Dokter Mafia Kejam!

Dokter Mafia Kejam!
Bab 14 - Tidak Semudah Itu


__ADS_3

...✫✫✫...


"Resikonya terlalu besar, Bill. Melawan seorang kepala anggota kepolisian tidak semudah itu," kata Ron. Dia melangkah menuju mobil.


Bill lantas mengikuti. Untuk melancarkan balas dendamnya, dia tentu membutuhkan bantuan Ron.


"Aku tahu! Tapi aku akan melakukannya dengan pelan. Aku berjanji akan bertanggung jawab jika ada masalah yang terjadi," ungkap Bill. Dia berusaha menyamakan langkahnya dengan Ron.


"Apa kau bisa sesabar itu? Kalau misalkan aku berada di posisimu, yang aku inginkan adalah cepat-cepat membunuh. Lagi pula, kau belum sehebat itu, Bill." Ron berhenti melangkah di depan mobil. Dia membenamkan tatapan serius.


"Aku punya pikiran berbeda mengenai dendamku. Aku pastikan akan memberikan siksaan pada semua keluarga Owens," sahut Bill bertekad.


Ron menarik sudut bibirnya ke atas. Dia dapat menyaksikan kesungguhan Bill.


"Baiklah kalau itu maumu. Aku akan membantu. Tapi dengan satu syarat. Jangan pernah libatkan aku dan anggota Tiger Danger terkait dendammu itu. Kau ingin mendekati keluarga Owens terlebih dahulu bukan? Lakukanlah sendiri!" tegas Ron. Dia masuk ke mobil dan menutup pintu. Tepat sebelum Bill sempat menanggapi perkataannya.


"Dengar itu, Bill. Lakukan sendiri!" Winter menepuk pundak Bill. Dia segera masuk ke mobil.


Dari belakang, Five terlihat bersama Saga. Dia langsung menghampiri Bill. Lalu memegang pundak lelaki tersebut.


"Satu juta dollar!" ujar Five sembari membuka lebar telapak tangan.


"Sial! Kau memperburuk suasana hatiku, Five!" omel Bill.


"Kalau begitu, jangan harap aku mau menjagakan Saga untukmu lagi!" balas Five. Dia masuk ke mobil. Meninggalkan Saga bersama Bill.


Bersamaan dengan itu, Thomas dan Selena terlihat baru keluar dari stadion. Perhatian Bill segera tertuju ke arah mereka. Ada sepercik rasa tidak sabar yang muncul dalam dirinya. Namun setelah mengingat kejadian sebelumnya dengan The Joker, Bill memilih mengurungkan niat.


Melihat Bill termangu dan tidak kunjung masuk, Ron merasa kesal. Dia tidak suka menunggu.


"Tinggalkan saja!" perintah Ron.


Winter dan Five saling bertukar senyuman licik. Winter lantas menginjak pedal gas. Saat itulah Bill sadar kalau dirinya dan Saga ditinggalkan.


"Bos!" panggil Bill yang merasa tak percaya. Dia menoleh ke arah Saga. "Saga!" serunya mendesak.


Seakan mengerti, Saga langsung berlari mengejar mobil yang dikemudikan Winter. Sedangkan Bill mengejar dari belakang.

__ADS_1


Karena jangkauan Saga lebih besar, dia dapat mengejar dengan mudah. Larinya juga sangat cepat. Hingga dalam sekejap Saga berhasil naik ke atas kap mobil Ron.


Winter reflek menginjak rem. Dia, Five, dan Ron dibuat kaget dengan kemunculan Saga yang tiba-tiba melompat ke atas kap mobil.


"Sial!" Five sampai mengumpat.


"Ternyata ada manfaatnya juga memelihara binatang buas," komentar Winter.


Bill memanfaatkan waktu untuk membuka pintu belakang mobil. Ia menyuruh Saga masuk terlebih dahulu. Kemudian barulah dirinya. Bill duduk di kursi belakang bersama Ron. Tatapan sinis langsung menghujaninya dari ketiga orang di mobil.


"Apa aku pantas mendapatkan ini? Bukankah kita menang taruhan karena aku?" cetus Bill.


"Kau menyebalkan, Bill!" cibir Five. Mobil segera kembali dijalankan Winter.


...***...


Bill tidak ikut merayakan pesta kemenangan bersama Ron dan yang lain. Dia memilih menyelesaikan misinya terkait bisnis barunya.


Seperti yang sudah disebutkan. Ada pelanggan yang memesan organ tubuh. Jadi Bill harus mencari korbannya terlebih dahulu. Dia ditemani oleh Lexy dan Saga. Mereka menggunakan mobil pengangkut barang.


"Apa itu?" tanya Bill. Atensinya tertuju ke arah plastik yang dibawa oleh Lexy.


"Hadiah," jawab Lexy.


Bill tersenyum lebar. Dia yakin Lexy pasti ingin memberikan benda yang disebut hadiah itu untuknya. Sebab Bill selalu curiga dengan tatapan Lexy terhadapnya. Ia merasa Lexy menyukainya.


"Terima kasih, Lex. Padahal hari ini--"


"Saga! Aku punya sesuatu untukmu," ucap Lexy. Memotong perkataan Bill. Dia mengeluarkan sebuah boneka ayam dari plastik. Wajah boneka itu ditempeli dengan gambar wajah Bill.


Tangan Bill yang tadinya terulur, perlahan menurun. Raut wajahnya jadi kecewa.


"Apa-apaan itu?" Bill menuntut jawaban.


"Bukan apa-apa. Aku hanya memberikan 'chicken' untuk Saga." Lexy menyerahkan bonekanya kepada Saga. Menekankan kata chicken saat bicara. Dalam bahasa Inggris sendiri chicken bisa di istilahkan untuk seorang pengecut.


Saga langsung menggigit boneka pemberian Lexy. Ketika dia menggigit dengan kuat boneka itu, maka ada suara menggemaskan yang keluar.

__ADS_1


"Apa kau sengaja mengejekku? Chicken kau bilang?" tukas Bill.


"Kau bicara apa? Aku tidak mengejekmu." Lexy berkilah sembari menjalankan mobil. Memang semenjak Bill dan Rylie bercinta, rasa benci perlahan mengikis rasa suka Lexy. Lexy hanya ingin mencaci maki Bill. Bahkan dengan cara kecil sekali pun.


"Entah kenapa aku merasa--" ucapan Bill harus terpotong saat Saga memperdengarkan bunyi bonekanya. Mata Bill langsung mendelik ke arah Saga. Meskipun begitu, dia tidak mengatakan apapun.


Tak lama kemudian, Bill dan Lexy tiba di tempat tujuan. Mobil mereka berhenti di bawah pohon besar. Kebetulan lokasi yang mereka tuju adalah hutan.


"Kami sudah sampai. Sekarang aku dan Bill harus kemana?" Lexy bertanya kepada James. Lelaki tersebut memandu lewat panggilan earphone.


"Temukan sebuah kabin! Maka kalian juga bisa menemukan mereka," sahut James dari seberang telepon. Dia memang bertugas mencari tahu lebih dulu dengan menggunakan keahlian hackingnya.


Bill dan Lexy segera turun dari mobil. Begitu pun Saga. Harimau itu terlihat tidak berhenti menggigit bonekanya.


"Saga, sebaiknya kau lepaskan boneka itu!" Bill mencoba merebut boneka yang ada dalam mulut Saga. Namun binatang tersebut sigap menghindar. Pertanda Saga tidak mau bonekanya diambil.


"Saga!" geram Bill. Dia perlahan memelototi Lexy. "Bisakah kau lakukan sesuatu? Boneka itu mengeluarkan bunyi! Misi kita bisa gagal, Lex!" katanya.


Lexy memutar bola mata jengah. Dia menghampiri Saga. "Berjanjilah untuk tidak membunyikan boneka itu saat kita tiba di kabin. Mengerti?" imbuhnya. Lalu memberi belaian lembut ke kepala Saga.


"Sudah. Ayo kita pergi!" Lexy beranjak lebih dulu.


"Hanya begitu? Saga bahkan belum melepas bonekanya!" protes Bill.


"Oh my god. Semua korbanmu pasti akan terkejut melihat kecerewetanmu itu, Bill." Lexy tak peduli. Dia tetap melangkah maju. Saga otomatis mengikuti. Hingga Bill ditinggalkan sendirian. Alhasil lelaki tersebut buru-buru menyusul.


Bill dan Lexy berjalan sampai menemukan sebuah kabin. Keduanya harus bersembunyi ketika melihat para kelompok The Eve sedang berkumpul mengelilingi api unggun.


"Mereka sangat sangar. Tapi kenapa nama geng mereka The Eve?" ujar Bill dengan nada pelan.


"Kau yakin kita bisa mengalahkan mereka? Kita berdua dan mereka berlima!" tanya Lexy yang tak mau membahas topik tidak penting berlama-lama. Dia dan Bill mengintip dari kejauhan.


"Kita bertiga," sahut Bill sambil melirik ke arah Saga. Lexy lantas ikut menoleh ke arah hewan tersebut. Bukannya terlihat sangar, Saga justru tampak menggemaskan seraya mengemut boneka beruang. Dia duduk tegak dan tidak bisa menahan diri memainkan bonekanya.


"Saga! Boneka itu bisa--" Bill berhenti bicara saat boneka Saga mendadak berbunyi. Dia dan Lexy membulatkan mata.


Para The Eve langsung menatap ke sumber suara. Mereka melihat ke arah Bill, Lexy dan Saga berada!

__ADS_1


__ADS_2