Dika

Dika
Episode 6


__ADS_3

Naya tengah mencari kedua sahabatnya kesana kemari ia menatap dua orang yang tengah terdiam di taman,perlahan Naya berjalan kearah mereka berdiri tepat di menatap mereka yang enggan menatapnya.


"Li ,Lun maafin gue gak ngomong sama kalian, pasti kalian mikir gue udah kotor gara gara gue nikah kan dan kalian pikir pasti kalian nganggep gue cewek murahan?dan di sini pasti kalian pikir ada bayi kan?"ucap Naya menunjuk perutnya yang rata.


"enggak gue gak hiks semurahan itu, disini gak ada bayi nya dan gue masih perawan"lanjut Naya manatap sendu kedua gadis yang tak sama sekali menatapnya.


"tatap mata gue,gue lagi ngomong hiks" membuat keduanya menengok menahan tawa menatap wajah Naya yang bibir melengkung kebawah,mata merah,hidung merah air ingus yang keluar masuk.


"maafin gue gak bilang, gue gak seperti yang kalian bayangkan gue sama dia dijodohin" jelas Naya.


*oh ini alesannya* batin keduannya


"hahahahaha"sembur keduannya membuat Naya binggung.


"kok ketawa si?"Tanya Naya campur kesal mengusap air ingus yang mau turun.


Luna berdiri mengusap air mata Naya memeluk tubuh Naya membuat Lia iri bukan apa apa ia juga mau.


"ih gue gak ajak ajak nih"omel Lia membuat Naya dan Luna tertawa kecil lalu melentangkan kedua tangannya dengan senang hati Lia mendekat dan akhirnya mereka berpelukan.


macam teletabis aje


□■□■□■□■□


Naya dan Sahabatnya lagi berada dikantin mengobrol dengan canda dan tawa tanpa memedulikan orang lain tak tau bahwa mereka ditatap oleh anggota geng Vargos.


"Cantik banget Naya"celetuk Devin menatap Naya tanpa kedip membuat si suami menatap tajam membuat Davin menyenggol tubuh kembarannya.


"Napa?"Tanya Devin binggung dan Davin menunjuk Dika dengan bibirnya yang tengah menatap tajam dirinya


"Eh gak itu si sebelah Naya cantik ya Luna cantik banget"elak Devin daripada kena amuk membuat Alan dan Davin terkekeh.


Dika berjalan mendekat kearah Naya duduk disamping Naya menyenderkan kepalanya di dibahu Naya membuat si empu kaget lalu menengok kesamping bukan halnya dia saja tapi semua yang menatap kejadian itu.


"I-itu Dika?"ucap tak percaya Alan


"gue mau pingsan jangan lupa hubungi Rose blackpink ya biar ngasih nafas buatan buat gue" ucap Devin ingin pingsan tapi keburu di dopak sang Kakak yang keluar 9 menit sebelumnya.


"gak usal lebay lu"membuat Devin mengerutkan bibir.

__ADS_1


"jijik"cibir Davin


"ck,berat kepala lu Dik" ucap Naya


"diem atau gue buat kembung selama sembilan bulan"ancam Dika tapi masih memejamkan matanya enggan untuk membuka.


membuat Naya mengendus pelan manatap sang sahabat yang menahan tawa.


"ck gue laper pingin makan"


"DEVIN"teriak Dika membuat ketiga sahabatnya menghampirinya.


"kenapa raden?"ucap Devin se-lembut mungkin.


"beliin Nasi goreng ini duitnya kembaliannya lu ambil aja"suruh Dika yang sudah membuka mata menyerahkan seratus ribu dengan senang hati Devin mengambil lumayan woy seratus ribu harga nasgor cuman sepuluh ribu berarti dia sembilan puluh ribu dong.ia lalu pergi dengan senang hati membuat Alan dan Davin geleng geleng kepala memilih duduk disana karna cukup buat depalan orang.


" tadi ditelfon sama Devano___"ucapan Naya terpotong saat Dika menegakkan tubuhnya menatap tajam kearahnya.


"Ngapain tuh orang nelfon nelfon lu?mantan lu? atau pacar lu?"tanya Dika dengan sikap posisif nya walaupun ia belum cinta.


"hm... enggak bukan mantan tapi__


"EH ANJING LU KAGAK USAH BENTAK BENTAK SAHABAT GUE KALAU GAK TAU APA APA GAK USAH ASAL CIPLAK"bentak Lia menarik tangan Naya dan Luna pergi dari kantin


□■□■□■□■


Kini Naya dan Dika berada di alpartemen Dika dengan kondisi Naya yang masih ngambek dan Dika yang terus membujuk Naya supaya maafin karna tadi ia tak sengaja membentak Naya ia baru tahu kalau Devano itu orang yang selama ini suka sama Lia bukan Naya.


*jadi gini rasannya jadi cowok yang ngebujuk ceweknya buat baikan,susah* batin Dika


"Naya maafin gue yah?"ucap Dika memasang wajah memelas tapi Naya tak menanggapi semuanya ia tetep diam.


"mau beli apa gue turutin"ucapan Dika membuat Naya menengok dan ngangguk


"mau masker wajah,snack,handbody dll ya boleh ya?"diangguki Dika.


□■□■□■□■


Kini mereka tengah berada di supermarket dengan Naya yang terus memilih masker anatara masker clay mask dan peel off mask semua bagus.

__ADS_1


"Dik bagusan yang ini apa yang ini"tanya Naya menunjukan dua masker


*kalau gue jawab yang itu pasti dia bilang 'yang ini juga bagus kalau gue bilang yang itu gue belum coba,kan jadi salah semua gue*batin Dika.


"DIKA KOK NGELAMUN"teriak Naya membuat Dika tersedar dari lamuannya.


"ha beli semua aja"


"serius"diangguki Dika


Naya dengan senang hati mengambil beberapa jenis masker itu hampir sepuluh masker membuat Dika terkekeh, mereka sedang berada di kasir mata bersih Naya menangkap barang yang asing buat dirinya.


"Dik beli itu dong"ucap Naya menunjukan barang itu Dika pun mengikuti arahnya mata melotot mengetahui barang apa itu.


"eh itu gak dijual"


"masak... mas itu dijual kan?"Tanya Naya pada kusir cowok itu yang lagi menahan tawa lalu mengangguk.


"tuh kan dijual itu"


"la emang lu tau itu apa?"


"itu balon kan?"Tanya Naya membuat Dika mengusap wajah kasar menatap Naya dengan wajah polosnya.


"itu bukan balon Naya,udah deh jangan jangan ngadi ngadi. berapa mas?"Tanya Dika


"semua jadi 250 ribu"ucap sang kasih Dika langsung membayarnya.


"ih mau beli itu kok"kekeh Naya


"Naya nanti gue beliin yang warna warni tapi bukan itu ya itu bukan balon"ucap Dika masih sabar kalau yang ada didepannya ini musuhnya udah ilang kali kepalanya.


"janji" diangguki Dika


Mereka keluar dari supermark dengan rasa mali larat bukan Mereka tapi Dika untung aja disana beberapa orang aja kalau banyak gak tau deh.


bersambung.....


jangan lupa tinggalin jejak❤

__ADS_1


__ADS_2