Dika

Dika
Episode 4


__ADS_3

Dika kembali kekamar dengan perasaan campur aduk antara sedih,benci,kasihan tapi ia masih tak bisa memaafkan sang ayah, jika saja ayahnya cuman membuat lumpuh Ibel dan dia masih hidup mungkin Dika bisa memaafkannya tapi ini mama Ibel sudah meninggal.


"ANJING GUE BINGGUNG"teriak Dika.


************


"Saya nikahkan engkau dengan dengan Dika Deryy Ibelian Bailey bin Deryy Bailey dengan Naya Wiliam binti Daniel Wiliam dengan mas kawin alat sholat dan uang tunai lima ratus juta dibayar tunai."


"Saya terima nikahnya Naya wiliam binti Deniel wiliam dengan mas kawin alat sholat dan uang tunai lima ratus juta dibayar tunia"


"Gimana para saksi?"


"SAH"


(maaf ya semua kalau ijabnya ada kata kata yang salah soalnya gue gak tau gimana ijab jabul itu, ini aja cari dihohle hehe)


Naya yang dikamar mendengar kata sah langsung melotot tak percaya,benarkan dia sekarang istri seseorang?apakah setelah ini ia bisa bebas seperti dahulu?atau ia tak bisa bebas? gak papa udah takdir.pikir Naya.


"gue udah nikah?WHATTT GUE UDAH NIKAH" teriak Naya pas akhirnya.


ceklek


Menampakan bundanya yang dengan wajah panik mendengar suara teriakan karna tak dimode kedap suara kamar itu.


"napa sayang?"Tanya El menghampiri putrinya.


"Bun,Naya udah jadi istri orang beneran ini?"


El mengangguki lalu tersenyum.


"Iya kamu udah jadi istri orang kamu harus jadi istri yang baik buat suami kamu harus nurut, gak boleh ngelawan dia, kalau ada masalah harus diselesain dengan baik baik gak boleh ngambil keputusan kalau lagi keadaan emosi, dan yang paling penting gak boleh ada kata cerai,okey"jelas El diangguki sang putri.


"El, Nay ayo udah ditunggu dibawah"ucap Sinta tersenyum kearahnya cuman dibalas senyuman sama Naya tidak dengan El.


El sangat membenci Deryy dengan Sinta karna mereka sahabat dia satu satuanya mati. kalau saja bukan karna wasiat dari sang sahabat ia tak akan mau menikahkan putrinya dengan Dika.tapi tak tau apakah ia akan memaagkan mereka? mungkin iya.Catat mungkin.


"Iya Tan"


"kok tan si kan udah jadi mantu mama panggil mama aja"


"emang lu siapa? nyuruh anak gue manggil lu mama yang pantes cuman Ibel"sinis El membuat Sinta terbungkam.


"Bunda"


"yok keluar"


Naya dan El langsung keluar meninggalkan Sinta sendirian disana.


"Ibel kenapa lu malah pergi coba aja lu gak pergi gue gak bakal dibenci mereka,"batin Sinta.

__ADS_1


Naya tengah duduk disamping Dika yang nampak gagah,ganteng dengan stly taxedo hitam rambut yang biasanya acak acakan sekarang menjadi rapi menambah kesan berbeda sedangkan Naya memakai gaun panjang putih.


langkah berikutnya mereka memasangkan cincin dijari pasangannya Naya memasangkan ke Dika sebaliknya juga.Tangan Naya gemeteran hebat dikala dia harus menyalami Dika,mengambil tangan Dika lalu menciumnya, Dika terkekeh merasakan tangan Naya gemeteran padahal di lubuk hati yang paling dalam ia juga gugup tapi bisa diatasi.


Dika mencium kening Naya membuat jantung Naya ke dugem jedag jedug.


"gak usah gemeteran gue gak makan orang" bisik Dika ditelinga Naya membuat Naya menatap kesal Dika yang terkekeh.


"nyenyenye"membuat Dika mencubit pipi Naya.


"ekhm ingit bos masih ada kita semua"ucap Devin yang membuat semua terkekeh, Dika menengok manatap tajam Devin yang cengar cengir watados.


"Tuh kan malu lu mah"bisik Naya.


"mau tambah malu gak?"bisik Dika.


"ogah"


"kalau sama suami harus sopan gak boleh ngomong kasar"


"nyenyenye"


○●○●○●○●○●○


Naya menghempaskan diri diranjang dengan gaun yang masih melekat dibadan Naya menunggu Dika yang masih berada dikamar mandi.


Ceklek


Naya menatap Dika yang cuman menggunakan handuk dengan rambut yang basah basahan membuat Naya langsung duduk menatap melongo,HAH ROTI SOBEK.


"Napa terpesona?"goda Dika


Naya langsung sadar "enggak tuh, gue lihatin dibelakang ada kecoa"


Dika menggeleng kepala melihat tingkah sang istri melangkah kelemari mengambil baju hitam polosnya melalu memakaikannya.


"Dik,boleh minta tolong gak?"


"apa"


"bukain resteting baju belakang dong"


"hah?"beo Dika lalu mengangguk mendekat kearah Naya.


Dika menyingkirkan rambut Naya kesamping lalu membuka resleting menampakan punggung mulus.


*Glek


"iman gue,masih aman kan*?"batin Dika

__ADS_1


Dika mendekatkan wajahnya tanpa ia sadari atau emang ia sadar,ia mencium punggung Naya membuat Naya melotot lalu berbalik mentap wajah polos sang suami.


"kok nyium nyium si"kesel Naya


"La itu bagus pingin"ucap Dika polos sangat polos pasti kalau gengnya tau kelakuannya pasti semua langsung pingsan ditempat.


"ha?apanya?"


"itu punggung bagus balik lagi pingin cium"rengek Dika yang membuat Naya serasa depresi berat.


"muka aja serem tapi kelakuan kek bayi"gumam Naya.


"muka gue gak serem yah?ganteng malahan" ucapnya dengan nada dingin


"iya iya,ya udah gue mau mandi"langsung lari kekamar mandi.


"YAH KOK MANDI GUE MAU NGIUM PUNGGUNGNYA"teriak Dika yang bercampur rengekan.


○●○●○●○●○●○


Naya terkekeh geli mendengar teriakan sang suami,wah kayaknya ia punya suami yang manja pasti,wajah aja serem tatapan tajam tapi kalau dirumah kek bayi.


"nasib dah gue punya laki kek gitu"


○●○●○●○●○●○●


Naya sudah selesai mandi ia memakai baju pendek dengan celana trening melangkah keranjang yabg terdapat Dika di sana yang tengah berbaring memainkan ponselnya.


mendudukan diri diranjang dapat mengalihkan tatapan Dika dari ponsel kearahnya.


"lu tidur disini?"Tanya Dika.


"iya lah,napa mau nguruh gue tidur dibawah? gue mah ogah"


"enggak gitu, tapi__


"dah ah mau tidur ngantuk" ucapnya langsung merebahkan dirinya menuju alam mimpi.


Dika yang ngantuk juga langsung merebahkan dirinya disamping Naya,menarik Naya dalam dekapannya lalu terlelap.


"lumayan dapat guling bernyawa"


bersambung.....


jangan lupa like,coment


jangan lupa juga tinggalkan jejak❤


buat ngehargai Author yang capek nulis....

__ADS_1


__ADS_2