Duda Anak 1 Mantan Kekasihku

Duda Anak 1 Mantan Kekasihku
Alasan Perpisahan


__ADS_3

"Siapa kau, aku tidak mengenal dirimu apalagi merebut milik mu" ucap syalu sedikit berteriak karena emosi


" Oh yah kenal kan aku Vanesa, seorang model cantik dan kaya " Ucap vanesa dengan sombongnya


"Aku nanya nama, bukan kerjaan geer amat, ngomong ngomong kau model ya? pantas aja baju kurang bahan" Ucap Syalu cekikikan sambil melihat dari ujung kaki sampai ujung kepala


"heh ini baju mahal, gak kayak punya kamu besar tapi murahan" Ucap Vanesa dengan percaya dirinya


"Gak nanya" ucap Syalu masih saja cekikikan


"Balik ke topik utama, kenapa situ bilng aku matre padahal situ sendri yang tampang kayak orang matre" Ucap Syalu yang hampir mendapat tamparan Vanesa, tapi dengan cepat Syalu tahan dan langsung dipelintir


"aww aawww,gadis kampung lepas, sakit tau" ucap vanesa yang merasa kesakitan


"Ehk gadis lemah, menor, sok, kalau sakit kenapa malah mau nampar, baru dipelintir aja sakit, mau aku tampar balik" Ucap Syalu yang sudah mengangkat tangannya sebelah


"lepaas, sorry sorry" ucap Vanessa langsung dilpaskan oleh syalu tapi sedikit terdorng


"Ambil ini" Ucap syalu yang memberi amplop dengan cepat Syalu buka dan ternyata ada foto mesra antara Rangga dan Vanessa


"Apa maksudnya ini?"Tanya Syalu dengan nada kecewa


"Heh, nggak usah pura pura **** ya, Rangga itu penerus Perusahaan Ardana. jdi kamu nggak cocok dekat dengan dia. palingan baru nikah di tinggal. Aku tuh calon tunangan dan sudah 4 tahun pacaran dengan Rangga yang seharunya dari pada kamu" Ucap Vanessa yang bagai sambaran petir untuk Syalu yang beru mengetahui kalau Rangga seorang Penerus sekaligus orang yang sangat kaya


"huftt, tapi dia gak pernah bilang ap apa ke aku" Ucap Syalu yang sedang menahan tangis


"yaitu, karena kamu tuh cuman hiburan, karena kamu cuman orang miskin, sedangkan aku kekasih nya" Ucap Vanessa dengan senyum sinis nya, dengan cepat Syalu menghapus air matanya yang mulai menetes


"okeh, ambil aja si Rangga itu. Dan apa kamu bilang tadi? aku cuman hiburan, waw berarti nona anda kurang menarik, ya jadi silahkan perawatan ya, bye" Ucap Syalu dengan tertawa terpaksa dan pergi meninggalkan Vanessa sendiri dan langsung menuju rumahnya.


_________


Setelah sampai dirumah Syalu langsung merebahkan dirinya diatas kasur sambil terseduh seduh.

__ADS_1


"hiks hiks hiks, emang benar selama ini aku menilai orang kaya, selalu saja berbuat sesuka hati tanpa memikirkan perasaan orang lain, hiks hiks hiks, masih untung belum nikah kalau gak pasti belum 1 tahun gw jadi janda muda, hiks hiks hiks" Ucap Syalu panjang lebar mengingat kebodohannya. Tak lama kemudia dia teringat sesuatu dan langsung mengambil tasnya dan mencari handphonnya dan menelfon seseorang


tiiit tiiit, telfon pun diangkat


"Halo Assalamualaikum bang" Salam Salwa pada sipenelpon


"......." Ucap seorang laki laki disebrang telfon


"bang aku pengen ketemu besok pagi di Taman, harus datang gak pakek alasan hiks hiks" Ucap Syalu yang menangis terus menerus


"....." Ucap seseorang ditelfon itu yang meng Iya kan untuk bertemu


"Okeh bye, see you bang" Ucap Syalu yang langsung mematikan telfonyanya


--------------


Ditempat lain yaitu di pesawat seorang pria tampan sedang tersenyum membayangkan kebahagiaan nya, Yaitu Rangga


"huft, Besok gw bakal lamar tuh bocah besok pagi jadi awal membahagiakan bagi kita syal" Ucap Rangga yang berhayal kebahagiaan nya besok


Besok paginya Syalu bersiap siap bertemu dengan seseorang yang dipanggilnya abang itu di sebuah taman


Setelah sampai ditaman Syalu duduk menantikan orang tersebut dengan duduk disatu bangku taman. Dari kejauhan ada laki laki yang turun dari mobilnya tersenyum melihat Syalu sedang duduk.


Syalu kaget saat ada tangan kekar yang memeluknya dari belakang, yang dia tau siapa itu, spontan syalu langsung berbalik dan langsung memeluk laki laki itu dengan tangisnya yang pecah


"ustttt, beb kok nangis aku tuh datang kesini mau liat cewek yang jarang nangis ehk malah ketemu cewek cengeng, cepat bilang knp bebeb ku nangis haaa" Ucap laki laki itu dengan lembut dan menghapus air mata Syalu


"Bang Aril, Aku salah milih orang buat aku cintai hiks hiks hiks" Ucap Syalu kepada Aril alfadah. Aril adalah sahabat dari kecil Syalu, jadi untuk kedekatan mereka sampai lupa mereka bukan muhrim, tpi seorang kakak adik yang sangat dekat. Tapi hal itu belum diketahui oleh Rangga


"Hmmm, ayo duduk yang baner dulu, baru kamu lanjut bicara, ayo ceritain apa masalah kamu sama pria itu beb" Tanya Aril yang menyandarkan kepela syalu di bahunya


"Bang, belum Nikah dia udah berhianat duluan, mentang mentang orang kaya seenaknya mempermainkan perasaan seorang wanita hiks hiks hiks" Ucap Syalu sambil tersedu seduh

__ADS_1


"Syalu emang kamu tau dari mana, gak semua orang kaya tuh mainin perasaan seorang wanita"Ucap Aril yang meyakinkan Syalu


"dari kekasihnya hiks hiks hiks" Ucap Syalu.


tanpa dia sadar ad dua pasang mata ditampat berbeda yang melihat adegan aril dan syalu berpelukan


prok prok prok.....suara tepuk tangan dari seorang pria gagah dan tampan yang mengejutkan Syalu dan Aril


"Ohw syal, aku kira kamu wanita setia ternyata bukan, malahan wanita yang gak bisa jaga diri malah peluk pelukan sama laki laki ini, aku Rangga Ardana menerik semua pujian ku pada dirimu yang sudah dua tahun ini mengagumi mu" Ucap Rangga yang ternyata ternyata tidak mendengat percakapan Aril dan Syalu sebelumnnya


"ohw jadi lo Rangga yang..." Ucap Aril yang langsung di tahan oleh Syalu. baru saja Syalu ingin membuka mulutnya, ada nenek sihir yang sudah datang kemari dengan pakaiannya yang kurang bahan


"wow, Rangga kamu liat dia, dia itu meliat kamu yang cuman orang biasa, dan dia Aril seorang polisi yang memiliki Usaha toko yang sudah dianggap kaya bagi orang kampung jadi menurutnya kamu itu gak ada apa apa dibanding mereka Aril" Ucap Vanesa yang mengompori Rangga


"heh wanita ular jangan sembarang ngomong kamu" Ucap Aril yang geram ingin sekali memukul wanita itu karena sudah menuduh yang tidak tidak tentang Syalu


"Sudah bang, gak usah ladeni wanita ular, dengan pakaian kurang bahan ini, gak ada yang perlu dijelasin, mereka yang sok sok an gak bakal punya perasaan" ucap Syalu yang sudah membendung tangisannya


"Heh Syalu, aku gak nyangka udah jatuh Cinta sama kamu yang ternyata menilai orang dari materi, ternyata kamu bukan wanita polos seperti yang aku bayangkan, ternyata kamu cuman wanita kampung yang mengharapkan kekayaan" ucap Rangga dengan suara penuh penyesalan


" Sudah puas hina aku kan, okeh sberarti kita sudah tak punya komitmen apapu, ayo bang aku muak dengan dua manusia ini" ucap Syalu yang langsung menarik Aril pergi dari tempat itu


setelah sampai didalam mobil Aril, Aril langsung bertanya


"Bebs kamu harus jelasin sama Rangga, jangan sampe ada salah paham" Ucap Aril yang meyakinkan Syalu


"Nggak perlu dijelasin bang, kamu mau aku jelasin apa, aku bakal dianggap ngemis ngemis ke dia, trus kita balikan dan trus dia nyelingkuhin aku, mentang mentang orang kaya dia buat aku jadi janda muda, gitu?" Ucap Syalu pada aril


"gak gitu juga bebs, setidaknya kamu ninggalin pesan baik baik ke dia" ucap Aril yang terus membujuk Syalu


"Gak, aku muak melihat muka pasangan tadi, jujur aku udah sakit kepala pas liat mereka berdua, sakit sakit banget bang, aku udah gak tahan hik hiks hiks" Ucap Syalu yang mulai menangis


"yawudah terserah kamu, yuk pergi, memang kamu keras kepala" ucap Aril yang sudah mengalah karena tau kalau Syalu itu keras kepala

__ADS_1


Flasback off


__ADS_2