DINIKAHI CEO DINGIN

DINIKAHI CEO DINGIN
Bab 2


__ADS_3

" OMGGGG.. Gila Resi, baju baju nya keren keren bangettt.. Aaa gue bisa bingung ini milih nya " Ucap Mira heboh.


" Mir, pakayan di sini mahal mahal semua. Lo yakin beli di sini? " Tanya Resi melas, sungguh melihat harga dari baju itu saja sudah membuat jiwa miskin nya meronta ronta.


" Udah deh diem aja.. dan jangan kasih tau bapak ku, awas kue ngadu karo bapak ku " Ucap Mira mengancam.


" Aduh, Bangkrut bapak mu kalau kayak gini terus Mirr Miirrr.. kurang kerjaan " Ucap Resi meringis kasihan melihat nasip bapak nya Mira yang banting tulang cari duit, tapi anak nya dengan mudah menghambur hambur kan uang dengan berbelanja baju yang mahal nya selangit.


" Ish jangan bawa bawa bapak gue elah. Dah ah jangan ganggu, gue mau puas puas belanja, mumpung cowok gue tajir " Ucap Mira senyum girang.


" Masyaallah.. jadi cewek jangan terlalu boros neng.. bisa di tinggal kue kalo udah nikah besok " Ucap Resi geleng geleng heran.


" Kagak bakal di tinggalin kalau selagi suami gue besok kagak bangkrut! " Jawab Mira santai bagai di pantai.


Resi menggeleng heran kemudian duduk di sofa empuk yang di sedia kan di dalam toko itu. Lebih baik menunggu sahabat nya selesai belanja, dari pada harus mengikuti gadis itu memilih baju. Jiwa perhitungan nya akan timbul saat melihat harga baju yang di sahabat nya.


Namun baru beberapa menit Mira duduk tiba tiba seorang wanita berbaju formal berjalan mendekati nya.


" Selamat siang nona Resi.. "


Resi yang merasa di panggil langsung menoleh kearah wanita cantik yang saat ini tersenyum.manis kearah nya.


" Eh iya mbak? Ada apa ya? Kok tau nama saya? " Tanya Resi heran.


" Perkenalkan nama saya Amara.. saya manager di toko ini " Ucap wanita itu sopan.


" Oh i' iya.. Ada apa ya cari saya? Atau sahabat saya buat kesalahan? " Tanya Resi yang mulai was was. Udah miskin, kalau di tambah kerugian sahabat nya bisa gak makan dia selama tiga bulan.


" Tidak nona, saya hanya bertugas untuk menyampaikan. Khusus buat nona, saya punya baju spesial dari toko kami gratis " Ucap Amara tersenyum manis.


" Ha! " Kaget Resi terbengong, ucapan Amara tadi terngiang ngiang di otak nya.


" Mari nona.. ikut dengan saya " Ucap Amara sopan.


" Eh??? " Kaget Resi lagi dengan tatapan tak percaya.

__ADS_1


" Eh mbak kalau jahil jangan ama saya dong.. saya mana punya duit, entar barang embak rusak, saya kagak bisa ganti rugi " Ucap Resi melas.


" Tidak masalah, mau anda robekin juga baju nya tidak akan membuat anda Rugi, karna baju yang saya rekomendasi kan memang khusus buat anda, dan itu gratis! " Ucap Amara lagi.


Resi hanya diam dengan muka bingung nya. Amara berjalan memimpin, masuk kedalam ruangan khusus. Resi hanya diam ngikut dari belakang.


" Ini baju nya nona " Ucap Amara memberikan satu dress berwarna cream dengan hiyasan mewah. Juga lengkap dengan sepatu, kalung, anting dan alat make up.


Resi melongo melihat itu semua.


" Mbak ini maksud nya apa ya? " Tanya Resi makin gak ngerti dengan apa yang terjadi.


Karna tak mau membuang waktu lagi, Amara langsung mengode make over untuk merombak dandanan Resi yang ala kadar nya, bahkan gadis itu pede tanpa make up, ya walau kecantikan nya memang natural.


Resi makin terkejut saat diri nya di paksa duduk di meja rias oleh tiga orang wanita berbaju formal, alat make up pun di buka dan di susun rapih di depan cermin besar di hadapan Resi.


Resi makin kelimpungan dengan keanehan semua yang di alami nya, namun karna tidak ingin membuat masalah. Resi lebih baik memilih diam, tunggu semua nya selesai baru Resi akan bertanya langsung apa yang terjadi dengan wanita misterius yang mengaku manager di toko ini.


-----


Mira dengan semangat menyodorkan kartu ATM yang di berikan pacar nya tadi. Berbelanja dengan puas, juga baju baju mewah yang harga nya gak akan terjangkau oleh dompet bapak nya menjadi kebahagiaan tersendiri di dalam diri Mira.


Jangan tanya Mira yang tidak menyari keberadaan sahabat nya, karna sahabat nya itu pasti malas mengikuti aksi gila nya. Dan memilih menunggu di sofa yang khusus sedia di setiap toko di dalam Mall itu.


" Maaf mbak, nominal belanjaan mbak gak cukup sama limit di dalam ATM ini "


" What! " Ucap Mira syock.


Mira kira hari ini bisa belanja sepuas nya, ternyata tidak.. pacarnya kali ini bahkan tidak sekaya yang dia bayang kan.


Mira meringis malu, dengan langkah gontai langsung mengembalikan beberapa baju di tempat nya. Kemudian kembali ke kasir dengan muka lesu.


" Baik mbak semua sudah terbayar, dan harga keseluruhan bisa anda lihat di struk yang saya berikan " Ucap Mbak penjaga kasir ramah.


Mira mengangguk lesu, dan langsung menatap kertas kecil yang di pegang nya. Seketika mata nya membulat kaget.

__ADS_1


" Hah! Gilak 185.900.000!! " Pekik Mira tertahan.


Dia kira belanja di sini lebih murah, eh rupanya malah makin mahal, di fikiran Mira saat ini semua baju yang dia ambil hanya sekitar 20 jutaan. Siapa yang mengira harga nya lima kali lipat lebih mahal?!


Mira berjalan gontai menuju sofa tunggu.


" Ck, di mana sih tu curut! Gue udah laper banget lagi, mending gue makan bentar di depan. Sambil nunggu tu bocah, kayak nya dia ke toilet " Ucap Mira lalu berjalan keluar toko, dan duduk di bangku Cafe sambil memesan makanan.


Arah cafe itu berhadapan dengan toko tadi. Jadi Mira bisa makan sambil menunggu Resi kembali.


Namun sudah dua jam Resi menunggu namun sahabat nya itu tak juga kunjung kembali.


" Astaga Resii.. lo kemana sih, jangan bilang lo nyasar di mall gede ini " Ucap Mira mulai panik.


Membayar makanan dan minuman nya dan mencoba menelfon ponsel Resi, namun ponsel gadis itu tidak aktif.


" Makk.. maaf kan anak mu! Anak gadis orang aku ilangin " Panik Mira yang udah berkeringat dingin.


Memutuskan kembali masuk kedalam toko baju tadi, dan bertanya dengan staf yang berjaga, untung nya sudah waktu nya pergantian shif, jadi Mira gak malu malu banget harus ketemu sama kasir yang menghitung belanjaan nya tadi.


" Maaf mbak, mbak liat sahabat saya gak? Muka nya imut imut, rambut nya sebahu, terus pake kaos hitam sama jens hitam. Berponi! " Ucap Mira memperaga kan jidat nya seperti menyisir poni.


" Ohh Nona Resi maksud mbak nya? "


Mira melongo.


Nona?


" I' iya nama nya Resi, dia di mana mbak? " Tanya Mira was was.


" Ada di ruang rias mbak, sedang di make over. Karna acara akad nya akan segera di mulai jam tujuh malam ini "


" HA! "


•••

__ADS_1


__ADS_2