
Sementara Chika....
"Hufftt... Kek nya ini tepat. " gumam Chika kepada diri sendiri yang nyaris tidak bersuara. Chika pun ganti di salah satu toilet yang tidak jauh dari situ sambil mengganti kostumnya.
"MANA KEBANGGAAN KALIAN?!! MANA DARK MOON YANG KALIAN BANGGAKAN HAH!??!! " teriak salah satu Vampire mulai membuat kekacauan disana sini.
SRAAATTT...
Kepala Vampire tersebut pun jatuh ke tanah dan seketika tubuhnya mulai menjadi debu.
"Anj*ng lo! " teriak salah satu Vampire lain dengan tatapan ganas pada seseorang memakai baju ninja dengan penutup wajah khas ninja sambil membawa katana. Di pegangannya, terdapat berlian berwarna merah.
"Kalo gue anj*ng, berarti lo berarti lo baj*ngan dong? Yah cemen... Babi ngepet lagi. " ejek Sosok tersebut sambil meberikan jempol terbalik untuk para Vampire. Para Vampire marah karena diperlakukan seperti itu, mereka pun mulai menyerang orang tersebut dengan brutal. Sosok yang dipanggil Dark Moon tersebut hanya tersenyum remeh dan mulai memainkan Kanatanya dengan santai.
Dark Moon mulai bertarung dengan sekelompok Vampire yang siap membunuh siapa saja dengan brutal, sedangkan Dark Moon tenang dan bertarung dengan membawa Katana yang siap menebas kepala Vampire kapan saja. Mereka bertarung dengan brutal yang membuat lokasi tersebut menjadi berserakan atas pertarungan antara Vampire dengan seseorang yang tidak dikenali nya yang memakai baju ninja.
Sementara Naora...
"Duh, moga-moga aja Chika baik-baik saja. " risau Naora yang masih memikirkan Chika. Sementara Naora sudah mengevakuasi orang-orang ke tempat yang lebih aman.
"Anj*ng, gue lupa ambil tasnya Chika! " ingat Naora yang mulai panik. Naora pun pergi ke tempat tersebut, mencari toilet yang tidak jauh dari pada saat dirinya dengan Chika dan Chin Hyuk memakan tteokbokki.
"Duh!!! Jangan sampe ketahuan Vampire ini.. " batin Naora dengan perasaan panik dan gundah gulana. Naora berhati-hati untuk kembali ke tempat tersebut, butuh keberanian untuk kembali ke tempat tersebut tetapi saat ini keberanian Naora menciut begitu saja.
Tak lama kemudian, Naora sampai di toilet yang tidak jauh dari penjual tteokbokki tersebut. Dengan rasa takut, Naora memasuki toilet dengan hati-hati. Dilihat kini toilet tersebut terlihat berantakan sana-sini serta beberapa kerusakan layaknya toilet yang sudah tidak layak lagi digunakan.
"Duh, gue harus cepet nih... " panik Naora dengan tergesa-gesa mengambil tas Chika dan sempat-sempatnya berjongkok.
Ciut Ciuuttt. ..
"Cewek... " genit sosok makhluk yang di risaukan oleh Naora selama ini..
"Anj*ng! Vampirenya datang benerankan?!!!.... " batin Naora yang kini semakin panik.
"Napa kok masih disini? Hem...? " tanya Vampire tersebut dengan genit. Naora mulai panik dan takut, berusaha untuk diam ditempat dan tidak bergerak.
"Main sama gue yah.. Gue pelan-pelan kok.. Izinin om ngerobek bajunya... " ajak Vampire tersebut melangkah mendekati Naora dengan tatapan mesumnya sedari tadi.
Naora tidak punya pilihan lain. Ketika Vampire tersebut berhenti melangkah tepat di belakang Naora, Naora langsung menoleh dan berdiri dengan cepat-cepat. Kemudian Naora langsung menendang Vampire tersebut tepat pada aset berharganya dengan cepat tanpa ragu.
"Akkkhh!! ASET BERHARGA GUE ANJ*NG!!!" teriak Vampire tersebut sambil memegang aset berharganya yang tadinya mulai tegak dan mengeras kini melemas dan terasa sakit sekali baginya.
"Kesempatan emas nih. Lagian gue ga mau tanggung jawab sama Vampire mesum lagi..." batin Naora. Tanpa ba-bi-bu, Naora berlari kabur dari Vampire sersebut.
"KABUR!!! GUE GA MAO TANGGUNG JAWAB YA OM! LAGIAN OM VAMPIRE SIH!!! " teriak Naora sambil berlari ketakutan dan tertawa lepas mengingat dirinya menendang aset berharganya.
"BRENGS*K!!!!! " teriak Vampire tersebut yang mulai mengeluarkan amarahnya akibat tendangan Naora tadi. Vampire tersebut langsung mengejar Naora dengan langkah yang aneh kini mulai jauh darinya.
Naora hanya bisa berlari-berlari dan tertawa tentang dirinya menendang aset berharga milik Vampire tersebut. Naora membayangkan betapa sakitnya aset berharganya ditendang begitu saja dan tentu saja berlari demi lolos dari Vampire genit tersebut, ia tidak mau tanggung jawab atas kejadian tadi.
"Ngakak bat anj*ng! Masa gitu aja udah loyo.. " teriak Naora sambil berlari dan tertawa.
__ADS_1
Naora pun berhenti berlari melihat pemandangan yang membuat semua orang pasti takut melawannya. Yup siapa lagi kalau Dark Moon melawan berpuluh-puluh Vampire dengan katananya.
Melihat Dark Moon ddijebak dan terancam oleh para Vampire, Naora tidak tega ditinggal begitu saja. Naora pun cepat-cepat membuka tas Chika dan mengambil benda tajam guna melemparkannya ke arah Dark Moon, dengan cepat Naora langsung menemukan dan mengeluarkan beberapa kunai milik Chika. Naora pun melemparkan beberapa kunai tersebut kepada Dark Moon.
"DARK MOON!!! TANGKAP!!!!! " teriak Naora sambil melemparkan beberapa kunai tersebut kepada Dark Moon dengan sekuat tenaga. Beberapa Vampire mulai menghalanginya tetapi hasilnya nihil, beberapa dari mereka tertusuk tepat jantungnnya dan mulai menjadi debu. Dark Moon pun memberontak dan mengambil Kunai yang tergeletak. Meskipun kini dirinya tampak lelah dan terluka, bukannya istirahat malah memaksakan diri untuk bertarung melawan para Vampire. Dark Moon yang mulai sangat lelah pun masih memaksakan diri untuk bertarung melawan Vampire c*cung*k tersebut. Tanpa ia sadari, seorang Vampire menyerang tepat dibelakangnya sambil membawa pisau, berharap dapat membunuh Dark Moon.
Dark Moon sedari tadi memang siap mati di medan perang seperti ini, lelah untuk bertahan hidup dengan penuh luka yang dipaksakan untuk ditutupi.
Tetapi ini bukan akhir dari segala masalahnya...
Malah Vampire yang menyerangnya tepat dibelakangnya dibunuh oleh sosok yang tidak dikenal, dia menyerang dengan sangat brutal. Dark Moon pun merasa sangat lelah dengan tenaganya bahkan dengan dengan kehidupannya.
"Lo ga papa? " tanyanya dengan nada dingin.
Dark Moon menoleh kebelakang, dirinya tidak mengetahui siapakah sosok tersebut yang melindunginya. Dirinya menggunakan kostum serba hitam dengan topeng hitam juga, hanya matanya saja yang terlihat dan bola mata berwarna biru menyala.
Dark Moon tidak mengenali sosok tersebut, sama sekali. Chika pun mendekati sosok tersebut, Sosok tersebut juga menoleh ke arahnya dan terjadilah tatapan antara Dark Moon dengan Sosok tidak dikenalinya.
"Mata biru menyala, sudah pasti bukan Vampire biasa. " Dark Moon melihat mata biru sang Sosok tersebut dengan mata elangnya. Tanpa ia sadari, salah satu Vampire menyerang begitu saja dari belakang. Sang Sosok yang mengetahui langsung menyerangnya, tiba-tiba saja kuku di tangannya menjadi panjang.
"Sudah kuduga dia bukan Vampire biasa yang biasanya berdarah campuran, tetapi Vampire berdarah asli. Siapa yang mau ngelawan kalo dia kuat banget. " batin Dark Moon mengakui kehebatan Sosok tak dikenalinya. Dengan mata berbinar, Dark Moon tidak mau kalah. Dark Moon langsung melawan para Vampire begitu saja. Ia tidak mau kalah dengan Sosok tersebut.
"Awas Lo Vampire. Gue harus tau siapa dia. " batin Dark Moon kepada Sosok tersebut. Dark Moon mencoba mengimbangi kekuatannya agar tidak dipandang rendah oleh Sosok tersebut, dan katana di tangannya siap membunuh Vampire sebanyak-banyaknya.
"Awas kalian... Kali ini kami mundur... SEMUANYA MUNDUR!! " ucap salah satu Vampire kepada semuanya dan Para Vampire pun tiba-tiba menghilang.
"Sial*n, mereka menghilang. " Dark Moon tidak terima mereka kabur begitu saja. Dark Moon pun menoleh ke Sosok tersebut dan mendekat.
"Panggil aja Blue Eyes. " jawabnya dengan dingin.
"Trus kenapa lo kesini? " tanya Dark Moon tanpa basa-basi.
"Aku ingin nyelamatin kamu. " ucapnya lirih. Dark Moon tak percaya ekspresinya akan berubah secepat itu.
"Apa yang lo mau dari gue? " tanya Dark Moon.
"Aku ingin kamu masih berjuang di medan pertempuran ini. " ucapnya sambil menundukkan kepalanya. Dark Moon tertegun dengannya jawabannya.
"Lo darimana? Gada angin gada petir tiba-tiba aja ada. " tanya Dark Moon basa-basi.
"Lain kali kau akan tau. " jawabnya dan menatap Dark Moon.
"Adios. " jawabnya dan tiba-tiba saja tubuhnya berubah menjadi gerombolan kelelawar dan memencar ke segala arah. Dark Moon pun kaget dan meratap kepergian sosoknya.
"Dia siapa? " batin Dark Moon dengan tak tenang. Dark Moon pun berlari dan meninggalkan tempat tersebut.
...**✿❀ ❀✿**...
"Ck, lama banget tu anak beraksi. " ucap Naora di dalam apartemen Chika.
Tak lama kemudian, di balkon apartemen Chika tiba-tiba ada yang melompat dan hinggap di balkon Chika. Ya, siapa lagi kalau bukan Dark Moon. Dark Moon pun masuk ke dalam dan membuka topengnya.
__ADS_1
"Ada orang tidak? " tanya Dark Moon dengan topeng terlepas.
"Lo lama banget jadi Dark Moon, pake atraksi segala Chik. " oceh Naora di ruang tengah. Dialah Chika yang menjadi Dark Moon.
"Eleh, tadi gue sama Blue Eyes. " jawab Chika dengan singkat.
"Blue Eyes siapa nj*r? " tanya Naora.
"Gatau, tiba-tiba aja nolongin gue. " balas Chika.
"Lah, orang mana?" tanya Naora lagi.
"Ya gatau anj*ng, manalagi dia Vampire bukan orang." balas Chika dengan kesal.
"Lah, gue kan gatau." Naora hanya bisa tersenyum polos. Chika hanya memutar bola matanya dengan malas.
"Tas gue gapapa kan?" tanya Chika kepada Naora, Naora pun tersenyum dan menenteng tas Chika.
"Untungnya, kalo ga nanti gue suruh lo ambilin." Chika hanya berkata dengan santai, sedangkan Naora menggelengkan kepalanya.
"Gamao ah, tadi ada Vampire genit nj*ng." balas Naora dengan jijik.
"Ha? Gimana? Cerita dong!" tanya Chika dengan semangat, sedangkan Naora menatapnya dengan jijik.
"Emangnya gue sudi ceritain? Tapi bagian akhirnya ngabrut anj*r." balas Naora menahan tawanya.
"Makanya diceritain nj*ng." Chika mulai gemas dengan anak ini.
"Jadi tuh tadi pas ambil tas lo, ada Vampire di belakang gue. Vampirenya genit dong, jadinya aku balik adep dia trus gue tendang anunya." Naora bercerita singkat dengan tertawa terpingkal-pingkal, sedangkan Chika melongo lalu ikut tertawa terbahak-bahak.
"Bisa-bisanya ngelag duluan anj*r.." ucap Chika dengan mata yang berair karena terlalu banyak tertawa.
"Ya ndak tau lah T*lol." jawab Naora dengan gemas.
"Udah deh, mending lo pulang dulu. Daripada lo kena semprot sama Oji-san (Paman) ." saran Chika kepada Naora.
"Oke, lo gada niatan ketemu Otosan (Ayah) gue lagi?" tanya Naora kepada Chika yang masih kepikiran.
"Nggak ah, nanti malah diusir." Chika bergidik ngeri dan memandang lantai apartemen. Naora tau situasi ini.
"Yaudah, kalo lo udah siap mental gue bantu ngomong." balas Naora dengan nada meyakinkan.
"Azasu (Arigatou Gozaimasu artinya terimakasih)..." Chika pun mulai lega dan tersenyum kepada Naora. Naora pun pamit pulang dan pergi dari apartemen Chika.
"Huffttt.... Cape, pengen tidur tapi kok nanti ngimpi..." runtuk Chika dengan menggumam.
"Mandi, makan, beres-beres buat besok, tidur. Yaudah deh ayok kita lakukan. " Chika pun mengambil handuk dan pergi untuk mandi.
Tak lama kemudian, Chika selesai mandi. Setelah itu Ia memasak, membereskan apartemennya sendirian. Tak butuh waktu lama, Chika pun selesai membersihkan apartemennya. Chika pun pergi ke balkon dan mengeluarkan rokok dari saku celananya. Chika pun mengambil korek dan menyalakan rokok, lalu Ia menghirupnya dalam-dalam. Chika pun naik ke pagar balkon, menikmati rokoknya dan pemandangan kota yang mulai sepi.
"Capek, tidur ah. Good night me. " ucapnya diri sendiri seraya mematikan semua lampu.
__ADS_1
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...