
Disebuah restoran berkelas terdapat dua keluarga yang bertatapan hangat tapi tidak dengan cowok berkemeja formal polos hitam yang manatap dengan aura dinggin dan tajam.
"Jadi apakah kita bakal merusin perjodohan antara Dika dan Naya?"tanya Deryy.
"kita serahin aja sama anak anak" ucap Daniel selaku ayahnya Naya.
"jadi kalian gimana?" tanya Deryy menatap Dika dan Naya secara bergantian dengan tanpa ragu Dika dan Naya mengangguk membuat keempat parubaya itu tersenyum.
El bundanya Naya langsung memeluk Naya" makasih ya nak udah menuhin amanah dari tante Ibel" ucap El membuat Naya menganguk.
"sayang kamu kamu seneng gak?"Tanya Sinta kepada Dika yang melirik sinis.
"anda siapa?"Tanyanya sinis membuat senyuman yang ada diwajah Sinta meluntur.
"Dika"tegur Deryy membuat Dika memutar bola mata malas.
"maaf ya" ucap Deryy tak enak.
"santai aja gue tau pasti Dika susah nerima" ucap Daniel dengan senyum diwajah tampannya walaupun umur tak muda lagi.
"makasih"
*Ck, gak sopan banget tuh orang sama ortu sendiri tapi kenapa ayah ngomong susah nerima? nerima apanya?* batin Naya menatap sinis Dika tanpa menyadari Dika tau tatapan penuh tanda tanya yang ia berikan untuknya.
°°°°°°°°°
Dika dan Naya kini berada di taman, mata menatap kearah depan tanpa mengucapkan satu katapun hanya suara kendaraan yang melintas disana.
"lu pasti binggung kan kenapa gue bersikap kayak gitu sama dia?"Tanya Dika tanpa menatap Naya masih fokus kedepan.
Naya langsung menatap Dika sekilas kembali menatap kedepan " iya, kenapa lu bersikap kek gitu sama nyokap lu sendiri? gak sopan tau"
Dika terkekeh "dia bukan mama gue dia cuman seorang jal*ng yang menyamar jadi bidadari"
"maksud lu?"
__ADS_1
"Dia yang udah bikin mama kandung gue meninggal" menatap sendu orang yang berlalu lalang dihadapanya.
"jadi dia bukan mama lu?" medapatkan gelengan dari Dika.
"kalau mau rincih nya lu harus nikah dulu sama gue" goda Dika menatap Naya yang kini juga menatapnya.
"la kan emang gue bakal nikah sama l" ketusnya membuat Dika terkekeh.
"ouh iya kan kita nikahnya lusa besok berarti tiga hari lagi dong" goda Dika membuat Naya cemberut mencubit perut Dika membuat si empu meringis kesakitan.
"Belum jadi istri aja dah KDRT lu "kesel Dika
"dah ah ayo pulang" menarik pergelangan tangan Dika yang sebelumnya belum pernah dipegang sama cewek lain kecuali mama Sinta tapi dulu. Catat dulu.
°°°°°°°°°°
Dika tengah berada ditaman yang ada didepan rumahnya duduk dengan coffe latte hangat menemani dingginnya malam.menghembuskan nafas berat.tiba tiba di tempat sebelahnya terisi oleh sang papa menatap malas papanya sekilas langsung menatap kedepan lagi.
"Kamu mau tau gak tentang mama kamu?" tanya Deryy menatap putranya tapi tak dijawab sebenarnya ia mau jawab 'iya mau'tapi ego menguasainya.
"Mama kamu orangnya humor banget suka ngehibur orang, dia juga cantik hidung dan bibirnya persis banget kayak punya kamu, sikap keras kepalanya nurun kekamu, mau lihat gak wajah mamamu" ucap Deryy mengambil satu foto berisi Ibel.
"Papa bodoh udah sia siain mama kamu malah milih selingkuh kalau aja papa gak ngelakuin hal itu pasti mama kamu masih hidup sampai sekarang,padahal saat itu papa masih cinta sama Ibel bahkan sampai sekarang"
"anda emang bodoh udah sia sia in mama saya katanya cinta tapi ego anda yang anda pilih dari pada mama saya" ucap sinis Dika langsung pergi dari situ,Deryy menatap sendu punggung Dika yang mulai menjauh.
"Bel kamu lihat kan Dika sekarang benci aku tapi aku tau ini semua pasti terjadi, kenapa kamu milih pergi hiks ?"ucap Deryy menghapus kasar air matanya.
○●○●○●○●○
Dika membaringkan diri nya di ranjang nya menatap foto wajah sang mama dengan senyum tipis tanpa menyadari air mata keluar dari mata tajamnya.
"Mama Dika kangen pingin ketemu mama" gumam Dika.
○●○●○●○●○
__ADS_1
Dika tengah berada di sebuah danau tepatnya dipinggir danau dengan baju putih polos dan celana hitam, menghirup sejuknya angin itu tengah senyum lebarnya menatap kesamping mata tajamnya menatap sosok yang hidung dan bibirnya sama persis dengan dirinya dengan senyum manis dibalas senyuman.
"Mama Ibel" ucap Dika
"hallo anak mama hihi ganteng banget si, kalau papa kamu tau mama muji cowok mama bakal disidang seharian" ucap Ibel dengan wajah cemberut khas miliknya.
"mama Dika kangen mama"ucap Dika detik itu juga Ibel langsung melentangkan tanganya Dika dengan senang hati berjalan kedekapnya.
"anak mama jangan sedih,pergi itu keputusan mama Dika disini harus bahagia ya dan kan kamu mau jadi suami kamu gak boleh ngelakuin apa yang papa kamu lakuin kepada mama, kamu harus jaga hati buat istri kamu, mau dia tidak sempura juga kamu harus tetep setia soalnya mama pernah ngerasain gimana rasanya dihianatin sakit itu."
"iya ma Dika bakal setia sama Naya"
"mama pergi"Ucap Ibel langsung menghilang dati dekapan Dika.
"MAMA" teriak Dika bangun dari mimpinya.
Dika duduk diatas ranjangnya mengusap wajah dengan kasar.
"Cuman mimpi"
Menatap jam dinding yang menunjukan angka setengah dua, Dika langsung berjalan keluar kamar menuju dapur.sesampainya didapur ia mengambil air putih lalu meneguknya.
melewati sebuah kamar yang tak pernah terbuka karna tapi ini sedikit terbuka tandanya ada orang disana,membuka sedikit pintunya mengakap sosok tubuh kekar sang papa lagi menatap sebuah foto dirinya dan gadis cantik masih remaja tengah memakai baju SMA dengan senyum dibibir mereka.Si cowok tengah menggendong si cewek dipunggungnya cewek yang tertawa kegirangan sama halnya dengan si cowok.yah itu foto Ibel dan Deryy waktu dulu saat SMA.
"Hallo sayang maaf ya baru dateng tadi aku nemeni Sinta dulu dia gak bisa tidur katanya tapi malam ini aku bakal sama kamu trs besok juga dan besok besok nya juga,haha"ucap Deryy berbicara seorang diri layaknya orang gila.
"napa kamu ninggalin aku disini sendirian bahkan Sinta aja gak bisa gantiin posisi kamu diahati aku, hati aku cuman buat kamu selamanya. pasti kamu jenguh ya aku tanya itu itu mulu,maaf"
Dika dibalik pintu menatap sendu papanya tanpa ia ketahui Deryy pernah mengalami ganguan jiwa setelah pemakaman Ibel ia sering ketawa sendiri,kadang nangis tanpa sebab, dan ia sering bicara sendiri seperti sekarang.ia sembuh dari penyakitnya setelah menjalani pengobatan selama 5 tahun lama bukan? bahkan ia menyiapkan satu kamar yang berisi tentang Ibel semua dari Foto ia dan Ibel,barang barang Ibel,bahkan darah yang terakhir Ibel keluarkan dari perutnya Deryy simpen disebuah lukisan satu coretan darah Ibel disebuah bingkai foto.Gila bener bener gila.
bersambung.....
jangan lupa like,coment
jangan lupa juga tinggalkan jejek.
__ADS_1
hargai Author dengan itu👆👆
Enjoy gaes......