
Sejak saat itu mereka selalu saja bertemu selama pelayaran sekitar 5 hari. Saat ini hari terakhir mereka berlayar, jadi Rangga memutuskan untuk menemui Syalu agar dapat melihat syalu sebelum akhirnya berpisah
"Ahk aku temui saja dulu si Syalu sebelu kapal bersandar" Gumam Rangga
Setelah bertemu, entah ada apa hingga Rangga memeluk syalu dengan erat
Deg..'Ya ampun syal sadar lo bukan muhrim' Gumam syalu yang langsung mendorong rangga dengan halus
"ehk ehk, ma... maaf maaf, aku tiba tiba aj spontan pengen meluk kamu sebelum akhirnya kita bakal sulit buat ketemu lagi" Ucap Rangga sedikit gugup serta sedih harus berpisah dengan Syalu yang beberapa hari ini yang sudah menemaninya
"oh iya kak, InsyaAllah kita ketemu lagi dilain waktu, aku senang bisa berteman dengan kakak ini" jawab Syalu dengan tersenyum tapi masih memancarkan kesedihannya
"Dek, aku pergi dulu ya soalx lagi buru buru nih ada kerjaan, bye sampai ketemu lagi dilain waktu" Ucap Rangga yang mulai melangkah pergi dengan menyempatkan tersenyum indah ke Syalu
"bye kak" ucap Syalu sambil melambaikan tangannya melihat Rangga berlalu pergi
tess.. terasa satetes air mata jatuh dari pelupuk mata Syalu yang berasa sangat sedih saat berpisah dengan Rangga, dia merasa sedih karena saat pertama kali melihat Rangga hati nya berdegup kencang yang ia sadari itu adalah cinta pada pandangan pertamanya
'Ni air mata kok netes sih, malu maluin aja, alay banget mata gue, kan baru berapa hari. dasar hati gak bisa liat cowok sempurna aja udah langsung jatuh hati' Gumam Syalu yang sedikit menyesal karena berpikir dia tidak akan mendapatkan perhatian lebih dari Rangga
...----------------...
Sebulan telah berlalu kini Syalu kembali masuk untuk berkuliah, dia sangat senang kini dia bersemester 2 di jurusan kedokteran.
"Syalu...." Teriak Nasya yang memanggil syalu
"Assalamualaikum Nasya ku yang cantik, lain kali jangan ngagetin aku, kasihan aku kan belum nikah masa udah harus mati muda karena jantungan" Ucap syalu panjang lebar menjelaskan curhatan hatinya
"Wa Alaikumussalam, cerewet banget sih, aku nih manggil bukan mau nyuruh kamu baca naskah" ucap Nasya yang sedikit sebal karena Syalu yang banyak bicara
"ye iyah iya, ayo masuk nas, udah telat nih" ajak Syalu pada Nasya. Nasya berada satu fakultas serta satu kelas dengan syalu yang membuat merek sangat laah dekat
setelah sampai dikelas_____
"Huft untuk pak Doni belum ada" keluh Syalu yang bersyukur dosennya bernama pak Doni belum ada dikelas
__ADS_1
"ehk iya nih syukur, btw si pak Doni tadi gw liat bawa anaknya mau dikenalin, sumpah ganteng nya kebangetan" Ucap Nasya dengan mata berbinar binar yang membayangkan ketampanan anak pak Doni
"yaelah giliran cowok pasti juara, hmmm, aku ke toilet dulu ya, nanti bilang sama pak doni aku ijin bentar" ucap Syalu yang akan berlalu pergi ke toilet
"okeh deh" jawab Nasya
beberapa menit kemudian datanglah pak doni dengan membawa putranya yang berwajah tampan, berbadan tegap, sayangnya muka nya datar seperti habis disetrika
"Assalamualaikum anak anak"salam pak Doni dosen mereka
"Wa Alaikumussalam wr. wb pak" ucap semua siswa kompak
seketika mereka semua berbisik bisik mempertanyakan siapa orang yang berada disampinh pak Doni tersebut
"Pasti kalian kepo siapa yang saya bawa ini, ini adalah putra saya satu satunya" ucap Pak Doni terpotong karena adanya suara Rini
"Kak kak, namanya siapa? Umurnya berapa? nomor telponnya juga berapa? alamatnya dimana? ignya juga apa? nanti aku follow." Tanya Rini bertubi tubi yang mendapat sorakan dari teman temannya
hu....huuuu.hhhuuu sorak teman temannya kepada Rini, tapi tidak diperdulikannya
"nah perkenalkan namanya adalah.." sambung pak Doni yang terputus karena ada suara lain
"Kak Rangga" ucap wanita tersebut yang baru masuk dengan senyum manis yang selama ini Rangga rindukan, yah priah tersebut adalah Rangga Ardana
"Syalu, ketemu lagi kita" seketika senyumnya mengembang yang membuat para siswa lain menjadi irih karena cmn syalu yang dapat membuat Rangga tersenyum dengan ikhlas
"ehk jadi klian sudah saling mengenal, wah gak nyangka anak ku bisa tersenyum begini" ucap pak Doni yang menyenggol tangan Rangga yang masih asik menatap Syalu dengan senyumnya
"Saylu enak bener lu blm apa apa udah main embat calon gue" Ucap Rini sedikit sinis karena irih dengan kedekatan antara Syalu dan Rangga, akan tetapi langsung mendapat tatapan menusuk dari Rangga yang tidak menyukai kata kata Rini tersebut.
"Ehk jangan ngomong sembarang lo rini, nggak liat apa kalau kak Rangga dan Syalu dekat banget" lanjur Nasya yang tidak menyukai perkataan Rini barusan
" ehk sudah sudah tenang, syalu sekarang kamu duduk, saya akan memperkenalkan Rangga pada kalian" ucap Pak Doni yang menyuruh Syalu duduk
"oh ya, ini Anak saya Rangga orang nya memang datar tapi akan hangat dengan orang yang memang sudah dekat, saya memperkenalkan dia karena sesekali dia akan menggatikan saya untuk mengjar pelajaran bahasa Inggris" lanjut pak Doni yang disambut dengan senyum oleh para maha siswa apalagi mahasiswi
__ADS_1
drtttt...drtttt. handphone Rangga bergetar didalam saku celananya yang menandakan ada telpon masuk kepada rangga. Rangga langsung mengangkatnya dengan wajah nya yang masih datar dan serius
"Wa Alaikumussalam ada ap?"tanya Rangga pada si penelpon
'........' suara disebrang telpon
"okeh saya segera kesana" jawab rangga
'......'
"okeh 20 menit saya sudah disana, Assalamualaikum" jawab Rangga yang langsung mematikan handphonenya
"dari siapa Rangga?" tanya pak Doni yang penasaran dengan siapa sih penelpon tersebut
"Sisi yah yang telpon, aku pamit dulu ya ada kerjaan penting" ucap rangga yang langsung mencium tangan pak Doni yang dibalas anggukan oleh pak doni
"Syalu aku pamit dulu ya, bye sampe ketemu lagi" lanjut rangga dengan senyumannya yang membuat semua orang irih
"ehk i.. iya kak, bye" ucap Syalu dengan senyumnya, namun ada rasa cemburu saat tau Rangga akan bertemu dengan seorang wanita yang langsung dia tepis pemikiran nya, karena sadar kalau syalu bukan syp syp
"ya sudah ayo kita lanjut belajarnya" lanjut pak Doni yang membuyarkan lamunan Syalu
______________
Disisi lain ada Rangga yang baru sampai dikantornya untuk mengikuti mitting penting yang di sampaikan oleh sekertarisnya yakni Sisi, Sisi adalah sekertaris Rangga diperusahaannya, akan tetapi Sisi sudah bertunangan dan akan segerah menikah beberapa bulan lagi.
Rangga memiliki perusahaan tapi dia menyembunyikannya atau tidak mempertontonkannya, setiap ada meting penting yang tidak bisa dihadiri oleh pak Doni Rangga lah yang menghadirinya, akan tetapi untuk segala kebutuhan Perusahaan tetap di urus oleh Rangga. Setiap kali bekerja Rangga selalu propesional dan tidak menyombongkan dirinya, akan tetapi sikapnya yang dingin dan tidak banyak bicara membuat orang orang segan padanya bahkan menjadi incaran para wanita
Selain menjadi wakil direktur diperusahaan nya, dia juga menjadi seorang tentara, karena tentara adalah cita citanya dan perusahaan adalah kewajibannya
sekitar 2 jam mengikiti metting akhirnya dia pergi keruangan nya dan bersantai sedikit dengan senyimnya yang mengembang dan memikirkan 1 nama yaitu Syalu
......................
Dilain tempat yakni dikampus Syalu sedang berdiri menanti di gerbang untuk mencari taxi
__ADS_1
"Syalu bareng aku yuk, aku antar" ajak pria tersebut dengan senyumnya