Dokter Jenius Istri Dewa Perang

Dokter Jenius Istri Dewa Perang
Bocah yang Terluka.


__ADS_3

Kemarin, di ruang Laboratorium di Zaman Modern Ameera berada, sebelum dia berada saat ini.


Ameera jatuh pingsan setelah menyuntikan Obat hasil pengembangan mereka. Dan Dokter sudah menyatakan jika dia meninggal dunia. Namun tiba tiba dia terbangun, lalu membuka matanya dan sudah berada disini.


Tiba tiba ingatannya seperti berputar. Beberapa bayangan, lalu beberapa ingatan yang bukan miliknya berperang kemudian menyatu dengan ingatan miliknya.


Sejak usia kecil Ameera ini sudah mencintai dan terobsesi sepenuhnya dengan Raja Han Carl, Raja Muda Penerus Raja Utama di Kerajaan Red ini. Saat usianya genap Dua Puluh tahun, dia menghadiri jamuan makan malam besar yang diadakan di Paviliun Red. Demi obsesinya dia mulai berencana, menjebak Raja Han dengan perbuatan tidak senonoh pada dirinya. 


Mereka tertangkap pihak Istana dan diadili oleh Yang Mulia Sang Baginda Utama. Lalu mau tidak mau mereka terpaksa dinikahkan.


Ameera begitu senang. Keinginannya menjadi istri Raja Han Carl akhirnya terwujud. Ternyata Dia terlalu percaya diri. 


Sayangnya, setelah menikah,bahkan dalam satu tahun ini, seberapapun keras usaha Ameera untuk mendapatkan hati Raja Han adalah sia sia. Raja Han bahkan tidak menghiraukannya dan begitu menatap jijik padanya.


Keegoisannya membawanya pada sebuah penderitaan yang menyedihkan, dan berujung malapetaka pada dirinya sendiri. Keputus asaannya membuatnya memilih untuk mengakhiri nyawanya sendiri karena tidak tahan atas penghinaan Raja Han Carl yang sudah berhasil membuat hatinya hancur berkeping keping. 


Lalu Ameera ini, sebagai seorang Dokter di bidang Jurnal dan Juga kesehatan, dan juga ahli Pengobatan sekaligus Virus,meskipun dia belum pernah berpacaran satu kali pun dalam hidupnya, dengan merasakan rasa sakit seperti robek di bagian sensitifnya saat ini, dia bisa mengetahui pasti jika sebelum kematiannya sang pemilik asli tubuh ini telah mendapatkan perlakuan seksual kasar dari seseorang. Dia semakin yakin ketika sisa ingatan dari pemilik tubuh asli ini menegaskan demikian dalam otaknya.


Ameera menghela nafas. Dari saat ia menjadi Dokter Jenius dan sekarang dia menjadi permaisuri Raja di Zaman entah apa ini, dia hanya menyayangkan satu hal saja, dia tidak bisa melanjutkan penelitiannya di bidang Jurnal medisnya, melanjutkan penelitian terhadap Virus baik ciptaannya yang hampir berhasil ia aplykan pada manusia.


Ini tidak bisa dicerna akal otaknya, kejadian ini di luar ilmu ilmiah yang ia kuasai. Jiwanya melintasi Dimensi seperti di film film fantasi barat atau novel novel fantasi yang sempat ia Tonton dan baca. 


Melintasi waktu? Menembus Dimensi? Ini sungguh Mustahil. Tapi ini nyata dan bukan sekedar bermimpi. Ameera Beberapa kali menepuk pipinya bahkan mencubit lengannya untuk memastikan jika ini bukanlah Mimpi.


Dia mendengus sekarang, pandangannya memutari sekeliling. Semua nampak asing baginya, tapi tidak untuk ingatannya. Bahkan sisi lain dari ingatannya, bisa mengingat jelas tempat ini. Lalu ingatan kejadian semalam tiba tiba tergambar jelas.


Sial! Ameera mengumpat kesal. Bagaimana bisa menyasar kemari? Ini sebuah keajaiban atau bagaimana? Apakah Dimensi Dunia benar benar ada? 

__ADS_1


Ameera sedikit menyesal karena selama hidupnya hanya fokus pada Dunia Medis Dan Jurnal. Kalau saja dia juga belajar tentang magis atau Dimensi? 


Ah, baiklah! Lagi lagi dia mendengus. 


Situasi ini tidak terlalu ia khawatirkan. Sebaliknya Ameera berpikir bagaimana caranya dia bisa kembali ke dunianya, ke zaman modern ? Kembali ke ruang laboratorium dan ingin kembali melanjutkan penelitiannya hingga cita citanya menjadi seorang Doctor Profesor bisa tercapai. Bisa kemari artinya bisa kembali. Tapi bagaimana caranya?


Ameera mengeluh, kehilangan begitu banyak darah tubuh ini membuat kepalanya sangat pusing. Jadi dia tidak ingin memikirkan apapun dulu untuk saat ini. Dia kembali ke Ranjang dan tidur untuk memulihkan kondisi tubuh barunya ini.


Entah sudah jam berapa, karena disini memang tidak ada jam untuk petunjuk waktu, terdengar suara jeritan keras dan kesakitan dari luar sana. 


"Cepat pergi Panggil Tabib! Tolong putraku!"


Dari balik pintu, Suara penuh kepanikan dan cemas dari Bibi Zhu. 


Ameera berpegangan dengan sisi meja untuk berdiri. Melangkahkan kakinya yang lemah untuk mengintip apa yang terjadi di luar sana. 


Melihat kondisi seperti itu, Ameera tidak memperdulikan keadaan dirinya. Segera menghampiri mereka dan melarang Bibi Zhu untuk jangan mencabut Benda itu.


"Jangan lakukan!" 


Bibi Zhu terkejut dan menoleh. "Jangan ikut campur Permaisuri! Sebaiknya kau pergi saja!" Usir Bibi Zhu.


Ameera melihat sekilas dan merasa sedikit lega, benda itu sebuah paku. Tidak tertancap tepat di bola mata, namun hanya di sudut mata. Tapi jika dicabut secara paksa, bisa melukai kornea mata. Itu bisa menyebabkan infeksi.


Ameera menarik cepat tangan Bibi Zhu, lalu berbicara lembut, "Aku butuh Penjepit, kapas, jarum suntik, Alkohol, dan kotak P3K, bisakah kau mencarikan untukku? Cepat!"


Bibi Zhu mendorong Ameera dan berkata dengan marah. "Jangan menyentuh Putraku!"

__ADS_1


"Kamu mau menunggu Tabib datang? Ini akan terlambat, " 


Bibi Zhu tidak ingin mendengar Ameera melanjutkan ucapannya lagi, menarik kasar dan mendorong kuat Ameera ke dalam kamarnya hingga dia jatuh di lantai.


Ameera meratap, kata kata dingin dan pedas kembali terngiang di telinganya.


"Jangan menganggap dia siapa siapa. Anggap saja dia hanyalah Anjing Peliharaan Istana ini!"


Mengingat ucapan Raja Han Carl seperti itu, Tentu saja Para pelayan dan seluruh orang akan menganggapnya hanya seekor anjing yang tidak patut dihormati.


Ameera perlahan bangun dan berbaring kembali di ranjang. Suara tangisan bocah laki laki berusia sekitar sepuluh tahun itu semakin menjauh, sepertinya dibawa ke tempat lain yang lebih jauh.


Ameera termenung, jika pengobatan itu tertunda, itu akan berakibat fatal. Jangan membicarakan luka, tapi nyawa bocah itu bisa melayang akibat infeksi.


Ameera bukan mempunyai hati yang empati, tapi sebagai seorang Dokter ahli kesehatan, melakukan penelitian tentang obat obatan dan Penelitian Virus, jiwanya menjadi tergugah.


Dia berasal dari keluarga Dokter. Seluruh anggota keluarganya adalah seorang Dokter, dan orang tua menanamkan hal baik. Topik pembicaraan mereka adalah tentang Tanggung Jawab Seorang Dokter dan tentang cara pengobatan seorang Dokter.


Di Mata keluarga Mereka, mengobati orang adalah panggilan jiwa.


Mereka terus berlatih dan menghabiskan sisa waktu mereka untuk melakukan hal tersebut.


Ameera kini termenung, memikirkan bagaimana nasibnya jika terus berada disini. Disini bukan tempatnya. Sungguh tidak pantas baginya. Dia adalah Dokter terhormat. Dokter yang begitu disanjung dan dihormati, sedangkan disini? Dia adalah Permaisuri. Wah! Sebenarnya itu hebat. Sialnya, pemilik tubuh ini sepertinya memiliki dosa besar yang tidak bisa dimaafkan. Sehingga mereka sangat membencinya.


Dosa apa yang sebenarnya diperbuat? Arumi juga mempertanyakan hal ini. Dia mencoba memainkan ingatan milik tubuh ini untuk mengetahui permasalahan yang sebenarnya. Tapi itu tidak berhasil.


Ameera cukup lelah, hingga terlelap. 

__ADS_1


___


__ADS_2