
pagi-pagi kak heri seperti biasa sudah terbangun sambil ngopi di ruang tamu
Neng tia sini sebentar panggil kak heri
Iya ada apa? aku menghampirinya dan tiba-tiba sajah dia langsung menarik tangan ku melipat kan tangan ku ke belakang, hingga kak heri langsung mendaratkan ciumannya ke bibir ku tanpa aba-aba. aku sangat terkejut di buatnya dan merasa ngeri. tapi entah kenapa aku tak bisa melawannya. aku malah menikmati sentuhan demi sentuhan darinya yang mulai meraba ke segala arah di tubuhku dengan tangannya yang liar, namun seketika aku tersadar dari buayan setan terkutuk itu, langsung aku mendorongnya hingga sedikit terjengkang, aku merasa syok dan aaah. entah lah aku juga tak mengerti, baru kali ini aku merasa desiran hebat dalam tubuh ku. meski memang ciuam bibir itu sudah tak asing bagi ku. namun kali ini berbeda dengan sebelumnya.
mungkin karna dia sudah berpengalaman sehingga tau bagai mana cara meluluhkan wanita
Aku sudah tak bisa berpikir jernih saat itu, aku langsung beranjak ke dapur untuk memotong sayuran beserta bumbunya, karna mamah tadi menyuruh ku. mamah seperti biasa di rumah nenek, membantu nenek membuat opak ketan yang biasa kami produksi saat ada pesanan
kak heri langsung menghampiri ku dan memeluk ku dari belakang tangannya mulai merangsek kedalam dan mengelus halus bagian sensitiv ku.
aku segera mendorongnya dan menendang kan kaki ku ke belakang mengarah ke area sensitiv kak heri 'hingga mengaduh kesakitan
Aah_aww_sakit jerit kak heri "sambil memegangi alat sensitivnya itu
Emang enak! rasain "ucap ku ketus sambil mendelikan mata ku ke arahnya
Ih kamu, tega banget sih, gimana kalo punyaku patah ucap kak heri yang masih meringis kesakitan
Heemh bodo amat! gak penting umpat ku
kenapa kak heri, lagi sakit? tanya mamah yang tiba-tiba datang masuk kedapur
Eh enggak mah, cuma ke pentok ajah tadi kena meja "jawab kak heri
Aku yang hanya tersenyum puas melihat ekspresi wajah kak heri yang kaget sekaligus bingung untuk menjawab pertanyaan mamah, namun cukup pintar juga dia membuat alasan 🤪
Huuh dasar tukang ngibul umpat ku dalam hati
Neng kamu udah potong semua sama bumbunya tanya mamah yang baru keluar dari kamar mandi, yang mungkin kamar mandi nenek sedang di pake yang lain
emmh belum mah ini baru mau di potongin
Ya udah nanti kamu langsung masak aja ya" sendiri ucap mamah
Heem "gumam ku
lah gimana ini, kok malah aku yang masak. kalo gak enak gimana? terus masakannya mau di bikin apa ini gak paham, apa di tumis-tumis aja kali ya.
ya sudah lah bodo amat mau enak apa enggak juga yang penting di masak "pikir ku
Aku langsung memasak dengan bahan yang sudah mamah siapkan dan tak butuh waktu lama masakan pun sudah jadi
__ADS_1
aku langsung mengantarkannya sama mamah untuk di cicipi
Giman mah? enak gak "tanya ku
emmh_udah enak enak jawab mamah, sambil mengacungkan jempolnya
aku merasa gak yakin dan kurang percaya diri dengan jawaban mamah. aku mencicipinya sendiri dan ternyata yaa lumayan juga lah, meski tak seenak buatan mamah hehe_he
Kak heri pun sekalian aku ajak makan bareng. tapi dia menolaknya dengan alasan belum lapar, pedahal bohong. perutnya ajah udah bunyi kuryuk kruyuk begitu
aku pun segera mengambil kan makan untuk kak heri setelah semuanya selesai makan dan menyodorkannya ke hadapan kak heri. mempersilahkan dia untuk makan
Kak heri pun langsung menyiuk nasi dan lauknya lalu memakannya. aku tak mengatakan sepatah kata pun saat dia akan makan, aku hanya kembali ke rumah nenek membantu kerjaan sedikit
Usai makan kak heri menghampiri ku ke rumah nenek dan melihat-lihat pekerjaan kami dan bertanya-tanya seperti wartawan yang sedang mewawancarai seseorang. sekaligus berpamitan berangkat lagi ke jakarta
Ketika kak heri beranjak akan keluar. Dia menginjak opak yang masih basah baru di letakan di atas jodang, tempat menjemur opak yang sudah di cetak, serentak semua orang tertawa dengan tingkahnya yang berjalan berjinjit mengangkat kaki sebelah yang terkena opak basah itu
Lah kok bisa aku nginjek ini, perasaan kan tadi jalan udah ke tengah "kok bisa ya" ucap kak heri sambil sedikit cengengesan
segera membersihkan opak basah yang menempel di kaki nya itu. setelah bersih kak heri mengajak ku kembali ke rumah
neng tungguin dulu yu,.mau siap-siap pulang, balik lagi kerja, ucap kak heri. gak enak gak ada orang di rumah. nanti di tuduh kalo ada yang ilang
aku pun menyusulnya dan bernafas lega karna ahirnya tu si duda mau pergi juga "hhaaaaah" syukurlah
Enggak lah gak bakalan hawatir, udah gede ini lagian emak gak tau kalo aku ke sini. dari jakarta aku langsung ke sini gak ke rumah dulu "jelas kak heri
oooh astagaaaa_ bener-bener ya ni orang. udah kaya sama istri ajah, pulang kerja kok langsung ke sini "rutuk ku dalam hati
Lah kenapa kok langsung ke sini. udah kaya pulang ke rumah istri ajah "ucap ku dengan wajah muram
ngapain pulang ke rumah emak, gak ada siapa-siapa yang di kangenin "ucap kak heri
Hemmh_ aku beranjak pergi dari ruang tamu ingin buang air kecil. kak heri mengekori ku dari belakang. aku yang tak sadar kalo dia mengikutiku. setelah selesai dari kamar mandi. tiba-tiba si duda udah main gila lagi, dia langsung mendekap tubuh ku dan membalikan tubuhku membelakanginya, menarik celana ku hingga lutut. aku meronta berusaha melepaskannya namun tenaganya lebih kuat dari ku, dia yang sudah siap sedari tadi dengan celananya yang sudah sedikit terbuka langsung jleebbb_aaaaaww_ teriak ku yang langsung di bekap tangan kak heri. aku merasa kan nyeri di bagian area sensitiv ku, *********** benar-benar menancap di area sensitiv ku. yang langsung menyemburkan cairan putih yang kental di sanah
Hah nyebelin banget sih. sakit tau "rutuk ku kesal. aku takut dan gemetar saat itu. yang aku pikirkan dan aku bayangkan ternyata benar. aaah sudah lah, aku hanya termangu dan tak percaya dengan kelakuannya yang akan berani berbuat seperti itu,.pikiran ku kacau dan berantakan, astaga tuhaaan. apa yang aku lakukan
Dasar bodoh, benar-benar bodoh. kenapa aku tak bisa melawannya,dasar setan terkutuk bisa-bisanya akau malah tak bisa berontak
kak heri tersenyum puas karna mungkin hasratnya yang sudah bertahun lamanya bisa di salurkan. tapi berbeda dengan ku yang hanya melamun dan mengedarkan pandangan kesembarang arah
Sudah lah gak papa kok, gak bakaln kenapa-napa "ucapnya pelan
__ADS_1
Hemmh" aku memalingkan muka tak mau menatapnya
Gak kenap-napa gimana ? aku takut kalo nanti hamil " ucap ku
Kan ada aku,.aku juga bakalan tanggung jawab kok,.sahut si duda nyebelin itu,.
Halaaah,.,tanggung jawab-tanggung jawab apaan,.paling juga kabur ucap ku kesal,.,
Enggak lah gak bakalan kabur, kamu kan udah tau rumah ku "ucap kak heri
aku sekarang berangkat ya, tapi mau mandi dulu. eh ngomong-ngomong kok susah banget mau masukinnya yah
ya jelas lah orang aku masih perawan kok. cuma kamu doang sekarang yang berani ngelakuin ini sama aku,.
iya iya maaf,.udah gak tahan lagi ucapnya" salah sendiri kenapa mancing-mancing sambil tersenyum
Idih siapa yang mancing-mancing sih, kamunya ajah ngerasa ke pancing "sahut ku
kak heri pun segera beranjak ke kamar mandi, tanpa menghirau kan ucapan ku
Aku memikirkan apa yang kak heri katakan, dengan duduk termenung di meja makan dapur. tapi ya memang benar juga sih apa yang dia bilang. aah bodoh banget sih aku ini, kenapa juga aku mancing-mancing dia yang udah pasti kalo yang namanya setan pasti akan terus menggoda dan akan terjadi dengan hal itu dasar gob**k,.
Mending kalo sama duren sawit,.alias (duda keren sarang duit) lah ini. apaan! boro-boro sarang duit. tampang ajah pas-pasan, keren kagak "lamun ku
aku segera tersadar dari lamunan ku dengan suara kahfi yang memanggil ku
Kakak_kakak_aku mau jajan "ucap kahfi
Ya udah kakak anter ya
aku mengantar kahfi jajan, segera aku kembali ke rumah, mengantar kan si kahfi kembali bermain denga sepupu yang lain
aku duduk termenung di kursi ruang tamu, memikirkan hal yang tadi terjadi. namun apa gunanya juga menyesal juga udah gak ada guna" kak heri menghampiri ku setelah berganti pakaiannya
Neng" aku berangkat sekarang ya. sambil meraih tas gendongnya dan mengaitkannya ke pundak
Iya_aku anter ke depan ya
Gak usah' bisa sendiri ini kok ^ucap kak heri sembari memakai sepatunya
Ya udah hati-hati ya "ucap ku malas
mengingat kejadian tadi, sepertinya tu si heri tak merasa keberatan atau merasa menyesal, bahakn dia terlihat biasa biasa ajah. seperti tidak terjadi apa pun,.ah sudah lah bodo amat, tapi area sensitiv ku masih terasa nyeri seperti mengganjal bengkak
__ADS_1
Kak heri berpamitan denga kelurga besar ku, lalu pergi. Aku hanya melihat nya sampai tak terlihat lagi punggungnya
Aku melakukan aktipitas ku seperti biasa. merapihkan rumah yang beberapa hari tak di rapihkan, karna malas jika ada orang di rumah untuk beres-beres, bodo amat lah. biar ada si duda lajang itu juga. toh dia bukan lagi tamu "pikir ku sambil merapihkan ruangan yang berantakan