
''Udah lo pada diem, sinih gue punya ide''ujar Rayan dan kedua sahabatnya mendekat disana Rayan membisikan sesuatu pada kedua sahabatnya dan dengan cepat disetujui oleh para sahabatnya.
-Diparkiran-
''Woy kaleng bekas''teriak Rayan pada seseorang yang tak lain sicupu. Di saat itu pula ingin mengeluarkan mobilnya bersama temannya.
Yang di panggil terus berjalan menghiraukan teriakan dari arah belakang yang di sangka itu bukan tertuju atau memanggilnya.
''Tuh si cupu udah berani pura-pura budeg ternyata''ujar Rayan
''Sepertinya si cupu ingin dikasih pelajaran lebih Ray''ujar Mike.
Tiba-tiba ada salah satu mahasiswa yang berkecamata tebal lewat di hadapan mereka bertiga.
''Eeehhh tunggu lo''ujar Rayan
''Ada apa yah Kak, kok saya di tarik-tarik seperti ini lepas Kakkk''ujar Mahasiswa lelaki itu ingin mencoba melepaskan diri namun tidak bisa karena dari belakang bagian bajunya di tarik oleh Rayan dan panggil saja namanya JIGEN (Pria berkecamata).
''Diem dulu lo, gue gak akan aneh-aneh sama lo, gue cuman butuh bantuan lo''ujar Rayan dengan tatapan tajamnya.
''Sa-saya gak mau lepas''ujar Jigen.
''Mau gue lepas atau bantuin kita-kita?''tanya Geldin.
__ADS_1
Jigen yang di tanya hanya bisa memegang buku yang ada ditangannya dengan erat karena merasa takut pada ketiga orang yang sangat berkuasa dikampus itu.
''I-iya saya bantu, tapi mau di bantuin apa?''tanya Jigen.
''Tugas lo simpel kok, tuh diarah sana lo kasih surat ini ke tuh saudara lo si cupu''ujar Rayan.
''Tapi dia bukan saudara saya Kak''jawab Jigen.
''Tapi dia itu sama cupu nya kayak lo, paham lo''ujar Mike menyambat.
Jigen hanya tertunduk takut dan dia berlalu dari hadapan mereka dengan membawa sepucuk surat didalamnya.
-Di Perpustakaan-
''Kak maaf menganggu waktunya''ujar seseorang tiba-tiba mengalihkan kefokusan nya.
Orang itu yang tak lain Jigen dan sekarang dia sudah menghampiri Dirga di perpustakaan saat sudah mencari-cari di sekeliling lingkungan kampus.
''Iyahh ada apa?''tanya Dirga dengan muka bingungnya.
''Ini ada titipan dari seseorang untuk Kakak''ujar Jigen dengan tangan bergetar.
''Apa ini?''ujar Dirga.
__ADS_1
''Tidak tau Kak saya hanya disuruh mengentarkan surat itu pada Kakak, kalau begitu saya permisi Kak''ujar Jigen takut-takut.
Dirga hanya mengangguk dengan membolak balikkan isi surat yang ada di tangannya dengan penasarannya dia membuka isi surat itu.
TEMUIN GUE DIGUDANG BAWAH KALAU NGAK HABIS LO
Isi surat itu terisi ancaman untuk Dirga dan dengan helaan nafasnya Dirga beranjak dari duduknya setelah tugas-tugasnya dibereskan.
Dengan berat hati Dirga menemui seseorang kearah gudang bawah dengan sendirinya.
''Mau apa ya mereka kok perasaan aku gak enak gini''ujar Dirga.
''Nahh, lo ternyata berani juga datang kesini cupu dan sendiri lagi''ujar Rayan dengan keprokan yang diiringi kedua sahabatnya.
''Mau apa lagi ya kalian''tanya Dirga dengan menunduk takut.
''Mau tau kita mau apa?apa mau tau banget kita mau apa?''sentak Mike.
Dirga mengangguk dengan tangan dan dahi yang sudah berkeringat dingin di saat sesuatu dari arah belakang bergerak.
Aaaakhhhhhhhhhhhhh
Teriak Dirga saat salah satu hewan yang dia takutinya berada di bagian tangannya. Apalagi kalau bukan hewan cacing namanya.
__ADS_1