Dokter Mafia Kejam!

Dokter Mafia Kejam!
Bab 26 - Langkah Dendam Kedua


__ADS_3

...✫✫✫...


Nafas Bill tersengal-sengal. Dia memang sangat ingin menghabisi Matilda sekarang. Akan tetapi Bill berpikir dirinya mungkin masih memerlukan wanita itu untuk rencana lain. Atau bisa saja ada rahasia lain yang masih belum Bill ketahui.


Matilda merintih kesakitan. Air matanya yang menetes memberikan rasa perih lebih banyak saat menyentuh luka di pipi. Sedangkan Bill sama sekali tak peduli akan hal itu. Ia justru beranjak dari ruangan Matilda berada. Begitu pun Saga yang selalu setia menemani Bill.


"Besok akan jadi hari yang melelahkan, Saga..." ujar Bill. Besok dia akan bersiap pergi liburan bersama Selena dan Thomas. Sasaran Bill selanjutnya.


Kali ini Bill meminta bantuan Winter dan Five. Mengingat hubungannya dengan Rylie maupun Lexy sedang rumit. Hanya masalah yang ada jika dirinya nekat mengajak dua perempuan tersebut pergi.


Satu hari berlalu. Bill berjanji akan menemui Selena dan Thomas di bandara. Mereka akan menaiki jet pribadi milik Joseph.


Sekarang Bill sedang dalam perjalanan menuju bandara. Dia mengenakan kemeja garis-garis berwarna hitam putih, yang dilengkapi dengan celana panjang hitam.


Ponsel berdering. Bill mendapatkan panggilan telepon dari Winter.


"Kami sudah di California!" ujar Winter dari seberang telepon.


"Bersiaplah. Sebentar lagi kami akan berangkat," tanggap Bill.


"Oke, Bro. Jangan lupakan bayaran dua kali lipatnya. Kau tahu aku dan Five adalah ahlinya melakukan--" ucapan Winter terputus karena Bill memilih mematikan panggilan telepon. Sikapnya benar-benar berubah drastis. Jadi dingin dan sama sekali tidak berminat membual lagi seperti sebelumnya. Dendam yang dimiliki Bill merupakan sesuatu yang sangat serius baginya. Mungkin itulah alasan Bill tempo hari juga nekat menggauli Lexy.


Sesampainya di bandara, Bill bertemu dengan Selena dan Thomas. Ternyata mereka tidak hanya berduaan. Ada satu teman Selena, dan dua orang teman Thomas. Bagi Bill, jelas mereka adalah penghambat. Meskipun begitu, tekad dia untuk menjebak kedua anak Joseph sudah bulat. Apapun rintangan itu, dirinya tidak akan menghapus rencana yang sudah tersusun rapi.


"Sejak kemarin ibu belum pulang ke rumah. Kali ini pertengkarannya dengan ayah pasti rumit," celetuk Selena sembari bermain ponsel.


"Lupakanlah. Kau tahu ibu sering begitu. Aku yakin dia pasti pulang." Thomas menyahut perkataan Selena.

__ADS_1


"Ibumu belum pulang?" tanya Bill. Berpura-pura tidak tahu.


"Iya. Dia pasti merasa kesal lagi dengan ayahku. Kau tahu betapa sibuknya seorang Joseph Owens bukan? Dia seolah melupakan istri dan anaknya sendiri," jawab Selena.


"Apa mereka sering bertengkar?" Bill memastikan.


"Ya, aku rasa begitu. Yang jelas akhir-akhir ini mereka jarang bicara," sahut Selena. Dia, Bill, dan yang lain segera menaiki pesawat.


...***...


Bill dan kawan-kawan sudah tiba di California. Mereka langsung istirahat di sebuah hotel mewah yang berada tidak jauh dari pantai. Rencananya mereka akan jalan-jalan menggunakan perahu pesiar.


Bill mengambil ponsel. Lalu menghubungi Winter. Memberitahukan bahwa dia dan yang lain akan pergi dengan kapal pesiar.


"Kami akan bersiap," kata Winter.


"Kau sangat berubah, Bill. Apapun yang terjadi, aku harap Bill yang dulu bisa kembali. Aku merasa tidak punya--" Bill lagi-lagi mematikan telepon lebih dulu. Dia sekarang tidak butuh kalimat sentimental. Hal yang ingin dilihat Bill sekarang adalah kesengsaraan keluarga Owens.


Setelah beristirahat, Bill dan yang lain pergi mendatangi pantai. Mereka segera naik ke kapal pesiar yang telah disiapkan.


Dalam sekejap, kapal mulai berjalan mengarungi lautan. Terlihat ada dua awak kapal yang berada di ruang kemudi. Dua orang itu tidak lain adalah Winter dan Five. Mereka sama-sama menggunakan topeng wajah. Jadi wajah asli mereka jelas tertutup.


Sementara Bill terlihat bersantai dengan yang lain. Mereka menikmati sampanye dan hidangan lezat.


"Bill, aku ingin bicara." Selena berbisik ke telinga Bill. Lelaki itu lantas mengangguk. Keduanya segera beranjak dari semua orang.


Thomas menyadari kepergian Bill dan Selena. Dia menatap penuh curiga pada dua orang tersebut.

__ADS_1


"Aku yakin mereka pasti memiliki hubungan khusus," cetus Miguel. Salah satu teman dekat Thomas.


"Aku tahu. Tapi aku sama sekali tak masalah. Aku justru heran kenapa mereka belum mengaku sampai sekarang," sahut Thomas santai. Sebagai orang yang merasa mengenal Bill, dia tidak masalah lelaki tersebut berpacaran dengan sang adik.


Selena mengajak Bill memasuki kamar kecil yang ada di kapal. Perempuan itu tidak mengatakan apapun. Dia justru langsung memberikan ciuman penuh gairah.


Dahi Bill berkerut. Ia sebenarnya sangat malas berhubungan intim. Namun Selena sepertinya sedang merasakan hal sebaliknya.


Hasrat Selena yang membara, akhirnya tak bisa ditolak Bill. Lelaki itu terpaksa ikut bermain.


Sementara di ruang kendali kapal, Winter dan Five sedang duduk santai.


"Sebentar lagi kita tiba di titik isolasi," cetus Five. Dia baru menggunakan teropong untuk memastikan arah tujuan.


"Kita harus beri kode pada Bill!" sahut Winter.


Five segera mengamati dimana Bill dan kawan-kawan seharusnya berada. Namun dia tidak bisa menemukan Bill di sana.


"Bajingan itu tidak ada. Dia sepertinya pergi dengan salah satu perempuan!" ucap Five memberitahu.


"Sialan! Aku tidak mau menunggunya," keluh Winter.


"Persetan! Tak perlu menunggunya. Lagi pula dia pasti akan tahu sendiri nanti," sahut Five yang sependapat dengan Winter.


Winter mengambil ponsel dan memberitahu seseorang di seberang telepon. "Tunggu kami di titik lokasi," perintahnya.


"Oke, aku sudah menunggu." Orang yang menjawab tidak lain adalah Rick. Di sebelahnya ada Lexy dan Saga yang juga ikut.

__ADS_1


Raut wajah Lexy tampak cemberut. Dia kecewa Bill tidak mengajaknya ikut melakukan misi. Jelas Lexy memaksa Rick untuk membiarkannya ikut.


__ADS_2