Dua Hal Yang Berbeda

Dua Hal Yang Berbeda
Serangan Vampire


__ADS_3

"Halo? Apa ada orang? " tanya orang tersebut diseberang sana. Chika pun langsung menyingkirkan rasa penasaran tersebut.


"Ah iya ada apa? " tanya Chika kepada sang penelfon.


"Ini bener kan nomernya Chika? " tanya kembali sang penelfon kepada Chika. Chika langsung cepar-cepat membalas dengan suara yang gagap.


"Ah nggak-eh maksudnya iya, cuman ini yang balas temen Chika. Hehehe... " balas Chika dengan suara ya gagap.


"Yaudah, tolong bilang ke Chika. Eh bener kan temen lo namanya Chikako Ebina kan? Dia masih hidup? " tanya sang penelfon kepada Chika. Chika yang merasa tidak dianggap hidup langsung membalas nya.


"Ya idup lah gobl*k-gobl*k! Emang otak lo mana any*ng! " balas Chika dengan nada gas. Seketika suasana hening.


"Iya deh gue percaya, lagian nanti bilang sama Chika kalo gue nelpon. " balas sang penelfon dengan nada dingin.


"Iya-iya, emang ini siapa sih? " tanya Chika kepada sang penelfon Penelfon pun menjawab.


"Gue Rion. " ucapnya yang terdengar ragu-ragu. Chika pun mengiyakan omongan sang penelfon.


"Iya deh, udah bye. " balas Chika cepat-cepat menutup telefon. Entah kenapa, Chika merasa lemas dan merindukan suara sang penelfon. Seperti mengenalnya tetapi Chika nihil mengingat siapa itu Rion, sang penelfon yang baru saja masuk ke kehidupan barunya.


Akhirnya Chika pun ingin melupakan telepon tadi, lagian tidak ada gunanya kalau dipikirkan, nanti malah jadi stres sendiri. Lebih baik nanti malam menanyakan kepada Naora siapakah Rion itu.


Chika pun keluar dari kamar mandi dan menuju dapur guna mengecek produksi roti di toko rotinya tersebut.


Sesampai disana, terlihat Chikuma membantu Jihan membuat roti. Chika pun tersenyum atas keakuran mereka berdua. Merasa tentram dengan kondisi dapur saat ini, Chika pun memutuskan pergi ke tempat kasir.


Sesampai disitu, Chika dan Hana bekerja dengan baik dengan pelanggannya. Para pelanggan mulai datang mengunjungi toko roti Chika, Chika pun tersenyum atas pekerjaan Hana selama ini.


Tiba-tiba...


"Bos? Anda kenapa? " tanya Jina kepada Chika. Chika pun langsung menjawab pertanyaan Jina.


"Andwae (tidak dalam bahasa Korea). Aku cuma liat klean bekerja kok... " balas Chika dengan halus. Jina pun mengangguk faham apa yang dikatakan oleh bosnya.


Kling....


Sebuah lonceng berbunyi lembut dari pintu toko roti yang menandakan pembeli toko roti Chika datang. Tetapi ada yang beda dengan pembeli satu ini, dengan seragam kantoran yang terlihat elegan, wajah yang terlihat asing di toko roti tersebut dan sering terlihat di televisi yang membuat orang yang menatapnya aneh dan berbisik-bisik. Hana kini mulai gugup, baru pertama kalinya datang pembeli sehormat ini.


"Se-Selamat datang... " sapa Hana kepada pembeli tersebut. Pembeli tersebut hanya diam dan cuek.


"Saya pesan ini 10. " balas pembeli tersebut kepada Hana dengan dingin. Hana terbelalak dengan dengan pembeli satu ini.


"Eh itu bukankah Frosty Devanka Maximus ya? " bisik salah satu pelanggan yang sudah cukup lama mengenal toko roti Chika menggunjingkan pembeli baru tersebut.


"Iya kayaknya, dia ganteng banget ga sih? Udah kaya lagi. Maklum pendiri sekaligus CEO dari Maximus Corporation sih, tapi sayang dia dingin banget yak. Coba kalo ga dingin pasti dah banyak banget cewek yang ngejar ya, tapi ditolak mulu. Ga bosen apa tuh cewek yang ngejar? " balas salah satu pelanggan yang selalu datang dengan mengajak teman nya yang lain dengan berbisik.


"Huhuhu... Ganteng, tajir, tapi sayangnya dingin kayak namanya. " balas salah satu pelanggan baru lain mengomentari pembeli baru dengan suara berbisik.


Kini bisikan para pelanggan lama dengan pembeli hangat membicarakan tentang pelanggan baru tersebut. Pembeli tersebut berdiri di tempat dengan tidak bergerak sekalipun.


"Ini pesanan anda... Totalnya segini.." ucap Hana kepada pembeli tersebut dengan senyum yang hangat, menegarkan senyumannya dan kehangatannya kepada pembeli tersebut. Pembeli tersebut mengacuhkannya dan memberikan uang pas. Hana pun menerima uang pas tersebut dan memasukkannya ke dalam meja kasir.


"Terima kasih. Lain kali datang lagi ya... ? " ucap Hana kepada pembeli tersebut. Pembeli tersebut hanya diam lalu keluar melalui pintu keluar toko roti.


Seketika hening...


Hana langsung terduduk lemas setelah melayani pembeli baru tersebut. Baru pertama kali kini Hana melayani pembeli sehormat itu tetapi sayangnya pembeli tersebut dingin dan mengacuhkannya. Padahal Hana sudah berusaha semaksimal mungkin tapi mau bagaimana lagi, dinginnya sikap pembeli baru tersebut bisa mengalahkan hangatnya sifat Hana yang selalu ceria dan selalu tegas dengan perintah yang dijalaninya. Hana terdiam sejenak untuk menjernihkan pikiran nya.


"Hana, lo gapapa kan? " Jina mulai khawatir dengan Hana yang kini terduduk lemas di lantai toko roti. Chika yang merasa Hana tidak baik-baik saja pun langsung mengambil botol berisikan air putih guna memberikan Hana minum untuk menjernihkan pikiran nya saat ini.


"Lo minum dulu. Lo duduk dibelakang aja dulu, biar gue yang gantiin lo di kasir. " saran Chika kepada Hana sekedar peka ingin memberikan perhatian. Hana pun mengangguk pelan dan mengikuti saran Chika. Hana beruntung memiliki bos yang peka seperti ini.


Chika pun menggantikan tugas Hana. Chika berusaha untuk berusaha sebaik mungkin. Chika tidak mau kalah dengan kehangatan Hana melayani pembelinya.


...**✿❀ ❀✿**...


Kini Hana yang sedari tadi shock akan kejadian tersebut kini mulai tenang. Sedari tadi dirinya merasa kaku. Entah apa yang merasuki Sang Matahari dari semua karyawan kini sikapnya seperti ini.


"Hana, lo udah mendingan kan? " tanya Jina yang masih khawatir dengan Hana. Hana pun membalasnya dengan anggukan pelan. Jina pun menghela nafas panjang dan lega akan usahanya menenangkan Hana.


"Syukurlah kalau begitu... lo se-shock itu ya sama pembeli baru itu? " tanya Jina kepada Hana. Hana membalasnya lagi dengan anggukan kecil. Entah apa yang merasuki Hana, Hana menjadi pendiam untuk saat ini.


"Lo kalo masih shock, lo istirahat aja. Lo jangan maksain diri Hana, nanti malah makin sakit. " Jina sedari tadi masih khawatir sama Hana dan memberikan saran tersebut kepada Hana.


Selama ini sifat mereka bertolak belakang layaknya rival. Hana yang hangat dan ceria tetapi sayang sedikit tidak peka. Jina yang selalu menyelesaikan pekerjaan nya dengan santai, dingin dan pendiam. Meski Jina cukup pendiam tetapi dia peka dengan perasaan orang lain, itu sebabnya Chika menyuruh Jina untuk menenangkan Hana karena Jina selalu santai dan pintar membuat seseorang tenang jika ditangani dengan Jina.


"Gomawo (terimakasih dalam bahasa Korea) Jina. " balas Hana pendek kepada Jina. Jina pun tersenyum kepada Hana.


"Cheonmaneyo~ (sama-sama dalam bahasa Korea) Hana." balas Jina dengan senyum manis dari Jina. Jarang sekali Jina tersenyum kepada orang.


Apa yang merasuki Jina, Jina pun memeluk Hana dengan maksud menenangkan Hana. Hana pun kikuk dan malu mengapa Jina tiba-tiba memeluk nya saat ini. Jina pun melepaskan pelukannya dan mendapati Hana dengan wajah yang sempurna memerah karena ulahnya. Untung Jina yang menenangkan nya, kalo Chika yang menenangkan nya, bukan malah makin tenang malah makin membuat mentalnya semakin down saja hanya dengan kata-kata yang sekali dikeluarkan sangat menusuk ke dalam hati.


"Udah ya, lo kalo tetep shock diam aja disini. Jernih in dulu pikiran lo. Oke? " tanya Jina memastikan Hana mulai baik-baik saja. Hana pun mengangguk pelan dan rona merah itu masih ada sampai saat ini.


"Mian (maaf dalam bahasa Korea) kalo ku tiba-tiba meluk. Soalnya aku ga bermaksud apa-apa, cuma pengen nenangin lo kok... " Jina meminta maaf atas pelukan tiba-tiba darinya. Hana tersipu malu dan memaafkan perbuatan Jina.


...**✿❀ ❀✿**...


"Nah udah tutup ni toko. Thanks atas kerja keras kalian. Hana, lo gimana buat besok? Lo mau istirahat beberapa hari apa tetep kerja? Tapi lo ga usah maksain diri loh. " tanya Chika kepada Hana ketika toko roti mulai tutup. Hana pun membalasnya dengan menggeleng tegas kepada Chika. Chika pun menghela nafas panjang kepada Hana.


"Mending lo libur dulu Hana. " sela Jina kepada Hana. Hana pun membelalakkan mata. Baru pertama kali Jina menyela dan menyuruhnya libur. Chika pun setuju atas sela dari Jina.


"Iya ya. Bener juga apa yang dikatain Jina sampe lo selemeh ini. Biasanya Pembeli kan setidaknya balas senyum kek, malah didiemin. Kan anj*ng gitu dianya. " komentar Chika kepada kejadian tadi. Hana pun menundukkan kepala.


"Hus! Ga usah gibahin dia Bos. Diakan bisa apa-apa in lo nanti. " entah darimana, Jihan tiba-tiba saja ada dan menyahut atas komentar Chika. Chika hanya bisa menghela nafas panjang.

__ADS_1


"Emang dia siapa sih? Mentang-mentang dia terhormat tapi sayangnya di sapa kok ga dibalas. Udah dingin, arogan banget lagi sih jadi orang. " Chika mulai malas dengan orang yang membuat Hana begitu saja.


"Dia tuh Frosty Devanka Maximus bos, dia tuh pendiri sekaligus CEO Maximus Corporation. Masa Bos ga pernah liat berita sih tentang Devanka? " tanya Jihan kepada Chika.


"Ya pernah liat berita tapi selalu gue abaikan soalnya ga penting. Lagian napa suka sama tuh cowok sok arogan tuh, udah arogan, dingin lagi sampe ngalahin matahari kita. Kan anj*ng banget sih udah disapa baik-baik malah didiemin. Gini2 gue nakal kalo udah disapa kek gitu setidaknya nyaut kek gak kayak dia. " omel Chika sambil membela Hana dan menjelek-jelekkan orang yang disebut Jihan tersebut. Jihan hanya bisa menggelengkan kepala melihat kelakuan bosnya.


"Dahlah terserah bos ajalah. Ga tau sama Devanka aja loh. " gumam Jina kepada diri sendiri.


"Bodo amat yang penting kalo apa-apain kalean gue kan maju paling depan. " bela Chika kepada para karyawannya.


"Dah ye, keknya gue telat nih ketemu Naora, bye. Jan lupa Ani Chikuma yang bawa kunci. " ingat Chika kepada seluruh karyawannya dan dibalas dengan anggukan.


Chika pun keluar dari toko rotinya dan pergi ke tempat sepeda motornya berada. Chika berjalan sambil melihat SMS dari Naora.


..._________________________________________...


...⬅️ With My Babu😛 📞 🎥...


...---------------------------------------------------------------------------...


...| Hari Ini |...


(Pesan belum terbaca 9)


With My Babu😛


Oy Chika!


With My Babu😛


Jawab kek anj*ng.


With My Babu😛


📲 Lokasi XXXX


With My Babu😛


Noh udah gue Share


lock anj*ng


With My Babu😛


Datang Jam 20.00


With My Babu😛


Telat cuman sampe setengah


jam doang


With My Babu😛


kecot-!


With My Babu😛


Woy Chika cepetan


anj*ng


With My Babu😛


Lama amat


^^^Chika Kece😎^^^


^^^Bentaran napa^^^


^^^Chika Kece😎^^^


^^^Baru juga toko gue^^^


^^^tutup ini^^^


^^^Chika Kece😎^^^


^^^5 Menit nanti dah^^^


^^^sampe kok^^^


With My Babu😛


Awas kalo telat


^^^Chika Kece😎^^^


^^^Sensitif amat^^^


With My Babu😛


Serah gue lah


^^^Chika Kece😎^^^

__ADS_1


^^^Dasar cwe PMS^^^


With My Babu😛


Bodo amat


^^^Chika Kece😎^^^


^^^Bye ini gue mau^^^


^^^berangkat^^^


With My Babu😛


Cepetan yak


^^^Chika Kece😎^^^


^^^Iy2 bawel amat sih^^^


_________________________________________________


Chika menghela nafas panjang dan bergegas ke tempat sepeda motornya, tidak lupa Chika membawa tas ranselnya kemana-mana. Tidak lama Chika ketempat itu untuk mengambil sepeda motornya dan pergi dari situ, menuju tempat yang dijanjikan Naora.


5 menit kemudian...


Sesuai janji Chika, Chika datang tepat sesuai janjinya dan Naora sedari tadi menunggu kehadirannya dengan membawa seseorang yang tidak asing dengan dirinya.


"Lo lama banget sih Chika? " tanya Naora bukannya menyapa malah menanyainya dengan tatapan penuh interogasi.


"Bukan nya lo sapa malah tanya kek gini apa faedahnya? " balas tanya Chika dengan penuh makna sindiran.


"Iya-iya. Hai Chika-! " balas Naora dengan sapaan nya kepada Chika sambil ber aegyo (Memasang muka imut) kepada Chika.


"Kok gue jijay any*ng. " batin Chika kepada diri sendiri.


"Iya, Hai Naora... " balas Chika dengan hangat dan tersenyum manis kepada Naora.


"Nah sekarang jawab pertanyaan gue. " ucap Naora kepada Chika.


"Soalnya tadi rame Nao. Apalagi gara-gara Prosty Prosty siapa gitu yang katanya punya Maximus Corporation tuh orang jadi pembeli dingin amat sampe sunset Hana aja kalah sama kutub tuh. " cibir Chika mengingat kejadian tadi. Naora tampak tidak percaya dan menutup mulutnya dengan cepat.


"Frosty Devanka Maximus kan Chika? Serius kan? Yang punya Maximus Corporation tuh kan? " tanya Naora tidak percaya.


"Hm. Tadi dia tuh datang ke toko beli roti. Trus Hana menyapa dengan baik, eh malah dikacangin. Kan any*ng gitu. Sampe dia keluar aja dia tetep dingin sok arogan. Mentang-mentang tajir tapi dingin bet sama sok arogan lagi, masak disapa aja diacuhin. Hana aja sampe shock segitunya diginiin, ga beres tuh orang. " cibir Chika panjang lebar dengan marah. Kedua orang itu hanya diam mendengar perkataan Chika.


"Maklumin, dia kan emang dingin banget kek namanya. " komentar Naora dengan memadamkan api yang menyulut di kepala Chika.


"Mentang-mentang dia dingin banget any*ng. Kalo gue sebagai Hana seketika aja awas tuh Devanka, gue hajar habis-habisan sampe ampun-ampun sujud sama gue dan minta maaf sama Hana sampe Nangis-nangis. " omel Chika yang berniat menghajar habis-habisan kepada orang yang disebut-sebut dengan nama Devanka.


"Udah lo ga usah marah-marah ke kita, ga jelas lagi kek orang gila. " balas Naora kepada Chika. Chika pun diam dan memasang muka malas. Kini baru pertama kali merasakan Chika jadi malas, biasanya Naora malas dengan kegiatan seperti ini.


"Trus gue tanya, kenapa lo ajak Jang Chin Hyuk kesini? " tanya Chika kepada orang yang dibawa oleh Naora. Yap siapa lagi kalau bukan Chin Hyuk.


"Kan dia juga mumpung ada waktu, trus tumben lo lepasin ni mangsa. Jadi paling lo baik-baik aja sama dia kan? " balas Naora sambil memastikan hubungan Chika dengan Chin Hyuk baik-baik saja.


"Huffttt... Iya deh... Trus lo Chin Hyuk, bukannya lo babak belur tadi dihajar cecung*k Jung Hye Jin tadi? Kok sekarang luka lo sembuh ga ada bekasnya? " tanya Chika sambil menginterogasi Chin Hyuk, Chin Hyuk pun langsung ketakutan.


"What? Lo dihajar sama Hye Jin itu Chin Hyuk? Wah parah dia minta di sembelih, pantesan muka lo sampe bonyok gitu. " sela Naora dengan wajah heboh sambil memegang wajah Chika yang babak belur dan sudah terobati.


"I-iya.. Ta-tadi dia hajar aku, trus ada Chika tolong aku. Trus aku disuruh pulang sama obatin lukaku, aku nyembuhin nya pake obat tradisional dari adekku. " balas Chin Hyuk dengan gagap dan ketakutan. Chika pun mengangguk paham.


"Wah adek lo bisa obat-obatan tradisional? Hebat banget-! " tanya Naora dengan hebohnya. Chin Hyuk hanya membalasnya dengan mengangguk.


"Dah ga usah basa-basi. Katanya mau jalan-jalan? " ucap Chika kepada kedua orang tersebut. Kedua orang tersebut pun mengiyakan perkataan Chika dan mulai jalan-jalan di tempat tersebut.


"Wahhh!!! Untung aku pinter cari tempat jalan-jalan yang enak buat hari ini. Yuk kita kulineran deh. " ajak Naora dengan bersemangat.


"Trus siapa yang bayar? " tanya Chika kepada Naora.


"Sendiri-sendiri ya... Hehehe... " balas Naora dengan tertawa tanpa dosa sedikitpun. Chika hanya bisa menggeleng-gelengkan kepala saja.


Mereka pun mulai kuliner di tempat tersebut sambil mencicipi berbagai makanan & membelinya.


...**✿❀ ❀✿**...


"Wahhh... Enak banget!!! " heboh Naora sambil duduk dan memakan tteokbokki di salah satu penjual.


"Ahjussi! Saya nambah satu! Kali ini aku yang traktir deh! " pesan Naora sambil memakan tteokbokki dengan lahap. Penjual tteokbokki hanya bisa tersenyum dan tertawa melihat tingkah pembelinya.


"Hahaha... Iya-iya... " kata Ahjussi mengiyakan pesanan Naora dan segera membuatnya.


"Temanmu sangat bersemangat ya? " tanya Ahjussi kepada Chika. Chika yang sibuk makan pun membalas pertanyaan Ahjussi hanya bisa mengangguk. Ahjussi pun tersenyum atas tingkah laku mereka bertiga yang sangat random. Naora yang bersemangat, Chika yang sibuk makan dan Chin Hyuk yang tenang memakan Tteokbokki nya.


"Tolong!!! Ada vampire!! " teriak salah seorang diluar yang memperingati kalau ada seorang Vampire. Seketika pun keramaian yang indah berubah dengan berbagai jeritan ketakutan. Ahjussi pun mulai panik.


"Haduh... Aku harus gimana ini?! " panik Ahjussi penjal tteokbokki tersebut.


"Ah, ini uangnya. Ambil aja kembalian nya. " Naora pun seketika langsung memberikan uang banyak kepada Ahjussi tersebut, Ahjussi tersebut pun berterima kasih dengan membawa barang-barang yang penting baginya. Chika pun langsung mengambil tas ranselnya yang selalu dibawanya, dan Chika pun pamit kepada Naora.


"Naora, tolong evakuasi orang-orang ketempat aman, nanti ambil tas gue di toilet dekat sini. Gue mau ke toilet dulu. " pamit Chika kepada Naora dan melaksanakan perintah Chika. Chika pun pergi ke toilet terdekat sambil menggendong tas ranselnya.


Chin Hyuk panik dan pergi cepat dari situ begitu saja, Naora pun mulai melaksanakan perintah Chika.


"Mengapa harus sekarang sih?! " batin Naora sambil mengevakuasi orang-orang ke tempat yang aman. Sekelompok Vampire mulai ganas di area tersebut.

__ADS_1


"Bagaimana ini??!!!"


...⋇⋆✦⋆⋇ ...


__ADS_2