
Naya terbangun terlebih dahulu merasakan ada tangan kekar diperutnya membuat ia terkejut, ia berfikiran apa yang ia lakukan semalem? siapa dia?apa gue diculik sama om om?dianiaya? diperkosa?dijadiin babu?omg big no.
mencoba memberanikan diri menengok ke samping,semoga kalau om om dia ganteng bukan yang udah jenggotan,ketiputan,dekil no no no no big no.mata membulat langsung berdiri membuat orang yang memelukanya langsung bangun juga dengan wajah baru bangun menatap binggung sang istri,eh.
"L-LU NGAPAIN GUE BELUM JADI SUAMI AJA UDAH MELUK GUE TIDUR BARENG LAGI,HUA BUNDA NAYA UDAH GAK PERAWAN"teriak histeris Naya membuat Dika terkekeh.
okey ikutin alurnya....
"iya gue udah ngapa ngapin lu, lu udah gak perawan lagi dan gue gak mau tanggung jawab kalau lu hamil,haha"ucap Dika membuat Naya menangis histeris.
"BANGSAT LU,HUAAA BUNDA"
"udahlah gak perlu nangis tadi malam juga lu nikmatin kok"ucap Dika kelewat santai.
"hiks hiks hiks" tangis Naya langsung jatuh ke karpet lalu pingsan membuat Dika langsung lari kearahnya menatapnya dengan wajah panik.
"eh Nay gue boong kok lu pingsan"ucap panik Dika menepuk nepuk pipi Naya pelan.
Naya mati matian menahan tawa karna ia pura pura pingsan inget mati di balas mati, prank dibalas prank, detik pas Naya ngomong 'BANGSAT LU HUAA BUNDA' Naya langsung sadar eh malah ini orang ngelebihin.
"kena lu kan,haha"batin Naya menahan senyum.
Dika yang panik langsung mengangkat tubuh Naya kekasur menatap panik.
"Ini gimana?segala pingsan nyesel gue ngeprank anak orang.lebih baik tauran sama geng sebelah deh daripada urus orang pingsan" ucap Panik Dika mendar mandir gak jelas tanpa mengetahui bahwa Naya tengah menyadarikan diri di tepi Ranjang menahan tawa dengan tangannya.
"Mama Dika harus gimana?pusing."
"Hahahhaha"akhirnya tawa Naya pecah,Dika yang membuat Dika menengok.
"panik ga? panik ga? panik ga? paniklah masak enggak,hahaha"
Dika berdecak kesal mengambil handuk lalu melesat ke kamar mandi tanpa mengurusi istrinya yang tak menghentikan tawanya.
□■□■□■□■□■
Dika dan Naya sekarang berada dimeja makan dengan baju sekolah masing masing dengan roti bakar masing masing disana juga ada Deryy dan Sinta.
"Dik kamu sama Naya bakal tinggal disini?"Tanya Deryy
"gak,saya bakal tinggal dialpartemen"
"Kenapa gak tinggal disini?"Tanya Sinta
"Nay lu mau gue anter gak?"Tanya Dika pada Naya tanpa menjawab pertanyaan dari Sinta membuat hati sinta tersentil.
__ADS_1
"hm.. gue pakek mobil aja"diangguki Dika langsung pergi dari sana tanpa pamit kedua paru baya itu.
"Ma pa Naya pergi dulu"Ucap Naya menyalami keduanya.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumsalam"
■□■□■□■□■□
Dika tengah berjalan dikoridor kelas dengan eksperi datar khasnya,tapi tak mengurangi ketampananya membuat siapa saja bakal terpanah.mendudukan diri di bangkunya membuat semua menatap heran kearah Dika yang sedang menaruh kepalanya dilipatan tanganya,biasanya tuh Dika jam segini gak ada tuh kalau ada juga pasti habis jam istirahat itu juga langka.
"Selamat pagi anak anak"
"Pagi bu"teriak semuanya
"kita kedatangan murid baru,Ayo yang diluar masuk"Suruh Bu Bela membuat ketiga cewek itu.
wih cantik cantik woy
yang rambut pendek manis banget
halah paling cantik gara gara make up
dari pada lu kek tante tante girang
"Hallo all kenalin gue Luna Cantika Sopanika Manisnia,panggilan Luna boleh cantik boleh sopan boleh manis juga boleh terserah kalian"
ucap Luna membuat sekelas menganga kecuali temen disampingnya.
"Hallo semua kenalin gue Lia setianingsih panggilan Lia"ucap Lia dengan nada jutek
"Hallo semua kenalin gue Naya William panggil Naya aja"Ucap Naya membuat Dika langsung menegakkan badan melotot melihat sang istri berada disini yang tengah tersenyum kearahnya.
"Hm... sekarang kalian duduk dibangku masing masing"dianggukin ketiganya.
Luna dan Lia berjalan terlebih dahulu dibelakang ada Naya yang berhenti ditepat bangku Dika yang juga tengah menatapnya.
"Kaget ya kang,haha"ucap Naya ingin melangkah lagi malah tangannya ditarik oleh Dika membuat ia terjatuh kebangku sebelah Dika yang kosong.
"Ck apasi main tarik aja"kesel Naya dan Dika hanya angkat bahu acuh menatap Naya yang kesel.
"Dika biarkan Naya duduk dibangku belakang sama Iqbal"Suruh Bu Bela karna merasa murid barunya itu tak nyaman dengan Dika.
"Gak boleh dia biar duduk sama saya"
__ADS_1
"Naya silahkan kamu duduk dengan Iqbal"suruh bu Bela tanpa menanggapi omongan Dika.
"Lu pindah besok lu kembung sembilan bulan"ancam Dika dengan nada sedikit berbisik membuat Naya melotot karna tau apa artinya.
"bu saya sama Dika aja"diangguki Bu Bela dan ia melanjutkan membuat Dika tersenyum kemenangan.
□■□■□■□■□■
Naya dkk tengah berjalan kantin diselingi canda tawa dari Naya dan Luna kalau Lia iya hanya mendengar karna ia tak terlalu suka banyak bicara, bicara kalau penting saja.
"eh tau gak Devano saat tau lu pindah dia nangis nangis tau Li"ucap Luna kepada Lia yang mengangkat bahu acuh.
"lu mah"cibir Luna membuat Naya tertawa.
"gue aneh sama lu padahal Devano itu ganteng loh kok gak mau si?"ucap Naya
"siapa yang muji cowok lain"ucap seseorang dari belakang membuat ketiga cewek itu berhenti dan membalikan badan.
Naya meneguk ludah menatap orang itu dengan cengiran yang ditatap menatap dingin.
"eh ada Dika, sejak kapan disini?kabar baik kan?"tanya Naya basa basi.
"bukannya tadi pagi ketemu ya bahkan serumah"ceplos Devin membuat Naya melotot dan Kedua sahabat kebinggungan.
"Lu tinggal sama dia Nay?dia siapa lu?"Tanya Lia binggung menunjuk Dika.
"Hm__
"Gue suami dia"ucap Dika santai membuat Naya melotot sama halnya dengan kedua sahabatnya.
Keduanya menatap Naya kecewa kenapa Naya tak pernah bilang,apa alesannya?Lia dan Luna pergi begitu saja membuat Naya ingin menangis tapi malu menatap tajam Dika.
"NAPA LU BILANG BANGSAT,JADI GINI KAN" teriak Naya untung aja koridor sepi cuman ada mereka.
"la emang kenapa?"Tanya Dika
"sampai mereka gak maafin gue,gue bakal benci selamanya"ucap Naya menahan air mata mau jatuh lalu pergi.
"emang gue salah apa?"Tanya Dika pada ketiga temen nya.
"Ya salah lah bego mereka pasti ngira kalau lu sama Naya ngelakuin hal yang gak wajar jadi lu berdua nikah,ya mereka kecewa lah"balas Alan.
"ya elah tinggal ngomong mereka kecewa aja lu segala pakai ceramah"cibir Devin
bersambung....
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak❤