Dokter Mafia Kejam!

Dokter Mafia Kejam!
Bab 12 - Hadiah


__ADS_3

Brooklyn, 30 November 2009...


...✫✫✫...


Bill meletakkan tiga toples berisi ginjal kepada Ron. Dia dan yang lain telah kembali ke markas.


"Ini hadiah dariku untukmu, Bos!" seru Bill antusias.


Karena ulah Bill, The Joker ketakutan. Mereka bersedia untuk bekerjasama kembali bersama Tiger Danger. Selain itu, mereka juga berjanji hanya akan bekerjasama dengan kubu mafia milik Ron.


Kabar tersebut dibawakan Winter dan Five kepada Ron. Sekarang keduanya sedang berada di ruangan bersama Bill.


Ron tercengang menyaksikan tiga toples berisi organ tubuh yang tidak diketahuinya apa. Dia menilik organ tersebut untuk mencari tahu.


"Itu ginjal, Bos. Aku yakin itu memiliki harga tinggi di pasar gelap," cetus Bill memberitahu.


"Gi-ginjal? Bagaimana..." Ron kehabisan kata-kata. Karena dirinya tidak pernah mempunyai anggota seperti Bill sebelumnya.


"Bill yang melakukannya, Bos. Aku rasa pendidikan yang ditempuhnya tidak sia-sia. Aku dan Five bahkan melihatnya membedah perut seseorang dengan mata dan kepala kami sendiri," ucap Winter panjang lebar.


"Ya, itu hal tergila yang pernah kulihat. Aku mungkin sering melihat jasad manusia, tapi tidak dengan organ-organ dalam tubuh manusia yang hidup," sahut Five. Sekarang dia dan Winter kagum kepada Bill. Keduanya tidak menyangka rencana lelaki itu bisa berhasil.


Ron terdiam. Dia menatap serius ke arah Bill yang sejak tadi melipat tangan di dada. Menyunggingkan senyuman arogan. Ia menikmati cerita Winter dan Five yang dianggapnya sebagai pujian.


Perlahan Ron berdiri. Kemudian melangkah menghampiri lemari tempat lusinan botol berisi sampanye diletakkan. Ron mengambil salah satu. Dia langsung menuangnya ke dalam sebuah gelas.


"Winter! Bisakah kau dan Five meninggalkan aku dan Bill berduaan?" imbuh Ron yang langsung dilakukan Winter dan Five tanpa pikir panjang. Kini hanya ada Bill dan Ron di dalam ruangan. Ron segera memutar tubuhnya. Kembali memancarkan tatapan serius.


"Apa sekarang kau setuju untuk menghentikan bisnis perdagangan manusia? Aku siap melakukan pekerjaanku ini, Bos." Bill berucap dengan percaya diri.


Ron menarik sudut bibirnya ke atas. Dia berjalan ke hadapan Bill. "Aku tahu kau berhasil membuat The Joker kembali bekerjasama denganku, tapi bukan berarti aku menyukai caramu, Bill. Aku justru semakin meragukanmu," tukasnya.

__ADS_1


"Meragukanku? Apa yang aku lakukan masih belum cukup?!" Bill tak menduga Ron akan memberikan reaksi seperti itu.


"Apa yang kau lakukan itu adalah pemberontakan." Ron bicara dengan aura mengancam. Sosoknya yang serius dan tegas, membuat siapapun merasa ciut saat bicara dengannya. Kecuali Bill. Ia sudah menganggap Ron seperti kakaknya sendiri. Itulah alasan Bill seringkali bicara santai dengan Ron.


"Dan pemberontakan tidak jauh berbeda dengan pengkhianatan," sambung Ron. Lalu menghabiskan sampanye dari dalam gelas.


"Aku sudah mencoba memberitahu semua orang mengenai rencanaku. Tapi tidak ada yang mau mendengar! Itulah alasan aku melenceng dari rencana Winter. Lagi pula rencana Winter terlalu lemah. Rencananya hanya ingin bicara saja dengan para The Joker." Bill melakukan pembelaan terhadap dirinya sendiri.


"Itu karena Winter tahu kalau para anggota The Joker tidak cukup kuat melawan kita," sahut Ron.


"Bos, aku sudah bersumpah akan setia kepadamu sejak kecil. Aku tidak akan pernah mengkhianatimu!" Bill menegaskan.


"Aku akan mengawasimu," balas Ron. "Tapi aku akan membiarkanmu melakukan pekerjaan terkait organ manusia ini. Jika sukses besar, maka aku akan berhenti melakukan perdagangan manusia," lanjutnya. Membuat pupil mata Bill sontak melebar.


"Percayalah! Bisnis ini akan sukses besar, Bos. Karena saat manusia mengalami sakit, mereka akan melakukan apapun agar bisa kembali sehat. Termasuk membeli organ tubuh secara ilegal," ujar Bill dengan seringai yang terukir di wajah.


Ron balas tersenyum miring. Dia memutar bola matanya sejenak.


"Sebentar lagi 2010. Piala dunia akan di mulai. Apa kau berniat ingin bertaruh lagi? Jujur saja, para bos mafia banyak menanyakan hal tentangmu. Mereka ingin membelimu dariku," imbuh Ron.


Bill tersenyum singkat dan berkata, "Apapun yang terjadi, aku akan berada di pihakmu, Bos. Jadi itulah alasan kau meragukanku? Kau sebenarnya khawatir aku akan pergi ke kubu mafia lain bukan?"


"Cih! Tidak usah terlalu percaya diri. Padahal kau baru satu kali melakukan misi selama tinggal di sini!"


"Setelah ini akan lebih sering! Apalagi kalau bisnis baru kita berjalan lancar. Dan mengenai piala dunia, apa kau ingin mendengar prediksi dariku?"


"Kau mau memprediksi dari sekarang? Piala dunianya masih lama. Kita bahkan tidak tahu siapa yang akan--"


"Belanda dan Spanyol! Ingatlah, Bos. Dua negara itulah yang akan bertanding di final dalam piala dunia 2010," potong Bill. Kemudian pergi begitu saja. Ron hanya bisa terperangah menyaksikan sikap pongah dari Bill.


...***...

__ADS_1


Bill dalam perjalanan menuju ruang bawah tanah. Dia ingin memeriksa para tawanan The Joker. Namun Lexy tiba-tiba mencegat.


"Kenapa?" tanya Bill.


"Masuklah!" Lexy mendorong Bill masuk ke sebuah ruangan. Akan tetapi Bill bertahan.


"Kau mau apa, Lex?! Kau tidak akan membunuhku kan?!" tanya Bill.


"Diamlah dan masuk! Rylie menunggumu!" sahut Lexy.


"Rylie?" dahi Bill berkerut. Saat itulah Lexy berhasil mendorongnya masuk ke dalam ruangan. Ruang yang tampak seperti tempat interogasi. Bedanya, di sana tidak ada kaca tembus pandang yang tersembunyi.


"Apa kau mau memeriksa para tawanan The Joker?" Rylie langsung melempar pertanyaan ketika Bill sudah masuk.


"Ya. Aku--"


"Mereka semua menyedihkan. Terutama seorang lelaki bernama Gavin. Aku dengar dia dijadikan budak oleh para The Joker." Rylie sengaja lebih dulu bicara. Memberi penjelasan dengan cepat.


"Benarkah? Aku akan--"


"Lupakan itu! Kau bisa memeriksanya nanti saja!" Rylie lagi-lagi memotong ucapan Bill. Kemudian menarik kerah baju lelaki tersebut. Meluma-t bibir Bill dengan mulutnya.


Mata Bill membola. Dia tak menyangka Rylie akan memberikan ciuman panas. Bill lantas mendorong perempuan tersebut karena menginginkan penjelasan.


"Apa maksudnya ini, Rylie? Apa kau menyukaiku? Ayahmu akan semakin membenciku kalau mengetahuinya!" ucap Bill.


"Aku tidak menyukaimu! Anggap ini sebagai hadiah atas keberhasilanmu di misi The Joker. Aku dengar kau membuat para anggota The Joker ketakutan," terang Rylie. Dia mendorong Bill hingga terduduk ke sebuah kursi kayu. Kemudian duduk ke atas pangkuan lelaki itu. Rylie melepas pakaian atasannya. Bra berwarna merah menyala kini terlihat membalut buah dadanya.


Bill tersenyum miring. Dia tentu tidak menolak hadiah khusus dari Rylie. Mereka kembali bercumbu untuk yang kedua kalinya.


Di depan pintu, Lexy bertugas berjaga. Di salah satu tangannya, dia menggenggam ujung pisau.

__ADS_1


Itulah yang bisa Lexy lakukan agar tak peduli dengan suara erangan Bill dan Rylie. Ia bahkan memasang raut wajah garang. Tangannya perlahan mulai berlumuran dengan darah. Menetes satu per satu ke lantai.


__ADS_2