
" Ha!! "
Resi menganga kaget, mata nya membulat sempurna dengan tatapan tajam.
" Abi, Umi.. ini beneran?! " Ucap Resi syock.
Angga dan Mayang mengangguk dengan perasaan bersalah. Resi memejam kan mata nya, rasa kecewa menjalar di dalam hati nya.
" Res.. demi orang tua lo, apa salah nya kabulin permintaan orang tua lo kali ini " Ucap Mira membujuk.
Resi tampak diam, melirik tiga laki laki tampan yang masih setia memperhatikan nya.
" Di antara mereka bertiga? " Tanya Resi menunjuk tiga laki laki tampan di sana.
Farhan tersenyum, " Kamu penasaran dengan calon kamu ya Resi.. "
Seketika Mira bersiul menggoda sahabat nya, Resi mendengus jengah.
" Itu calon suami kamu.. jangan mikir aneh aneh sayang " Ucap Mayang tersenyum manis.
Semua mata langsung mengarah kearah belakang Resi. Resi yang memang dalam posisi memunggungi aula langsung berbalik dan menatap sosok Pria tampan bertubuh atletis, beralis hitam, garis mata yang tajam, hidung mancung juga bibir tipis yang seksi.
Resi hanya diam menatap laki laki itu yang berjalan kearah nya. Hingga langkah laki laki itu berhenti tepat di depan Resi. Tatapan mereka terus melekat, Resi bukan nya terpesona. Hanya saja dia merasa miris akan menikah di umur muda seperti ini.
" Senang bertemu dengan mu. Untuk kali pertama mu dan untuk kali ketiga ku " Ucap laki laki itu datar.
Resi mengernyit, " Kau pernah bertemu dengan ku sebelum nya? " Hiro mengangguk.
" Bertemu pertama kali saat kamu ulang tahun ke lima tahun, dan juga bertemu dengan mu saat sakit di umur empat belas tahun. Sekarang pertemuan ketiga kita, di umur mu yang ke dua puluh tahun " Ucap Hiro dengan nada santai. Walau suara dingin nya masih ketara.
Resi mengalihkan tatapan nya, hati nya tiba tiba bimbang.
Semua keluarga mulai duduk di posisi masing masing, Resi dengan raut wajah di tekuk duduk di samping Hiro.
" Haiss.. gak nyangka aku bakal nikah secepat ini. Yaudah lah, mungkin ini jalan takdir ku " Gumam Resi pasrah.
" Saya nikah dan kawin kan engkau dengan putri saya bernama Resiana Lestari binti Angga Febriansyah, dengan mas kawin seperangkat alat solat dan cincin berlian seberat 1,5 gram di bayar tunai " Ucap Angga lantang.
" Saya terima nikah dan kawin nya Resiana Lestari binti Angga Febriansyah dengan mas kawin tersebut di bayar tunai " Ucap Hiro dengan satu tarikan nafas.
" Bagaimana para saksi Sah?! "
SAAAHHH..
ALHAMDULILLAHHIRIBBIL'ALAMIIIINNNN..
Resi memejam kan mata nya dengan setetes air mata, entah itu air mata kekecewaan atau air mata haru, Resi juga tidak mengetahui nya.
Saat ini hati nya tidak tenang, otak nya tidak bisa berfikir jernih. Namun yang Resi tau kini diri nya sudah jadi milik orang lahir mau pun batin.
__ADS_1
Hiro memasang kan cincin di jari Resi, begitu pun dengan Resi yang memasang kan cincin di jari manis Hiro, kemudian mencium punggung tangan suami nya, setelah itu Hiro mencium kening Resi lembut dan dalam.
Resi memejam kan mata nya dengan tetesan air mata. Walau Resi menangis tapi make up yang di pakai nya bahkan tidak terusik sama sekali. Masih tampak cantik dan mempesona.
Semua orang yang melihat hal itu tersenyum dan bertepuk tangan meriah. Mira juga terharu melihat sahabat nya yang kini sudah sah menjadi milik orang.
" Selamat ya sahabat ku sayang.. semoga pernikahan mu sakinah mawadah warohmah. Yang baik kalau udah jadi istri tuh, jangan manja lagi.. tu muka imut kamu jangan di imutin lagi, entar ada pebinor ribet urusan nya " Goda Mira tersenyum manis.
Resi memukul lengan Mira kesal, kemudian berhambur memeluk Mayang sang Umi tercinta.
" Umi.. " Lirih Resi memeluk erat Umi nya.
" Tenang lah sayang, Hiro adalah suami yang bertanggung jawab juga baik, walau sedikit dingin. Dia sosok suami yang tepat untuk kamu, percaya kan hati mu dengan dia ya? Umi yakin Hiro pasti akan menjaga hati mu dengan baik " Ucap Mayang lembut.
" Benar Nak.. Anak mama laki laki yang baik, kamu tidak salah memutuskan untuk mau menikah dengan nya, percaya sama mama " Ucap Helda mengelus lembut rambut Resi.
Resi melepaskan pelukan nya kemudian menunduk, Hiro mencium punggung tangan Mayang di susul Resi yang melakukan hal yang sama.
Hingga mereka selesai menyalami keempat orang tua mereka, meminta doa dan restu nya.
Acara di laksanakan dengan lancar lancar saja, Resi dan Hiro tidak stay di acara karna mereka memilih untuk pulang, karna hari sudah malam. Berbeda dengan Mira, gadis itu mah bodo amat dan lebih memilih menikmati makanan gratis di pesta itu bersama pacar nya yang sudah di undang nya ke acara sejam lalu.
-----
Sesampainya di kawasan rumah mewah nan megah yang mempunyai dekorasi yang unik dan kekinikan.
Resi turun dari mobil saat sopir membuka kan pintu untuk nya. Di lirik nya Hiro yang tampak diam menatap kearah nya.
" Panggil aku sesuka mu. Aku akan menerima nya asal kau jangan memanggil ku Tuan, dan Om! " Ucap Hiro menekan kata Tuan dan Om.
Resi terkekeh kecil, " Mass boleh? Mass kan lebih tua dari aku.. " Ucap Resi memberi saran.
Hiro mengangguk tak merasa keberatan dengan panggilan yang Resi ajukan.
Resi tersenyum canggung, " Ini rumah kamu.. " Tanya Resi memastikan, karna suasana asing ini sangat tidak membuat nya nyaman.
Ya walau taman nya terlihat asri dan menarik, namun tetap saja akan nyaman dengan rumah sendiri, walau rumah Resi dan kedua orang tua nya terlihat kecil bahkan kumuh.
Hiro mengerti dengan tatapan tak nyaman dari Resi, dengan santai menggenggam tangan Resi dan menarik nya lembut masuk kedalam rumah.
" Barang barang mu di koss akan di pindah kan ke sini, mulai sekarang kamu tinggal di sini bersama ku. Karna ini rumah mu juga " Ucap Hiro lembut walau terkesan dingin dan kaku.
Resi hanya mengangguk kecil, hati nya masih tak percaya dengan semua kejadian hari ini. Bahkan rumah mewah ini terasa hanya halusinasi baginya.
Resi menatap takjub suasana rumah yang sangat megah, baru kali ini diri nya masuk ke bangunan semewah dan semegah ini di seumur hidup nya. Dan rumah ini juga milik nya? Ahh semua bagai mimpi saja, sangat sulit di percaya.
" Mass.. Eh, Kak aja deh, berasa manggil siapa aja pake embel Mas " Ucap Resi pada akhir nya.
" Terserah kamu " Jawab Hiro sekena nya.
__ADS_1
Resi menggaruk alis nya dengan tatapan serba salah.
" Selamat datang Nyonya muda, mari.. kami akan membersihkan make up anda " Ucap maid tersenyum ramah.
Resi melirik kearah Hiro, Hiro mengangguk Resi akhir nya ikut dengan maid maid tadi, entah kemana maid itu membawa nya.
Hingga di lantai dua.
Maid membuka kan pintu, terlihat isi ruangan yang semua nya serba kaca dengan alat make up bermacam macam, juga skincare dan bodycare lengkap di sana. Resi hampir salah mengartikan kalau ruangan itu lebih mirip dengan sebuah toko.
" Bi, suami saya juga jualan make up ya? " Tanya Resi dengan polos nya.
" Enggak atuh Nyonya, ini ruangan khusus buat nona berdandan dan merawat diri. Semua perlengkapan di sini lengkap beserta cadangan nya " jawab maid itu santai, sambil membuka sambungan di rambut Resi.
Resi menganga tak percaya, " Tapi Bi, saya gak biasa pake make up, juga saya gak suka pake make up, saya suka apa ada nya aja " Ucap Resi mulai tak nyaman dengan semua kemewahan yang dia dapat kan hanya karna menikahi laki laki sultan.
" Kalau Nyonya dan Tuan akan menghadiri acara, perlengkapan di sini pasti akan terpakai, tidak akan terbuang sia sia " Ucap Maid santai.
Resi mendengus jengah, kehidupan sederhana yang selalu dia dapat kan menjadi tak ada guna nya kalau sudah menikah dengan laki laki kaya seperti sekarang.
Selesai membersih kan Make Up, maid itu berniat menggantikan baju Resi juga, namun di cegah cepat oleh Resi.
" Enggak papa Bi, saya bisa sendiri, tunjuk kan saja di mana koper saya " Ucap Resi tak enak karna seumur hidup Resi tidak pernah di layani seintens ini, bahkan Resi sangat kesal saat maid itu bahkan ingin mambantunya untuk mengganti baju juga. Memang nya dia bayi?
" Di dalam ruangan itu sudah tersusun baju baju anda Nyonya. Dan ruangan itu tersambung langsung dengan Kamar Utama yang merupakan kamar pribadi Tuan Muda, dan sekarang juga kamar nyonya "
Resi menahan nafas nya, apa dia harus satu kamar dengan seorang pria? Tunggu, walau Hiro suami nya tapi Resi tidak mengenal nya sama sekali, apa ini terdengar aneh?
" Yaudah bibi istirahat aja ya, maaf banget ya bi.. " Ucap Resi merasa tak enak.
" Tidak apa apa nyonya, mari " Ucap Maid sopan dan keluar dari ruangan itu.
Resi menghela nafas saat bibi itu keluar dari ruangan. Dengan langkah santai membuka pintu yang di maksud maid tadi.
Saat memasuki ruangan itu Resi ternganga, " Astaga, di mana baju baju ku yang biasa aku pake? Kata nya akan segera di ambil.. "
Resi terdiam.
" Oh iya, masih di jemput.. yaudah lah, pake salah satu nya aja " Ucap Resi mengambil dress tidur berwarna putih dengan lengan pendek, di atas lutut.
Memakai bedak baby dan hanbody yang biasa dia pakai ketika di koss, karna di dalam ruangan itu banyak sekali bermacam macam merek hanbody, dan itu semua langganan Resi setiap bulan untuk membeli nya, hanya saja saat ini Resi memakai yang ukuran besar.
Entah tiga bulan habis apa enggak tu hanbody.
Resi memilih lipblam yang berjejer di atas meja, kemudian memakai nya asal. Namun sedetik kemudian mata Resi membulat.
" Ih kok pink sih " Kesel Resi, padahal niat nya cuma lembapin bibir doang, eh malah bibir nya jadi pink.
Karna kesal Resi ingin menghapus nya dengan tisu, namun sebuah tangan kokoh mencegah tangan nya untuk menghapus lip blam di bibir nya.
__ADS_1
Resi menoleh, seketika Resi tertegun.
•••