DINIKAHI CEO DINGIN

DINIKAHI CEO DINGIN
Bab 3


__ADS_3

" HA!! "


Syock? Tentu saja, bahkan sahabat nya tidak menberitahu diri nya. Pantas saja gadis itu terlihat sangat girang hari ini.


Tunggu, bukan nya Resi tidak punya kekasih? Kok bisa tiba tiba nikah? Tunggu.. Resi juga tau nya orang tua nya datang ke Jakarta untuk menemui nya. Apa ini sebuah konspirasi?


Sahabat nya di jodohin?!!


HE?!!


" Mbak, di mana ruangan nya?! " Tanya Mira dengan wajah ketar ketir, semoga dugaan nya salah. Diri nya sangat tidak rela saat sahabat nya harus menikah dalam keadaan tidak saling mencintai.


" Di sebelah sana mbak " Ucap Kasir menunjuk satu ruangan yang tampak sangat privasi, karna dari depan saja sudah di pasang tulisan.


Bagi yang tidak berkepentingan jangan masuk!


Aje gile, Mira gak nyangka Resi bisa masuk kedalam ruang private seperti itu. Dengan ragu ragu Mira membuka handle pintu dan mendorong nya.


Terlihat dari samping Resi yang masih di rias dengan telaten, baju gadis itu sudah berganti dengan dress mewah berwarna cream. Rambut pendek nya di sambung menjadi panjang, poni poni nya di angkat hingga menampak kan wajah cantik gadis itu dengan jelas.


Bahkan gaya Resi saat ini lebih anggun dan dewasa, tidak seperti biasa nya yang selalu memakai gaya apa ada nya. Juga bibir pucat nya yang pink, namum pink pucat. Sangat terlihat bibir ranum itu belum di sentuh oleh siapa pun dan sangat di jaga dengan baik.


Mira terpaku di ambang pintu, Amara yang melihat kedatangan sahabat dari Resi langsung bergegas menghampiri dan menarik Mira keluar dari ruangan.


" Saya mohon nona, jangan gagal kan rencana kami. Semua ini sudah di rencana kan matang matang, jangan sampai semua gagal di tengah jalan karna nona " Ucap Amara memohon.


Mira tertegun, " Sebenar nya apa yang terjadi mbak? Dan mbak siapa? " Tanya Mira heran, dia sudah tidak bisa berfikir lagi setelah melihat kondisi sahabat nya yang serba salah.


" Saya Amara, sekertaris kepercayaan Tuan


Hiro Aksara Wolnsten. Saya bertanggung jawab penuh dengan rencana ini, jadi saya mohon jangan hancur kan kerja keras saya. Baru kali ini saya bersemangat untuk menyusun rencana pernikahan boss saya. Karna saya melihat sendiri Nona Resi memang punya hati yang baik dan lembut " Ucap Amara terus terang.


" Kau.. ahiss.. kok bisa semua ini terjadi? Gimana cerita nya? " Tanya Mira masih tidak mengerti alur hidup sahabat nya.


" Nona sudah di jodoh kan sejak kecil dengan boss saya. Itu sebab nya boss saya menagih janji itu di saat umur Nona Resi sudah menginjak 20 tahun. Dan sekarang waktu nya, kedua orang tua Nona Resi juga sudah di aula atas " Jelas Amara sekena nya.

__ADS_1


" What.. te' terus gimana dengan masa depan Resi? Saya sangat tau bagaimana cita cita Resi yang sangat ingin menjadi pengusaha, kalau dia tau hal ini, tidak menutup kemungkinan hati sahabat saya akan hancur mbak! " Ucap Mira sedih, menunduk dengan bayang wajah Mira yang menangis histeris di hari pernikahan nya.


Amara terdiam, benar juga.. tapi mau bagaimana lagi, boss nya yang meminta untuk pernikahan nya hari ini. Kalau enggak di turutin bisa bisa bye bye pekerjaan.


" Nona tenang aja. Hidup Nona Resi pasti akan terjamin kok. Untuk cita cita Nona Resi kedepan nya, pasti akan di dukung oleh boss saya dengan suka rela " Ucap Amara menenangkan Mira dengan jawaban sekena nya.


" Mira menghela nafas, di mana Umi dan Abi nya Resi? " Tanya Mira lagi.


" Aula atas nona, ini kartu nama saya. Ketika anda di cegah oleh bodyguard yang berjaga, serah kan saja kartu nama saya " Ucap Amara memberikan satu kartu nama kepada Mira.


Mira menerima kartu itu dan langsung pergi menuju aula yang di sebut Amara tadi.


" Aneh deh.. biasa nya nikahan tuh di hotel, atau di gedung KUA, lah ini di Mall.. gilak holkay mah bebas. Beruntung banget Resi bisa dapet laki yang kaya raya " Gumam Mira setengah bangga dengan masip sahabat nya.


 


Di dalam ruangan khusus.


Resi sudah siap di rias.


Resi hanya diam menatap Amara yang takjub melihat nya.


" Mbak, saya benar benar butuh penjelasan " Ucap Resi dengan tatapan serius dan tak main main.


Resi merasa di permain kan saat ini, apa dia di kerjain? Entah lah, intinya Resi tidak nyaman berdandan seperti ini.


Amara tersenyum, " Nanti aja ya Nona, mari ikut saya. Sekarang sudah mau jam tujuh malam " Ucap Amanya menunjuk jam di tangan nya.


Resi terkejut, " Eh, udah malem mbak? Maaf mbak saya gam bisa, orang tua saya pasti lagi nunggu saya ini " Ucap Resi buru buru mengambil ponsel dari dalam tas nya.


" Yahh lobet lagi " Resi meringis dengan wajah panik.


Amara tersenyum, " Nona jangan khawatir, saya tau keberadaan orang tua nona, itu sebab nya nona ikut saya ya? "


Resi terkejut dan langsung berbinar, " Beneran mbak?! Wahh.. ayo mbak, sekarang aja. Saya udah gak sabar ketemu Umi dan Abi " Ucap Resi semangat.

__ADS_1


" Mari Nona " Amara tersenyum penuh kemenangan, sangat mudah mengendalikan gadis ini. Sungguh begitu sederhana dan begitu polos.


Mereka berjalan memasuki lift, Resi tidak menyadari kalau sepanjang perjalanan tidak ada seorang pengunjung pun yang berbelanja, bahkan orang orang di sana hanya orang orang berbaju formal, juga banyak bodyguard yang mengawal mereka di belakang.


Setiba nya di lantai paling atas Mall.


Resi tertegun melihat Aula luas yang kini sudah di rombak dengan hiyasan hiyasan mewah dan mahal. Juga Resi berjalan di atas karpet merah yang seakan akan di gelar untuk nya. Amara sendiri berjalan di belakang nya.


Dari kejauhan Resi melihat sahabat nya dan juga kedua sahabat nya yang berdiri di panggung.


" Umi Abi, Mira.. kalian kok bisa di sini? " Tanya Resi senang namun di kalah kan dengan rasa bingung nya.


" Jugaa.. siapa yang mau nikahan? Kok bisa dapet undangan di sini? Mira juga.. tadi bukan nya lagi belanja? " Tanya Resi heran luar biasa.


Di lirik nya tiga laki laki bertubuh tinggi yang berdiri tak jauh dari posisi orang tua nya, mereka sama sama berbaju formal. Bukan nya tertarik, Resi malah menatap tak suka.


" Umi Abi, ke Koss Resi aja ya? Lagian acara nya kayak nya udah selesai " Ucap Resi lagi melirik sekitar yang di hadiri orang orang berbaju formal dan mewah.


Umi dan Abi Resi hanya tersenyum manis.


" Wah.. cantik banget anak kamu Mayang.. " Pekik seorang wanita paruh baya semangat.


" Iya mbak, aku juga gak nyangka anak ku bisa secantik ini " Ucap Umi tersenyum bangga.


Resi mengernyit heran.


" Ayo ayo, pengantin nya udah datang nih. Waktu nya acara " Ucap Farhan semangat.


Resi semakin di buat bingung, celingak celinguk mencari di mana calon pengantin nya. Namun tidak ada tanda tanda seorang wanita berbaju kebaya putih yang datang ke acara itu.


" Om kayak nya salah deh, gak ada cewek berkebaya putih yang datang " Ucap Resi polos.


" Lah kenapa harus nunggu.. kan emang udah datang, yaitu kamu nak.. " Ucap Farhan enteng.


" Ha! "

__ADS_1


•••


__ADS_2