
Hiro mengambil tisu yang di ambil Resi tadi, dan membuang nya.
" Udah gak papa, kamu makin cantik memakai nya " ucap Hiro menatap mata coklat Resi.
Melihat rambut pendek dan poni Resi malah membuat gadis itu seperti anak SD yang masih di masa imut imut nya. Berbeda di saat mereka di Aula tadi.
Resi mengedip kan mata nya berkali kali, masih tak percaya ada cowok yang berani menyentuh nya. Apa lagi dengan jarak sedekat ini, Resi menjadi gugup sendiri namun mencoba biasa saja. Karna Hiro suami nya, udah halal gak perlu takut dosa.
Resi menarik tangan yang di genggam Hiro dengan senyum canggung.
" Eh kak, maaf kapan kakak ke sini? " Tanya Resi tersenyum paksa, Hiro malah gemes dengan tingkah imut Resi yang bagi nya sangat polos.
" Ayo istirahat, besok bukan nya kamu akan masuk pagi? "
Resi berfikir kemudian mengangguk, " Bener sih kak, tapi kakak tau dari mana? " Tanya Resi heran.
Hiro hanya diam tak menjawab, kemudian merangkul Resi menuju kamar mereka.
Resi mendengus, " Ish, kakak kok dingin banget sih " Ucap Resi kesal.
Kata kata itu yang sangat di hindari Hiro, bahkan Hiro sudah bersikap sewajar nya di depan Resi, namun gadis ini terlalu peka hingga merasakan sikap asli nya dengan mudah.
" Aku gak dingin kalau bersama kamu " Ucap Hito tersenyum lecil.
" Masa sih? Tapi aku masih merasa kakak tuh dingin, emang kakak memang dingin ya orang nya? " Tanya Resi.
Hito hanya mengangguk pasrah.
Resi beroh ria kemudian menatap kasur besar berukuran king itu dengan tatapan ngeri.
__ADS_1
" Kak, kita satu kasur? " Tanya Resi gugup.
" Iya, memang nya kenapa? " Tanya Hiro heran.
" Kakak gak canggung gitu tidur sama cewek? " Tanya Resi berharap untuk tidak satu kasur dengan Hiro.
" Enggak lah, kamu kan istri ku " Ucap Hiro heran.
Resi tersenyung canggung, menggaruk alis nya salah tingkah.
" Ada masalah? " Tanya Hiro menahan tawa saat menyadari kekhawatiran Resi.
" E' enggak kok kak. Oh iya kakak duluan aja tidur, aku kebelet " Ucap Resi langsung melepaskan tangan Hiro dari bahu nya dan kabur ke kamar mandi.
" Pfftt.. " Hiro tak bisa menahan tawa nya lagi saat melihat wajah imut Resi yang panik dan fikiran polos nya.
Dan malam ini Hiro merasa kebahagiaan nya semakin bertambah saat melihat Resi menerima nya dengan suka Rela, walau ada sedikit perasaan tidak nyaman.
-----
Resi menyembulkan kepala nya keluar kamar mandi melihat sekeliling dan menatap kearah kasur. Sedetik kemudian Resi menghela nafas lega.
Perlahan keluar dari kamar mandi berjalan menuju kasur. Resi naik keatas kasur sepelan mungkin dan menutup seluruh tubuh nya dengan selimut. Satu kasur dan satu selimut dengan pria membuat jantung nya dugun dugun.
" Astaga bisa jantungan kalau gini terus " Gumam Resi lirih, namun tak lama kemudian sebuah tangan kokoh melingkar di perut ramping Resi.
Resi tertegun tak lama kemudian tubuh nya di tarik. Resi membuka selimut dan menoleh kearah Hiro yang kini tersenyum manis kearah nya.
Resi tertegun, " Mas- eh kak, belum tidur? " Tanya Resi kaget.
__ADS_1
" Belum, kamu kenapa?Takut? " Tanya Hiro tersenyum miring.
Resi langsung mati kutu melihat senyum mengerikan dari Hiro.
" Hehe enggak kok kak, aku santai aja kok. Apa yang aku takutin? Kakak kan gak makan orang " Ucap Resi nyengir.
" Tapi aku bisa makan kamu kan? "
Seketika senyum Resi luntur perlahan, Hiro terkekeh dan mengacak rambut Resi, " Aku bercanda sayang. Udah tidur " Ucap Hiro menarik Resi bersandar di dada nya.
Resi berdecak, " Jahil banget sih, aku hampir jantungan denger nya " Ucap Resi kesal.
Hiro tersenyum manis memeluk Resi erat, Resi hanya pasrah di peluk Suami nya. Mendapat perlakuan lembut dari suami nya benar benar membuat nya nyaman.
Tak butuh waktu lama Resi langsung tertidur pulas di pelukan Hiro. Hiro mengendor kan pelukan nya untuk menatap wajah gadis imut yang mengisi hati nya selama belasan tahun.
Hiro membelai pipi gembul Resi yang mulus tanpa noda, meneliti wajah gadis itu intens, dari aliss tipis yang rapih, bulu mata yang lentik, hidung mancung yang mungil, juga bibir tipis Resi yang ranum tampak menggoda.
Hiro menatap lama kearah bibir itu, hingga Hiro melayang kan kecupan lama di bibir Resi.
Lembut..
Satu kata saat Hiro mengecup bibir Resi.
Hiro berharap suatu saat dia bisa merasakan bibir lembut itu dengan izin sang istri. Tanpa harus diam diam mengecup nya tanpa bisa merasakan rasa nya.
Tak ingin berfikir terlaku jauh, Hiro memilih tidur, menyusul Resi di alam mimpi nya.
•••
__ADS_1