DINIKAHI CEO DINGIN

DINIKAHI CEO DINGIN
Bab 6


__ADS_3

Pagi hari nya.


Resi terbangun lebih awal.


Melirik jam yang menunjuk pukul 05.30.


" Astaga, aku telat " Ucap Resi langsung bangun dari posisi nya, namun bukan nya duduk malah kembali tertidur. Resi baru sadar kalau ada tangan kokoh yang memeluk diri nya sangat erat.


Resi langsung menoleh kearah samping nya, seketika Resi tersentak kaget, sedetik kemudian menormal kan perasaan nya.


" Lupa gue kalo sekarang gue bukan jomblo lagi " Gumam Resi santai.


" Kak.. bangun, kak.. " Resi menepuk nepuk pipi Hiro agar bangun dari tidur nya.


Resi menghidupkan lampu di samping tempat tidur nya untuk memperjelas wajah pria di samping nya.


Hiro hanya berdehem membuat Resi kesal, " Kak bangun! Solat! " Teriakan Resi yang memang gak terlalu di kerasin karna masih subuh.


Mampu mengejut kan Hiro juga, Hiro membuka mata dan menatap Resi datar. Resi seketika nyengir kuda.


" Hehe.. udah subuh, solat " Ucap Resi canggung.


Hiro hanya diam bangkit dari posisi nya masuk kedalam kamar mandi, Resi merasa bersalah saat melihat wajah datar suami nya.


" Ahh kebiasaan gue gak pernah ilang! " Kesel Resi kepada diri nya sendiri yang suka banget teriak teriak kalau lagi kesal. Alhasil dia sendiri kan yang bingung harus ngapain.


Tak lama Hiro keluar, Resi gantian yang masuk kamar mandi. Setelah gosok gigi dan wudhu Resi keluar dari kamar dan menghampiri Hiro yang sudah siap dengan peci dan sarung.


Resi tertegun, pesona laki laki itu semakin bertambah ketika laki laki itu mengenakan baju koko berwarna putih dan sarung juga Peci. Seperti pak ustad ganteng idola yang sering Resi baca di komik.


" Udah? Ayo.. waktu nya mau habis " Ucap Hiro menggelar sajadah.


Resi mengenakan mukena nya kemudian berdiri di belakang sebelah kanan. Tak lama Hiro solat menjadi imam untuk Resi.


Hingga acara solat mereka selesai, Resi mencium punggung tangan Hiro dan Hiro mencium kening Resi lembut.


Resi tersenyum manis, entah hati nya merasa nyaman dan aman ketika bersama suami nya. Apa lagi mendengat suara merdu Hiro ketika membaca kan ayat Al-qur'an di dalam solat mereka tadi.


Tiba tiba jantung Resi berdetak lebih cepat dari biasa nya, Resi menatap mata suami nya lekat dan mesra.


" Terimakasih kak, udah mau jadi Imam buat Resi " Ucap Resi tulus, dengan senyum tipis membuat wajah nya bertambah imut dan menggemas kan. Hiro tak tahan untuk tidak mencubit hidung gadis itu yang menggemaskan.


" Itu udah tugas aku sebagai suami mu " Hiro memeluk tubuh mungil Resi lembut dan penuh kehangatan.


Wangi maskulin dari tubuh suami nya membuat Resi sangat tenang, " Aku beruntung bisa dapat suami seperti kamu Kak.. mulai sekarang aku akan berbakti dengan mu, karna kamu sumber pahala untuk ku " Ucap Resi lembut.


Deg.


Jantung Hiro berdetak tak karuan ketika mendengar suara lembut gadis itu yang menerima nya dengan tulus. Hiro memejam kan mata nya, air mata tak tahan mendorong untuk keluar hingga Hiro meneteskan air mata nya.

__ADS_1


" Terimakasih sayang " Jawab Hiro singkat namun lembut.


Resi tersenyum, walau suami nya terkesan dingin. Namun Resi bersyukur suami nya mau bicara banyak dengan nya, tidak seperti suami dingin seperti komik dan novel novel yang Resi baca.


Mereka mulai bersiap siap memulai kegiatan pagi seperti biasa yang mereka lakukan sebelum menikah. Namun karna kedua nya sudah terikat hubungan halal membuat kedua nya merasa ingin memberi perhatian satu sama lain.


Seperti sekarang, Resi sudah siap dengan baju santai, karna Resi akan masuk kampus jam 9, sedangkan suami nya akan masuk kerja jam 07.30 ini.


Alhasil Resi bersikap seperti istri pada umum nya, menyiap kan perlengkapan suami dari baju, tas, sepatu, jass dasi dll.


Resi saat ini sibuk mencari jass yang cocok untuk suami nya pagi ini, Hiro hanya menatap nya dari kejauhan, merasa gemas dengan wajah semangat Resi ketiak diri nya memberi izin gadis itu untuk memilih kan baju kantor nya.


" Kak sini deh, kenapa berdiri di sana sih " Ucap Resi menarik tangan Hiro masuk ke wlak in closet punya Hiro, yang gak jauh beda mewah dan luas dengan milik nya di ruangan tadi malam.


Resi mencocok kan jas jas yang bertengger di sana di tubuh Hiro.


" Hmm.. no no, kakak gak cocok pake ini, tunggu.. Hitam terlalu formal, ugh.. aku binguungg.. " Kesel Resi manyun.


" Kakak bisa sendiri sayang, jangan maksa in diri kalau bingung " Ucap Hiro mengelus kepala Resi lembut.


" Yah gak bisa gitu dong kak. Aku itu istri kakak, masalah ini seharus nya kewajiban aku " Ucap Resi dengan terus mencocok kan jass di tubuh suami nya.


" Kan kakak gak nyuruh kamu sayang. Udah kakak bisa cari sendiri " Ucap Hiro menarik tangan Resi merengkuh nya dengan lembut. Sesekali mendarat kan kecupan di puncak kepala Resi.


Resi seketika gugup dan deg degan.


Hiro hanya tersenyum, mengambil kemeja berwarna abu abu garis garis putih dengan alasan berwarna hitam dan jass berwarna hitam, celana juga berwarna hitam.


Resi hanya diam melihat pilihan suami nya, oke sih kalau di bayangin, kenapa gak dari tadi Resi memilih itu saja? Kesel juga, jiwa desa nya enggak pernah ilang, walau sudah dua tahun tinggal di kota.


" Emm.. aku pasangin ya? " Tanya Resi takut takut.


Hiro kaget dan menoleh.


" Baju nya aja tapi.. " Ucap Resi cepat dengan cengiran khas nya.


Hiro terkekeh dan mengangguk, Resi berbalik membiarkan Suami nya memasang bawahan nya. Setelah merasakan tepukan di pundak nya, Resi berbalik dan menatap tubuh kekar suami yang tanpa penutup sama sekali.


Resi tertegun.


" Gak jadi sayang? " Tanya Hiro menahan tawa menatap wajah syock Resi.


Resi tersentak kemudian buru buru memasangkan baju kepada Hiro.


Hiro tak ingin melewatkan pemandangan ini terus menatap Resi yang melayani nya dengan baik dan cekatan, walau kadang Hiro harus mengajarkan banyak hal kepada Resi.


Resi memasangkan dasi di kerah kemeja suami nya dengan rapih kemudian memasangkan rompi dan jass suami nya.


Setelah selesai Resi mengambil minyak rambut milik suami nya, merapihkan rambut Hiro dengan rapih.

__ADS_1


Setelah selesai Resi tersenyum manis.


" Okey.. udah selesai " Ucap Resi menangkup wajah Hiro menatap mata suami nya dalam.


Tanpa tau kalau sangkin semangat nya Resi menarik bangku dan berdiri di sana untuk bisa meraih kepala suami nya. Nasip tubuh pendek ya gini, walau sebenar nya tubuh nya tidak pendek pendek amat. Hiro nya aja yang terlalu tinggi.


Hiro merengkuh pinggang Resi, " Sayang kamu gak takut jatuh berdiri di kursi kayak gini " Ucap Hiro menyadarkan Resi dengan kelakuan nya.


Resi meringis, " Ah maaf aku terlalu semangat " Ucap Resi bergelantung di leher Hiro.


" Pulang jam berapa? " Tanya Hiro mengelus pipi tembem Resi.


" Emm.. kayak nya jam 12 deh, soal nya jam kuliah ku cuma tiga jam, emang nya kenapa kak? " Tanya Resi penasaran.


" Kita makan siang bareng habis solat dzuhur, gimana? " Tawar Hiro lembut.


Resi tampak berfikir, " Liat entar deh kak, soal nya Resi kan sama Mira.. " Ucap Resi santai.


" Kamu kan enggak tinggal di Koss lagi, harus banget sama temen kamu itu? Terus kakak gimana? " Entah sejak mendengar ungkapan gadis itu tadi pagi yang menerima nya membuat nada bicara Hiro terlihat santai dan tidak canggung lagi.


Resi tampak berfikir, " Eh, tapi kan Abi dan Umi masih di Jakarta kak, mending kita ngumpul bareng mereka sebelum mereka pulang ke bandung " Tawar Resi semangat.


" Orang tua kamu udah kembali dini hari tadi "


" Loh kok gak bilang Resi sih, buat kesel aja " Ucap Resi kecewa.


" Kata nya Abi gak mau sawah nya di bajak orang. Karna udah mau waktu panen "


Seketika Resi menunduk, Resi gak tega lihat Abi nya masih bekerja keras, sedangkan diri nya di sini menikmati kemewahan.


Hiro menaik kan dagu Resi menatap mata nya, " Jangan khawatir, Abi mu melakukan itu hanya sekedar hobi saja. Karna selama ini aku yang membiayai mereka juga membiayai uang kuliah kamu. Dari dulu aku merasa kamu tanggung jawab ku, jadi aku melakukan nya " Jelas Hiro jujur.


Resi terkejut menatap mata Hiro mencari kebohongan di sana, namun nihil semua tampak jujur.


Resi tersenyum tulus, " Terimakasih udah bantu orang tua ku juga "


Hiro tak menjawab malah meneliti wajah Resi intens, dari alis, mata, hidung hingga bibir ranum gadis itu yang pink alami menggoda diri nya.


Resi yang menyadari tatapan Hiro kepada bibir nya menjadi gugup sendiri.


" Kak, kita makan yuk, udah jam tujuh entar kakak telat kerja " Ucap Resi mengalihkan rasa gugup nya.


Saat Resi ingin menjauh tiba tiba Hiro kembali menarik pinggang nya lebih dekat, hampir saja Resi jatuh dari bangku kalau tidak Hiro menahan nya. Bahkan Hiro mengangkat tubuh Resi dan menduduk kan nya di atas meja.


Resi gugup dengan tangan bergetar di dada Hiro. Hiro menggenggam tangan Resi lembut.


" Akuu..


••••

__ADS_1


__ADS_2