauh saja"ucap nenek
" aku masih rindu dengan nenek" ucap Dio manja,(astaga ini masak iya king mafia manja,aduh udah dehh pusing aku 😆)
"yasudah cepatlah tidur nenek tidak akan pergi lagi darimu" ucap nenek sambil mengusap punggung cucu lelakinya.
"hmm benarkah nek,kalau begitu aku juga mau istirahat dulu"ucap Dion sambil berjalan meninggalkan neneknya yang masih berada diambang pintu
"nenek akan mengembalikan duniamu yang hilang nak,setelah kau ditinggalkan orang tuamu kau menjadi sosok yang kejam dan dingin pada semua orang"ucap hati nenek sendu tanpa terasa air matanya jatuh.
setelah selesai istirahat dion,rio,nenek sekarang berkumpul di meja makan untuk acara makan malam karna jam sudah menunjukan pukul delapan malam,mereka makan dengan tenang dan hanya ada dentingan piring dan sendok yang terdengar,setelah makan mereka menuju ruang keluarga karna sang nenek ingin menyampaikan hal serius kepada cucunya tersebut.
"dion nenek punya satu permintaan padamu nak" ucap nenek dewi
"nenek mau kamu menikah dengan cucu teman nenek" ucap nenek mantap
deggg
dion terdiam oleh kata-kata neneknya dan matanya membulat sempurna,
"bagaimana mungkin jaman sekarang masih ada perjodohan seperti ini agghh" batin dion frustasi
"untuk apa aku dijodohkan nek,aku bisa mencari perempuan sendiri yang sesuai dengan keingginanku"ucap dion protes
"ini juga merupakan janji mendiang kakekmu pada asistennya,karna mereka yakin kelak kamu lah yang mampu melindungginya dari musuh-musuh" ucap nenek memberi penjelasan.
"aghh terserah nenek"ucap dion kesal
"kalau begitu besok malam kita adakan pertemuan keluarga agar kamu mengenal calon istrimu"ucap nenek
"hmm" ucap dion dingin
"kamu jangan dingin sama nenek,nanti kamu juga suka sama cucu teman nenek karna dia cantik dan baik"ucap nenek meyakinkan
"kita lihat saja secantik apa dia"ucap dion seraya tersenyum miring.
__ADS_1
"ishh kau ini,yasudah nenek mau kekamar mau istirahat" ucap nenek seraya berdiri
"hmm ya nek,good night"ucap dion serta rio bersamaan
"ya nak kalian juga segeralah istirahat,bila sudah tidak ada yang ingin dibahas" ucap nenek seraya pergi meninggalkan dion dan rio,yang hanya dibalas angukan kepala oleh keduanya.
"rio apa kau kenal gadis yabg kau tolong tadi!?" ucap dion
"hmm rupanya kau tertarik dengannya"ucap rio sambil tersenyum mengejek
"hee jaga bicaramu atau mau aku pecat!!" ucap dion mengancam
"heyy santai bro,iya gue kenal namanya monica azelia katanya"ucap rio memberi tau
"oke,carikan informasi tentang dia,besok harus sudah ada dimeja kerjaku"titah dion tanpa bisa dibantah
"huhh kau selalu saja seenakmu,aku juga ingin istirahat" gerutu rio
"apa mau kau ku usir dari sini?" ucap dion
"huffff iya² gue cariin"ucap rio sambil menghela nafas kasar
"bagus" ucap dion tersenyum smirk
"huff sabar-sabar gue ngadepin simanusia satu ini"gerutu rio dalam hati
merekapun pergi meninggalkan ruang keluarga menuju kamar masing-masing.
"kenapa dari tadi bayanggan gadis itu selalu muncul dikepalaku"pikir dion sambil menatap langit-langit kamarnya
tak lama setelah itu dion terlelap karna kelelahan,beda dengan dion sekarang rio sedang sibuk mencari info tentang monica azelia yang sudah dia temukan infonya,setelah mendapatkan info dia segera beristirahat.
pagi hari dirumah monica dia sedang bersiap untuk acara pemotretan produk.
"sayang,jangan lupa nanti pulangnya jangan malam-malam karna ada pertemuan antar keluarga untuk membahas perjodohanmu"ucap kakek mengingatkan
"iya kek nanti aku pulangnya gak malem kok"ucap monica
"yasudah kek aku pergi dulu sudah ditunggu manager aku"tambah monica
"ya hati-hati sayang,kalau ada apa-apa segera hubunggi kakek" ucap kakek
"iya iya,aku berangkat dulu ya pa,ma,kek" ucapnya seraya mencium punggun tangan ketiga orang yang dia sayanggi
"iya nak hati-hati"ucap mereka bertiga kompak,yang hanya di anggukki oleh monica dan tersenyum lembut,kemudian keluar rumah dan masuk ke mobil,mobil melaju membelah jalanan yang padat dipagi hari.
maaf ya guys kalau ceritanya kurang yambung soalnya aku baru punya karya ini 😢
__ADS_1