
dion serta para sahabatnya segera bergegas menuju tempat untuk bertransaksi senjata,dan sabagian anak buahnya sudah bersiap ditempat masing-masing yang sudah di tentukan oleh ryan sebagai bentuk kesiagaan dalam menghadapi xander yang terkenal licik.
tak berapa lama mereka sampai dipelabuhan tempat yang sering mereka gunakan untuk bertransaksi senjata ilegal,mereka segera turun dari mobil dan menghampiri xander.
"apa kabar mr.xander!?" tanya dion
"ahh baik mr.dion" ucap xander
"apakah sudah kau siapkan senjata yang ku pesan mr.dion?" tanya xander
"tenang saja mr saya sudah menyiapkannya didalam mobil" ucap dion
"boleh saya lihat terlebih dahulu mr?" tanya xander ragu
"yahh tentu,silahkan" ucap dion seraya mempersilahkan xander untuk berjalan terlebih dahulu,xander hanya tersenyum karna ia sudah menyusun rencana yang akan menguntungkan dirinya.
setelah sampai di mobil dion memerintah salah satu anak buahnya membukakan pintu mobil,sedangkan kelima temannya menjaga dari belakang dion,setelah mobil terbuka xander segera memeriksa senjata yang ia beli karna disana ada satu peti senjata,ia mencoba salah satunya dan.
"hmm benar dugaanku"batin dion seraya tersenyum smirk.
"jangan ada yang berani mendekat atau ketua kalian akan mati ditanganku!!" ucap xander seraya menodongkan pistol kearah kepala dion.
"santailah mr.xander jika anda masih ingin menikmati hari esok segera turunkanlah pistol ini dari kepalaku,atau kau sudah bosan hidup!!?" ucap dion seraya memancing emosi xander dan tersenyum mengejek.
"hahaha masih ada nyali juga kau rupanya anak muda,padahal ajalmu sudah didepan mata!" ucap xander seraya tertawa,sedangkan kelima sahabat dion secara diam" mengeluarkan pistol yang sudah diberi penyadap suara,selain itu anak buah dion yang bersembunyi juga sudah mulai beraksi membunuh para anak buah xander tanpa ada suara keributan,sehingga xander tak sadar bahwa anak buah yang ia bawa sudah menjadi mayat semua.
"bukanya ajalmu pak tua yang semakin dekat?" tanya dion sambil tersenyum dan menatap para mayat anak buah xender
"apa maksutmu anak mudah,jelas-jelas kau yang akan mati ditanganku hahaha" ucap xander yang masih belum sadar bahwa dia sudah terkepung.
"jangan terlalu menyombongkan dirimu pak tua,lihatlah sekelilingmu"ucap dion.
"a apa ti tidak mungkin"ucap xander ketakutan karna dirinya melihat anak buahnya sudah mati
krak krak aghhhh
__ADS_1
karna xander lengah ia memutar tangan xander hingga patah dan pistol yang ia gengam akhirnya jatuh teriakan xander serasa mengambarkan bagaimana rasa sakit yang ia derita.
"sekarang kau tau kan akibatnya bermain-main dengan seorang dion dirgantara!!?" ucap dion dibarengi dengan kekehan.
"maafkan saya mr.dion saya tak bermaksud seperti itu,tolong ampuni saya dan biarkan saya hidup tenang" mohon xander seraya merintih kesakitan.
"kau pikir setelah ingin bermain-main denganku kau dapat kabur dengan mudah!!?" ucap dion
"kau akan bernasib lebih buruk dari pada semua anak buahmu,tidak hanya kau keluargamu juga akan menanggung derita akibat kebodohanmu"ucap ryan menimpali ucapan dion seraya memainkan pistol ditangannya sambil terkekeh geli melihat wajah kesakitan xander.
"ku mohon jangan siksa keluargaku,aku berjanji akan menuruti apa yang kau mau dan tidak akan mengusik kalian" mohon xander lagi.
"kau kira aku percaya dengan omong kosongmu itu haa!!!?" bentak dion
"manusia licik sepertimu sudah seharusnya mati saja" ucap rio pada xander.
"bawa dia ke markas dan jemput keluarganya juga" titah dion mutlak
"ampun ampuni aku kumohon jangan siksa keluargaku siksalah aku saja tapi keluargaku jangan" mohon xander menangis pilu.
"ck itu akibat dari kebodohanmu sendiri" decak bryan.
"ohh ya ambil uang yang telah ia siapkan untuk membeli senjata,serta bawa senjata kembali ke markas" ucap dion langsung melangkah kembali.
"siap boss" ucap mereka kompak,dan segera melaksanakan perintah dari dion
sedangkan dion kembali ke mansion menaiki mobil yang disopir salah satu anak buahnya,didalam mobil dion memainkan ponselnya dan mencari kontak monica karna sebelumnya ia sudah mendapatkannya dari hasil memerintahkan rio,setelah menemukannya ia mengirim pesan pada monica karna dari tadi dia sudah merasakan rindu padanya.
*isi pesan
"apakah kau sudah tidur baby?" isi pesan Dion pada monica,seraya memasukan ponselnya pada saku jasnya karna ia berfikir mungkin monica sudah tidur karna jam menunjukan pukul tengah malam*
tak berapa lama ponsel milik dion berbunyi
ting
__ADS_1
tanda pesan masuk,dan ternyata balasan dari monica,karna monica belum bisa tidur sebab selalu teringat kecupan singkat yang dilakukan dion.
"maaf ini siapa ya kalau boleh tau!?"balas isi pesan monica,karna wathsaap dion tidak ada profilnya serta nomer tidak dikenal.
dion yang membaca pesan monica sedikit tersenyum karna ternyata gadisnya belum tidur.
"*apakah kau tak ingat pada calon suamimu baby!?" balas Dion,monica yang menerima pesan itu langsung membulatka matanya karna tentu dia sangat tau siapa calon suaminya sebab dari tadi dion selalu menghantui pikirannya.
"ahh dion,maaf aku tak tau,aku belum bisa tidur karna sedang memikirkan sesuatu"balas monica.
"apakah ada masalah denganmu?" tanya dion dipesan karna ia merasa binggung ada masalah apa lagi gadisnya.
"bukan masalah besar,sebentar lagi aku juga mau tidur karna mengantuk" balas monica tidak mau menceritakan yang sebenarnya.
"yasuda baby cepatlah tidur,besok akan aku jemput untuk ke butik"balas dion
"ya sampai jumpa besok"balas monica
"good night and nice dreams my sweetheart ❤"balas dion,dan monica yang menerima pesan dari dion semakin dibuat bahagia karenanya,karna ia sudah mengantuk akhirnya pesan dari dion tidak ia balas.
akhirnya dion memasukan ponselnya kembali kedalam saku jas,tak berapa lama mobilnya sampai dimansionnya.
mansion dion
setelah dibukakan pintu mobil dion keluar dan segera masuk kedalam rumah,ternyata nenek sudah tidur karna memang hari sudah sangat larut malam.
dion melangkahkan kakinya masuk kedalam kamar dan membersihkan diri lalu berbaring ditempat tidur.
"sungguh kebetulan yang menarik" gumamnya memikirkan perjodohan dirinya dengan monica.
__ADS_1
"aku berjanji akan selalu menjagamu monica bukan hanya karna perintah nenek tapi karna aku tak mau kehilangan dirimu" gumamnya lagi sambil menatap foto monica yang ada diponselnya,merasa sangat lelah dion pun segera tidur.
jangan lupa kawan² like,coment,terus dijadiin favorite ya supaya nanti kalau aku update kalian semua tau ✨✨