
Braakkk
Pintu dibuka dengan kasar, yang membuka pintu tersebut adalah seorang wanita paruh bayah
"Gimana sih kamu Rangga, ngurusin satu anak aja gak bisa, mama pusing sama kamu susah banget dibilanginnya" Ucap wanita paruh bayah yang tak lain adalah Mamanya Rangga
"Bun apaan sih, dia lagi cari mommy" Ucap Rangga dengan kesalnya
"Nah, makanya cepat nikah kasih dia mommy kenapa kamu egois banget sih?" Ucap Bundanya Rangga
"Bunda yang egois kenapa nggak ngizinin aku nikahin Vanessa" Ucap Rangga yang mulai marah
" Kamu gak liat apa?, anak kamu gak bisa nerima Vanessa, kenapa kamu tergila gila dengan wanita seperti itu haaa?" Bentak bundanya Rangga, seketika Rangga terdiam apa yang bunda nya bilang memang benar
"Bun, cuman Vanessa yang selama ini setia nungguin aku, dia udah berubah bun" Ucap Rangga yang tak lain untuk membujuk Bundanya agar merestuinya
"Berubah kamu bilang?, okeh sekarang kamu pilih, Vanessa atau Bunda, ayah, dan anak kamu, sekarang piling yang mana hah?" Bentak Bunda Rangga
'hah, terserah" Ucap Rangga dan berlalu pergi tak menghiraukan Bunda dan anaknya yang terus menangis. Melihat itu Bundanya Rangga amat sedih, menurutnya hubungan anaknya dan Vanessa membuat dampak buruk pada Rangga, sehingga Rangga seperti sudah tak menghargai orang tuanya sendiri
"Hey Reyyan cucuk nenek, kenapa kamu nangis, dimana Mommy yang kamu cari nak?"Tanya Bunda pada cucuknya yang penasaran terhadap sosok perempuan yang dia panggil Mommy
"Mommy Alu hiks hiks hiks (Mommy Syalu)" Ucap Reyya yang mulai mereda tangisannya
"Mommu Alu?, nanti kita ketemua ya, kita ke tempat mommy Alu ya" Ucap Bunda menenangkan
"Iya, mau mommy Alu(Iya mau mommy Syalu)" Ucap Reyyan, tak selang berapa lama Rangga keluar dari walk in closset, dia merasa bersalah karena tadi mengacuhkan Bunda dan anaknya
"Hey my little boy, maafin daddy ya, sebagai tanda maaf kita jalan jalan beli es krim" Ucap Rangga yang membujuk Reyyan
"mau eklim (mau es krim) " Ucap Reyyan yang mulai merasa senang
"oh ya Bunda ikut sekalgius jagain Reyyan, bunda masih trauma soal kemarin" Ucap bunda nya Rangga
"Iyah, tapi kekantor dulu ya, ada yang aku mau tanda tangani" Ucap Rangga
"Yawudah Bunda sama Reyya siap siap dulu, trus kamu langsung turun dibawah aja buat sarapan" Ucap Bundanya sambil berlalu pergi membawa Reyyan
♨️♨️♨️♨️♨️♨️
Disebuah cafe ada 4 orang yang duduk berhadapan yang menjadi sahabat sejak lama yakni Syalu, Nasya, Aril, dan Dan Amya (Pacarnya Aril)
"Syalu, kok matamu bengkan begitu, kamu nangis kenapa lagi, tumben nangis biasanya kocak, kalau gak kocak yang ngocok" Ucap Aril yang berusaha menghibur Syalu
__ADS_1
"Apaan sih bang, ngocok aja sendiri jangan manja, liatin noh amya bisa ngocok " Ucap Syalu yang Vulgar, walaupun behijab dia tetap lah menjadi manusia yang apa adanya
"Apaan sih kamu Syal, gak bisa berubah, bicara nya hal tabu melulu, dasar mesum" Ujar Amya yang sebal dengan sifat Vulgarnya Syalu
"Bodo amat, yang penting gak muna" Ucap Syalu dengan gampangnya
"heh heh sudah sudah, nggak malu apa udah tua ributnya masih kayak anak kecil ajah" Sewot Nasya yang pusing dengan tingkah teman temannya yang entah kenapa susah sekali untuk tidak ribut saat bertemu
"Okeh, kembali ke leptop, Assalamualaikum wr.wb saya Dr. Nasya Austyn akan menyampaikan sebuah amanat yang sangat penting dan sangat bikin kalian dag dig dug serrr"
Brakkkkk
"Cepat ngomong ke intinya jangan banyak ngeyel...." Sewot Aril yang sangat marah karena kelakuan Nasya yang aneh aneh
"hehehe, maaf maaf, aku cuman mau nyampein akan ada acara amal untuk para korban bencana diberbagai daerah dan perwakilannya dikumpulkan di Gedung Xxc, yang akan dilangsung kan 2 minggu lagi, dan kita akan menjadi panitia, karena kita adalah para dokter yang akan turun tangan langsung untuk membantu para korban" Ucap Nasya panjang lebar
"Oh" Ucap Syalu, Aril, dan Amya serentak dengan santainya
"Hey, gue udah jelasin pajang lebar kali tinggi dan jawaban kalian cmn 'oh' gitu" Nasya benar benar marah dengan apa yang ditanggapi teman temannya itu
"Udah tau..." Ucap mereka lagi serempak menjawab Nasya
"ehk ehk ehk, tapi kenapa kalian manggil gue, emang gue dokter apa?" Aril merasa heran kalau masalah dokter malah manggil dia, padahal dia sendiri adalah seorang tentara
"Bantuan apa?"
"Ngantar jemput dokter Amya buat ngurus acara, kasian kan dia kerja, tapi juga harus jadi panitia acara. Gak mau kan calon istrinya kecapean, jadi dengan ngantar jemput dr. Amya pasti mendingan"Ujar Syalu
"iya iyah, pasti gue antar jemput dia tanpa harus ada pertemuan kayak gini" Ucap Aril sedikit kecewa karena tidak percaya kenpa teman temannya bisa t*l*l begini
"hmmm, okeh jadi cuman itu doank yang mau dibahas?"Tanya Amya
"hmm kalian gak ada yang mau dibicarakan lagi, ini memang buanh buang waktu" Ucap Aril
"Iyah, Bang Aril bayarin ini, masa jalan bareng cowok bayaran makanannya tetap sendiri sendiri , kan malu maluin" Ucap Syalu dengan suara mamelasnya
"hmmm iyah iyah" Ucap Aril yang sudah pasrah diporotin teman temannya.
tiba tiba
"Mommy...." Teriak anak kecil itu berlari ke arah Syalu yang tak lain adalah Reyyan yang di ikuti oleh gadis paru bayah dari belakangnya
"My littel boy, come on" Syalu langsung memeluk Reyyan. Entah mengapa Syalu merasa nyaman dengan Reyyan
__ADS_1
"hmmm" Wanita paruh bayah itu berdehem yamg tak lain adalah Bunda Lauren
"Ehk ya bu, maaf" Ucap Syalu yang bingung entah apa yang harus dia ucapkan
"Hmmm, gak apa apa. kamu jangan sungkan begitu, panggil aku Tante" Ucapn Bunda Lauren seraya tersenyum
"Ehk iyah Tante, oh ya Tante mau pesan apa, biar nanti aku pesanin, gak enak udah ketemu tapi malah saya liatin doank" Ucap Syalu
"Tidak, saya hanya menemani cucuk saya membeli es krim, ternyata dia kesini cuman buat nemuin kamu" Ucap Bunda Lauren tersenyum penuh arti
drrtttt drttttt drtttt Telfon Nasya bergetar
"Wa Alaikumussalam____okeh_____ gw kesana___see you" Nasya berbicara ditelfon tersebut
"Maaf saya harus permisi dulu, haru masuk, jam makan siang sudah selesai, dan Syalu libur jadi pasti bisa nemanin tante, Assalamualaikum" Ucap Nasya Langsung berlalu pergi seperti terburu buru
"Hmmm, gue juga harus pergi, mau ngajak Amya jalan ya, See you Sayalu" Ucap Aril yang berlalu pergi dengan Amya. Kini tinggalah Syalu bersama Reyya dan Bunda lauren
"Hey Reyyan mau makan apa, Mommy pesanin apa?" Tanya Syalu pada Reyyan
"Roti bakar keju"Jawab Reyyan
"hmmm baiklah, kalau tante? " tanya nya pada bunda lauren
"Tidak, saya masih kenyang"
"hmmm baiklah"
"Sepertinya Reyyan sangat senang memanggil mu Mommy" Ucap bunda Reyyan
"iyah, sejak awal bertemu dia langsung memanggilku momny, dia sangat lucu" Jawab Syalu seraya tersenyum manis penuh kedamaian
"Apakah kamu tidak risih, bagaimana kalau orang orang malah menganggapmu sudah punya anak"
"Aku tidak peduli yang orang katakan, yang terpenting tidak merugikan aku" Ucap Syalu
"Ini makanannya, selamat menikmati" Ucap pelayan tersebut, Syalu langsung menyuapi Reyyan
"Hmmm sepertinya kau baik"Ucap Bunda Aurel yang melihat keakraban cucuknya dan Syalu
"Jangan menilai Orang dari luar saja, kita harus tau apa isi hatinya"Ucap Syalu Tak berhenti menyuapi Reyyan. Tiba tiba ada suara yang mengagetkan mereka
"Bunda..." Bentak pria tersebut
__ADS_1