
Mengapa Aku harus hidup dalam kesendirian?
Akankah Aku dapat bertahan hidup dalam dunia yang saat ini Vampire mulai menguasai dunia?
Mengapa Aku harus melawan dunia yang kejam saat ini?
Mengapa Aku tidak bisa mengingat semua masa laluku?
MENGAPA?!
Ayah Ibu...
Betapa teganya Kau meninggalkanku disini sendirian dengan sebatang kara?
Rasanya aku hidup ditengah padang penderitaan...
__ADS_1
Bagaimana bisa aku tidak memiliki ingatan sekalipun kecuali ingatan kita dibantai saat itu?
Ayah, Ibu...
Aku bersumpah...
Aku akan menumpaskan Vampire di dunia ini...
Aku akan membalas kematian Kalian semua...
VAMPIRE SI*LAN!
Bersiap-siap lah...
Kau akan mati di tanganku...
__ADS_1
"TIDAK!!!."
Seorang gadis di dalam kamar itu tampak bangun dari tidurnya yang mengerikan selama bertahun-tahun. Rasanya ingin sekali dia terbebas dari belengu rasa bersalahnya kini. Tetapi hingga sekarang, tekadlah yang membuat dirinya bertahan selama ini. Tekad membalas dendam atas kematian keluarganya, dia kuat. Ia tau kalau dirinya pasti kuat. Ia yakin itu...
Dialah bukan satu-satunya orang yang dapat bertahan dari dunia yang sangat kejam. Ia yakin Ia pasti bisa membalaskan dendam keluarganya. Semua pembalasan kini ada di tangannya, kini Ia memilih untuk bertahan, melawan atau tiada...
Setelah sekian lama dirinya mengontrol perasaan yang memberontak, kini dirinya menangis dalam diam. Ia sebenarnya tidak kuat, tetapi tekadnya ingin membalas perasaan kehilangan keluarga kecilnya. Dia bisa apa? Dia hanyalah gadis sebatang kara dengan berbekal ilmu beladiri dan secuil ingatan terbantainya keluarganya.
"Hiks... Ayah.. Ibu..." Tangisnya sambil mengingat pembantaian keluarganya itu.
"Mengapa Ayah dan Ibu tega ninggalin Chika disini... Chika tidak sekuat apa yang dilihat orang... Hiks. Hiks..." Racau gadis itu sambil menangis.
Entah mengapa yang dipikirkan gadis ini adalah bertahan dan membalaskan dendam pembantaian keluarganya. Padahal Dia sebenarnya capek menahan diri untuk menyusul keluarganya. Setidaknya ada secercah kemampuan dan harapan yang tidak mengenal batas. Dia yakin, suatu hari para Vampire tersebut akan mati ditangannya dan dunia akan kembali seperti dulu lagi.
Dulu, dunia belum mengenal apa yang adanya Vampire. Tetapi, sejak Dunia berubah 10 tahun terakhir, bertepatan dengan detik-detik sebelum dirinya dengan keluarganya terbantai. Disaat itulah juga gadis tersebut dimasuki sosok serba hitam yang merengut kebahagiaannya. Setidaknya, Ia bisa lolos darinya dan sejak itulah Ia amnesia. Kini ingatannya hanyalah pembantaian keluarganya dan dirinya sendiri. Tetapi ada yang bisa membuatnya sedikit membaik dengan ingatannya.
__ADS_1
Gadis itu masih memiliki keberuntungan meskipun hanyalah ilmu beladirinya, harta warisan, ingatan pembantaian keluarganya, dan tentu saja sahabat masa kecilnya yang setiap ada dalam suka maupun duka. Dialah pembimbing untuk mengembalikan ingatan sahabatnya kini. Tetapi tetap saja meskipun dia sudah bersahabat sekian lama sekian tahun tetapi tetap saja dia tidak tau lebih dalam tentang keluarganya kini.
Setelah menangis sekian lama, gadis tersebut pun kembali tidur dengan sungukan tangisnya tiada henti ketika bangun setengah malam yang mencekam. Gadis tersebut benar-benar pintar menyembunyikan luka di dalam senyumnya. Dia hanya bisa bertahan, mencoba untuk tegar tetapi sebenarnya benar-benar rapuh di dalam lubuk hati terkecilnya itu. Memang gadis yang malang. Sudah 10 tahun dia tetap amnesia dan sebatang kara. Setegar-tegarnya orang pasti pernah merasakan rasa sakit yang tersimpan di dalam hatinya. Kini dia hanya bisa pasrah dalam dirinya. Dan kesendirian nya untuk menyimpan rapat-rapat luka itu. Sampai pada waktunya....