
...✫✫✫...
Bill telah diterima untuk bekerja di rumah sakit besar. Baru satu minggu bekerja, dia sudah dikagumi banyak orang. Bagaimana tidak? Keahlian Bill dalam melakukan operasi sangat hebat. Apalagi setelah dia diketahui bisa melakukan operasi paling sulit. Beberapa dokter yang sudah profesor bahkan mengakui kehebatannya.
Karena keahlian mumpuninya, Bill masuk ke dalam kelompok dokter yang ditugaskan mengoperasi petinggi politik. Karir Bill di dunia kedokteran semakin diakui.
Semenjak menjadi dokter, keseharian Bill semakin padat. Dia juga tidak lupa dengan bisnis ilegalnya yang masih berjalan.
Sambil merintis karirnya, Bill juga mengurus perihal rencana balas dendamnya. Dia selalu meluangkan waktu agar bisa menemui Thomas dan Selena. Bill bahkan sudah diperkenalkan Thomas ke lingkaran pertemanannya. Lelaki tersebut bangga memiliki teman yang berprofesi sebagai dokter.
Sementara Selena, dia cenderung ingin memiliki Bill. Hingga hubungan rahasia mereka lakukan tanpa sepengetahuan orang lain. Termasuk Thomas sendiri.
Sekarang Selena sedang berada di apartemen Bill. Keduanya bersenggama di atas ranjang. Tanpa mengenakan satu helai benang pun di tubuh mereka. Bill memaju mundurkan pinggul sambil terengah-engah.
"Bill! Akh! Oh God! Akh!" Selena meracau tidak jelas karena hentakan yang diberikan Bill di organ intimnya.
"Do you like it, Baby?... Hah... Hah..." Bill bertanya dengan nafas yang tersengal-sengal.
"Oh yes, Baby!" Desa-han Selena kian menjadi-jadi. Dia dan Bill sudah bercinta selama setengah jam lebih.
Ponsel Bill tiba-tiba berdering. Itu terus berbunyi berulang kali. Bill yang sedang asyik bercinta, tentu memilih mengabaikan dering ponselnya.
Ketika sudah mencapai puncak kenikmatan, barulah Bill berhenti. Dia segera beranjak untuk mengambil ponsel. Namun Selena sigap menghentikan. Wanita itu memegangi tengkuknya dan mencium bibir Bill.
"Aku rasa sudah cukup." Bill mendorong Selena. Penolakannya membuat raut wajah Selena cemberut.
"Tapi aku masih belum cukup. Ayo kita lakukan satu ronde lagi," pinta Selena seraya melihat Bill mengenakan celana pendek.
__ADS_1
Bill tidak menjawab. Dia terlihat sibuk dengan ponsel. Bill menemukan ada banyak panggilan tak terjawab dari teman-teman mafianya.
Tanpa pikir panjang, Bill beranjak ke balkon. Dia tentu tidak akan membiarkan Selena mendengar pembicaraannya. Sebelum itu, Bill menyempatkan diri untuk mengecup puncak kepala Selena. Ia terpaksa melakukannya karena memerlukan kepercayaan wanita itu untuk melakukan balas dendam.
"Kau kemana, Babe?" tanya Selena. Ketika Bill pergi setelah memberinya ciuman.
Bill lagi-lagi tidak menanggapi. Lelaki tersebut pergi ke balkon dan menghubungi Winter.
"Kau kemana saja?! Five sekarat!" seru Winter. Langsung bicara ke intinya.
"Apa?! Bagaimana bisa?" Bill merasa tak percaya.
"Cepat kemari!" desak Winter. Dia terdengar panik.
"Kenapa kalian tidak membawanya ke rumah sakit?!"
Bill bergegas mengenakan pakaian. Dia tak punya waktu untuk membersihkan diri karena nyawa Five adalah yang terpenting.
"Kau mau kemana?" tanya Selena yang melihat Bill sudah mengenakan pakaian.
"Ada operasi mendadak. Kau bisa tinggal di sini kalau mau. Aku harus pergi sekarang. Sampai jumpa nanti, oke." Bill selalu bertutur kata lembut kepada seluruh wanita sasarannya. Begitulah cara dia menipu para wanita dengan mudah.
...***...
Bill berlari memasuki markas. Lexy segera menuntunnya menuju ruang dimana Five berada.
Jujur saja, ada banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan Bill, tetapi nyawa Five adalah hal utama. Jadi dia memilih melakukan operasi terlebih dahulu.
__ADS_1
"Lexy! Kau harus menjadi asistenku!" ujar Bill. Dia yang tidak pernah punya asisten saat melakukan operasi di markas, memerlukan jasa asisten. Sebab dalam operasi untuk menyelamatkan nyawa manusia, seorang dokter akan kesulitan bekerja sendiri. Mereka tidak bisa fokus bila mengerjakan semuanya sendirian.
"Aku? Tapi aku tidak bisa--"
"Kau mau teman kita mati?!" potong Bill. Memaksa Lexy untuk setuju. Gadis itu lantas terpaksa mengangguk.
Proses operasi dilakukan oleh Bill. Dia membelah beberapa bagian tubuh dimana peluru berada.
Lexy bertugas mengambilkan peralatan medis yang diperlukan Bill. Operasi berjalan lancar hingga semua peluru sukses dikeluarkan dari tubuh Five. Kini hanya perlu menunggu lelaki itu sadar.
"Gila! Ada lima peluru yang ada di tubuhnya," ucap Lexy sambil melihat ke peluru yang sudah terkumpul di wadah.
"Apa yang terjadi kepada Five?" tanya Bill.
"Seperti biasa. Dia nekat keluar dari persembunyian untuk melempar bom ke arah musuh," jawab Lexy sembari menatap Bill. Dia selalu suka melihat lelaki itu serius dan melakukan keahliannya.
Debaran di jantung Lexy kembali. Tetapi dia langsung membuang muka dan menyadarkan diri. Lexy tak mau jatuh lagi dalam pesona lelaki seperti Bill.
"Bill!" Rick mendadak datang.
"Kenapa?" tanya Bill.
"Bos ingin bertemu denganmu," kata Rick.
Bill buru-buru menemui Ron. Saat tiba di ruangan bosnya itu, dia melihat sosok tidak asing.
"Halo, Bill? Bagaimana kabar Saga?" tanya sosok tersebut. Wajahnya terlihat pucat. Sesekali dia batuk.
__ADS_1