
''Heh Pak harusnya bapak tanya dong sama pegawai bapak ini, masa jalan aja gak liat kaki saya, mana sepatu saya jadi kotor kan, tuh lihat''ujar Mira.
''Iyah nih Pak ajarin yang bener dong pegawainya gak hati-hati banget''kompor Lesa.
''Pokoknya saya minta ganti rugi, siapa suruh lo cupu cari masalah sama gue''ujar perontal Mira dengan beralih menatap Dirga yang tengah tertunduk.
''Tenang dulu yah nona saya akan ganti rugi dengan mengeratiskan makanan disini untuk kalian, bagaimana?''tanya pemimpin restoran.
''Gimana Guyss''ucap Mira pada yang lainnya memberi kode.
''Okey kita setuju dan makanan ini gak akan kami bayar dan bapak sebagai pemimpin restoran disini bisa minta bayarannya pada sicupu ini''ujar Mira dengan duduk kembali ketempatnya.
''Mir gak asik akh suruh tuh si cupu di pecat aja dari sini''ujar Cila.
''Iyah nih Mir suruh pecat aja''tambah Lesa.
Mira pun memikirkan sesuatu untuk permintaan teman-temannya.
''Pak tunggu saya berubah pikiran, saya akan bayar makanan ini tapi sebagai ganti rugi sepatu kotor saya, si cupu itu harus di pecat di restoran ini''ujar Mira tanpa perasaan.
''Baik saya akan memecat nya''ujar pemimpin resto.
''Tapi pak saya sangat membutuhkan peker_''ucap Dirga terpotong.
__ADS_1
''Halah diem lo cupu udah melakukan kesalahan gak mau di pecat dasar orang miskin gak tau diri''ujar Mira.
''Pak saya mohon jangan pecat saya''mohon Dirga.
''Sekarang kamu saya pecat, silahkan kemas barang-barang kamu''ujar pemimpin resto disana.
Tidak berapa lama Dirga pun membawa barang-barangnya dan berlalu dengan raut wajah sedihnya.
Digelapnya malam Dirga terus berjalan.
''Gimana cari kerjaan lagi, mana itu kerjaan yang paling cocok''ucap Dirga dengan kesialannya malam ini.
Tolongg
Dirga yang tengah berjalan menghentikan langkah kakinya.
''Siapa yang meminta tolong dimalam-malam seperti ini''ujar Dirga yang pikir nya hanya salah dengar saja dan melanjutkan jalannya.
''Tolonggg siapapun itu tolongg''tolong seseorang.
Dammmm
''Suara itu?''ujar Dirga yang tidak asing saat mendengar suara dari arah jalan yang sepi dengan kegelapan yang membuat siapa saja takut dengan suasana jalan di sana.
__ADS_1
Dengan cepat Dirga berjalan kearah suara itu dengan langkah lebarnya dan sedikit berlari.
''Lepaskan dia''teriak Dirga saat sudah melihat seorang wanita tengah di rampok oleh empat pria.
''Hah ternyata ada pria lembek yang so berani Bos, mana pakaiannya cupu gitu lagi''ujar salah satu dari pria jahat itu.
''Hahah gampang soal dia sekali jetok pasti mampus''ujar bosnya.
Dan tidak lama pertarungan ,empat lawan satu pun di mulai dengan gesit Dirga menangkis semua pukulan yang mengarah pada nya.
Empat lawan satu pun akhirnya di menangkan oleh Dirga, dengan keringat bercucuran didahinya.
Jangan kalian merendahkan kemampuan orang jika kemampuan kalian masih dibawahnya dan berakhir kalah itu lah rasa kesalnya.
''Pergi gak kalian''sentak Dirga dengan tatapan tajamnya menghunus ke arah empat pria jahat itu.
Keempat pria itu berlari terseol-seol dengan rasa sakit yang dirasakan ditubuhnya masing-masing.
''Kamu gak papa?''tanya Dirga.
Wanita itu posisinya tertunduk dengan wajah di masukkan kebagian belahan kakinya.
Mendengar suara yang tidak asing baginya,wanita itu mendongakkan wajahnya melihat orang dihadapannya.
__ADS_1