
Hari sabtu, hari yang sial untuk ku waktu itu
Apa kah aku semiskin itu, apakah mamah ku tak sepeduli itu? hingga aku harus mencuri uang yang tak seberapa itu "hah" gak ada untungnya juga "cih" aku berdecih karna kesal
Bibi ku yang tega menuduh ku mencuri uang itu, ya itu uang miliknya hasil berjualan buah-buahan dari kebun mertuanya yang aku tak tau di mana dia menyimpannya dan meletakannya. jangan kan mengambilnya tau aja enggak
Flash back on
Sore hari. Aku dan nenek, juga mamah yang sedang menyusui si kahfi sedang rebahan di rumah nenek di atas ranjangnya di tengah ruangan rumah, karna nenek hanya punya 1 kamar namun ruang tengah dan dapur yang cukup luas, sehingga muat untuk 2 ranjang kasur ukuran 2 orang, tekas mainan dan sepasang kursi
tiba-tiba sajah bibi dan suaminya juga anaknya datang kerumah nenek tanpa ba bi bu dia langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang yang satunya lagi di sebelah ku dan saling berhadapan
Lalu menceritakan perjalanannya, bla bla bla,m "panjang lebar dan menceritakan tentang kehilangan uangnya beberapa hari lalu dan beranjak pergi kerumahnya meninggalkan anak dan suaminya yang masih rebahan di sana besarta tas yang tadi dia bawa
Mamah pun beranjak pergi kerumah, tapi tak lama balik lagi ke rumah nenek. membisikan ke telinga ku. neng ayo pulang nanti kamu di tuduh ngambil uang nya juga "firasat mamh
Namu aku tak menghiraukan perkataan mamah, karna aku malas kemana-mana dan sudah merasa nyaman rebahan di situh
Bibi pun balik lagi ke rumah nenek dan melihat ku masih rebahan di sana, aku pun beranjak pergi untuk ke warung membeli mie yang aku maksud dan aku mau. bibi pun menitipakn belanjaan kepada ku
Neng mau kemana? tanya bibi,.
Aku mau ke warung. kenapa? mau nitip
ya bibi nitip ya, beliin bawang merah. sambil menyodorkan uang 5 ribu
Aku pun bergegas pergi ke warung dengan membawa uang yang di beri mamah tadi pagi dan di gabung dengan uang dari bibi
Meski gak seberapa tapi itu cukup bagi ku.,karna aku tau kebutuhan rumah tangga yang bapa berikan hanya cukup untuk makan sehari-hari,.belum ke 3 adik ku,.yang masih kecil dan membutuh kan banyak biaya,.karna aku tau ekonomi keluarga ku tidak seperti orang lain yang cukup bahkan terbilang mewah,.tapi itu suatu pelajaran yang berharga,.karna hidup tak abadi,.roda kehidupan pun selalu berputar,.kadang di bawah kadang di atas,..akan tetapi aku merasa kalo hidup kelurga kami hanya di situ-situ sajah,.ah entah lah gak terlalu penting juga,.pikir ku yang sambil berjalan ke warung,.
__ADS_1
Setibanya di warung aku langsung menyebutkan satu-persatu apa yang aku butuhkan tadi,.lalu membayar dengan uang ku supaya ada kembalian dan recehan untuk besok ongkos ke sekolah,.tapi tak ada kembaliannya kata tukang warung,.
Aku pun membayar dengan uang pas,.menggunakan uang ku dan uang bibi yang recehan dan koin,.
Setibanya di rumah aku menyerahkan pesanan bibi dan langsung pulang ke rumah,.
Magrib pun tiba karna hari memang sudah gelap dan menuju malam,.
Sehabis magrib usai,.bibi ke rumah ku dengan nada suara naik 2 oktaf memanggil ku,.
Neng,.,neng,.,dari depan rumah sambil menerobos masuk ke dalam,.
Iya bi ada apa,.,jawab ku segera menghampiri dengan persaan heran
Kamu tadi liat tas gak di ranjang rumah nenek,.yang warna hitam.,uang bibi hilang,.
Gak tau,.aku gak liat-liat,.ucap ku,.
Pake uang bibi lah 5 ribu dan uang receh ku yang 500 san 4 ribu karna belanjaan nya 9 ribu jawab ku
Lalu bibi beranajak pergi dari rumah ingin ke warung untuk menanyakan kebenarannya, sambil berkata. kalo gak ada yang mau ngaku atau gak jujur pasti akan ada balasannya dan pasti akan. apa lah gak terlalau jelas ngomong apa "ucap bibi menakut-nakuti
Namun sama sekali aku tak gentar dan tak takut dengan ucapannya karna aku memang tak bersalah dan tak mengambilnya
Ya silahkan aku gak takut ini kok. mau di apain juga karna ku memang tak merasa mengambil uang bibi, lagi pula buat apa aku ngambil uang yang gak seberapa. kalo mau maling mah gak usah kagok yang gede ajah sekalian biar cukup buat seumur hidup, tanggung ngambil yang kecil dosa iyah cukup semur hidup juga enggak "jawab ku dengan nada kesal marah, jengkel, tersinggung dan sebagainya semua disana menjadi satu, jika terlihat mungkin sudah segede langit yang siap menelan bumi 😡😤😡👿 tuhan juga tau dan gak tidur kok dia tau siapa yang benar dan siapa yang salah
spertinya bibi merasa iba dan sedkit percaya dengan apa yang aku katakan itu, tapi entah lah, biar waktu yang menjawab meskipun dia kesal dengan ku. bibi pun melontarkan kata-katanya lagi. setelah aku mengatakan itu, gak usah bawa-bawa tuhan segala malu ucapnya menekankan, nanti kuwalat ucap bibi sambil berlalu pergi
Aku pun berteriak bodo amat kuwalat juga yang penting aku gak salah gak ngambil uang bibi
__ADS_1
Namun bibi tak menghiraukan kata-kata ku
nenek tiba-tiba masuk kerumah bertanya sama aku. neng bibi kamu tadi bilang mau nanya kamu bayar ke warung pake uang berapa? terus mau di tanyain ke warungnya. Karna uangnya ilang lagi tadi kata nenek
ooh_pantesan nanyain bayar pake uang berapa? astagfirulloh. sampe segitunya gak percaya sama aku "ucap ku jengkel
nenek pun berbalik ke rumahnya lagi "untuk menanyakan kebenarannya dengan baik-baik sama bibi
tuh kan mamah bilang juga apa" pasti kamu di tuduh, udah di bilangin tadi cepet pulang pulang. rutuk mamah kesal
yang dari tadi di dapur sedang masak, menyerobot ke ruang tengah sambil ngomel-ngomel. untung sajah si bilal lagi di sekolah lagi ada acara gak bisa pulang. kalo enggak pasti dia juga kena dengan ke adaan yang genting aku masih teringat adik ku yang beruntung saat ini tak ada di rumah "hemmh aku pun menghembuskan nafas dengan kasar
Namun mamah kembali menasehati ku dan menyemangati ku, kalo kamu gak salah kamu gak usah takut. mamah tau kok dan mamah percaya sama kamu. ada mamah di sini yang akan membela mu kemudian mamah merangkul pundak ku dan mengelus bahuku
Iya mah. mamah tenang ajah gak usah takut dan kawatir aku juga gak takut kok kalo memang aku salah aku gak bakalan melawan tapi karna aku gak salah makannya aku berani
Iya nanti juga bibi kamu malu sendiri, kalo ternyata uangnya lupa sudah dia pake kaya kemarin, atau bisa juga di ambil sama si mamat suaminya. tapi dia gak bilang karna lupa mungkin. ucap mamah menenangkan ku
Aku pun pergi ke rumah nenek untuk menantang bibi dan memberikan saran kalou aku akan bersumpah di atas al-quran. kalo aku gak bersalah atau kalo perlu aku akan menginjaknya, supaya bibi tau kalo aku memang tidak mengambil uangnya. Aku gak takut
Waktu itu bibi bercerita pernah melihat orang yang bersumpah dan menginjak al-quran orang itu langsung lumpuh seketika karna kesalahannya, makan nya aku langsung mengusulkan itu sama nenek
nenek segera memanggil bibi, tanpa ba bi bu nenek langsung menceritakan apa yang aku maksud
Namu bibi menolaknya, denga alasan gak papa udah biarin ajah mungkin bukan rejeki katanya
Mungkin dia malu mengatakan kebenarannya kalou uang itu mungkin sudah ada dan baru ingat dia belikan sesuatu di jalan atau bisa jadi suaminya udah ingat dan mengakuinya kalo dia yang udah pakai uang itu. huuuuh dasar so so an nuduh tanpa mencari bukti dan alasannya terlebih dulu 😤😤
Kalo sajah aku orang kaya atau tak punya hati, pasti aku akan laporkan bibi ku, atas tuduhan mencuri "hemmh" nasiiiib-nasib jadi orang biasa gak enak ya gaeys
__ADS_1
tapi aku masih belum tenang dan penasaran denga uang bibi yang hilang. bodo amat lah gak usah terlalu di pikirin juga toh orang aku udah jelas gak salah dan gak ngambil kok 🤑😝😝