
Titania merasakan rasa sesak yang membuncah dalam dadanya. Bukannya berhenti, namun air mata itu terus mengalir deras. Titania tak peduli lagi tentang pandangan Rajendra tentangnya. Biarlah pria itu menganggap dirinya sebagai gadis aneh, ia tak masalah. Namun secara tak langsung, Titania sudah merasa lega saat Rajendra telah mengetahui semuanya.
__ADS_1
"Jujur ... Gue nggak bisa, Kak." Gadis itu menggelengkan kepalanya dan mulai tertunduk lemas. Wajah sembabnya mulai tertutupi oleh rambut panjang, yang saat ini masih terurai indah.
__ADS_1
Sedangkan disatu sisi, Rajendra masih berdiri dengan tatapan yang sul...
__ADS_1
***Karya ini telah kontrak dengan NovelToon, dilarang membajak karya seperti mencetak ulang tanpa izin.***
__ADS_1
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
__ADS_1