Duda Perawan

Duda Perawan
melamar kerja,.


__ADS_3

Satu minggu setelah kejadian itu. Aku memutuskan untuk mencari pekerjaan, aku menanyakan lowongan kerja pada setiap teman dan sodara. meski bukan pekerjaan seperti orang lain di pabrik atau di kantoran juga gak masalah asal aku tidak di rumah terus


Aku memutuskan untuk meninggalkan si duda kucay yang membuat ku risih dan tak nyaman. aku tak pernah lagi ingin berhubungan dengannya, bahkan memikirkannya sampai menikah pun tak pernah. aku tak ada niatan untuk menikah dengan si duda kucay itu


Meski bimbang dan ragu.vaku berusaha meyakinkan diri sendiri, kalou keperawanan ku belum sepenuhnya terbobol. meski merasa gundah dan kacau aku berusaha tenang


Beberapa hari aku mencari kerjaan. ahirnya aku mendapatkannya dari sodara laki-laki ku anak dari uwa ku dari bapa. dia itu jayadi, namun di panggil yadi atau jay


mamah waktu itu sedang menelpon dengan kakak iparnya, lalu menanyakan tentang pekerjaan untuk ku. kata uwa ku ada sama si jay, dia lagi cari kariawan baru katanya. kerjanya cuma bershiin cin-cin yang mau di cetak


mamah segera menutup telponnya dan mengahampiri ku


 Tia_tia_kamu beneran mau kerja,.tanya mamah meyakinkan


Iya mah "emang kenapa? dari pada di rumah trus gak ngapa-ngapain bosen "ucap ku


Ini ada kata uwa, nanti bareng sama si jay katanya. nanti malem mau ke sini langsung jemput kalo kamu mau, kamu siap-siap sekarang. biar gak ada yang ketinggalan nanati ucap mamah


Hah" seketika aku mengerejat dari rebahan ku dan membulat kan mata karna saking tak percaya nya. secepat itu buru-buru banget sih "rutuk ku


Iya katanya dia udah 2 hari di kampung sama bosnya, sekarang mau berangkat lagi ke jakarta biar langsung sekalian bareng katanya


Ooh_ya udah lah gak masalah ucap ku


Aku pun segera merapihkan barang yang akan aku bawa nanti, sambil memikirkan apa yang akan aku kerjakan nanti di sana karna belum tau pasti apa pekerjaannya, tapi katanya kerjaannya santai, cuma ngebersihiin cin-cin yang mau di cetak "ah tau lah yang penting kerjanya halal. gumam ku dalam hati


Sore hari pun tiba, waktu begitu berlalu dengan terasa cepat, habis isya jay datang ke rumah dengan bosnya


*


*


Tok_tok_tok_ assalamualaikum "ucap bosnya yang suaranya memang asing bagi ku


Tia_tia_kamu di rumah gak? timpal jay, yang tak sabar ingin segera ke rumah


walaikumsalam ucap ku dan mamah serempak


Iya ya sebentar aku baru ganti baju ucap ku, segera menghampiri dan membukakan pintu


silahkan masuk jayadi, sama bapak nya,.juga ucap ku. karna mamah ke dapur mengambil minuman untuk di sodorkan


Mereka pun masuk lalu duduk ber sebelahan


Udah siap belum tia? Tanya jay


Iya udah "ucap ku_ eh iya bapa ini siapa "maaf tanya ku

__ADS_1


pak bos "jawab jay


ya udah kita berangkat sekarang pak "ucap sama bosnya


ya udah sih gak usah buru-buru ucap bosnya "menimpali" lagian kita mau pulang ini kok


Ini silahkan di minum pak kopinya, jay di minum "ucap mamah mempersilahkan kedua orang itu


10 menit kami berbincang, aku pun pergi berpamitan sama mamah begitu pula dengan pak bos dan jayadi bersalaman sama mamah


Aku pergi dulu ya mah, doakan aku biar aku berhasil "ucap ku sambil mencim tangan mamah


Iya mamah selalu doakan kamu, sambil mencium kening ku dan kedua pipi ku


Aku berangkat ya daah_aku masuk ke mobil sambil melambai kan tangan dan berlalau pergi dari rumah


Mamah yang hanya menatap kepergian ku sambil berdiri di depan teras rumah, tak luput dengan senyumannya yang mungkin sedikit hawatir, karna ini baru pertama kalinya aku jauh dari rumah tapi aman menurutku. dari pada tinggal di rumah dengan orang yang "iih" membayangkan nya sajah males, kalo si duda itu terus-terusan datang ke rumah dan melakukan hal yang menjijikan itu lagi "hiiih


di perjalanan aku tak terlalu banyak bicara meski aku memang sudah sangat akrab dengan jay, karna kami dulu tinggal bersama. sama nenek dari bapa dan uwa mamahnya jay waktu SD, kami hanya bercengkrama seadanya dan seperlunya di dalam mobil, karna hari memang sudah cukup larut dan mengantuk


Jay yang tidur di jok bersmpingan dengan ku dia meringkuk dengan di tutupi jaket sajah, karna memang cuaca sedang dingin dan musim hujan. pak bos yang pokus menyetir pun sepertinya mulai mengantuk. Tapi aku tak bisa tidur, aku hanya memain kan henpon sambil bermain game, tak ada pesan masuk atau pun telpon, karna aku sudah mengganti nomor dengan yang baru


di tengah perjalanan pak bos menghentikan mobilnya dan turun di sebuah warung yang tak terlalu besar itu, mungkin dia ngantuk dan cape hingga memutuskan untuk beristirahat sebenrtar, jay yang sudah tidur dari tadi. dia tak di bangunkan oleh bosnya, karna mungkin kasihan dengan jay yang sudah menemaninya 2 hari berkeliling itu, kata si jay sih bosnya habis ngirim barang sambil jenguk orang tuanya di kampung "gitu ceritanya


Tiba di tempat yang akan aku tinggali dan bekerja di sana


Kami pun berkenalan satu sama lain sambil bersalaman dan meneybutkan nama, kenalin aku boni usiaku 16 thn ucapnya dari cowo jangkung berkulit putih, Usianya beda 1 tahun dengan ku


aku rangga. aku 17 thun "ucapnya. pria maco dengan tubuh yang ber isi dan otot yang lumayan


Aku rendi, aku baru 15 tahun sahut nya


hah" aku sedikit terkejut, kok tubuh kamu kecil, ucap ku sambil nyengir kuda


Aku iwan, aku juga baru 15 tahun. namun iwan tubuhnya agak sedikit tinggi dari rendi. Jadi pas lah untuk usianya yang segitu


kalo aku dani. aku 18 thun, pria yang agak kurus dan hitam manis itu


di tengah-tengah saat kami berbincang dan bersenda gurau, karna hari itu kebetulan katanya libur kalo hari minggu


Lalu si jayadi tiba-tiba datang dan menyerobot dengan ke usilannya yang sudah biasa


kenalin aku meyicle jhackshen "ucap nya sambil berputar menari ala mekel jeksen. yang terkenal waktu itu pada masanya


Semua orang menertawakan tingkah jahilnya si jay, yang memang dia selalu suka usil


Haha_haha_ ha ha_ha

__ADS_1


Ada apa? rame-rame sambil menghampiri kami dengan tatapan herannya "tanya wanita cantik dan kurus itu


Eeuhm" enggak kita cuma lagi bercanda liatin si jay "jawab kak iis


Ooh_kirain ada apa. ya udah siap-siap kalian bersih-bersih ya, hari ini kita akan memberish kan semua ruangan agar nyaman


iya jawab kami serempak


Eh itu yang tadi siapa sih? tanya ku sama kak iis dan yuli, sambil berjalan bareng masuk ke rumah


Oh dia itu temennya pak bos, katanya sih calon istri, kata kak iis berbisik. tapi dia tinggal bareng di sini


Ooh "ucap ku. ah masa iya kok baru calon udah tinggal bareng, gak kenapa napa emang nya "pikir ku, namun aku tak mempedulikannya. bodo amat lah orang lain ini tak mau kepo


Kami membereskan semua ruangan yang berantakan dan berdebu dengan bekerja sama dan banyak orang yang memegang tugas masing-,mading, ahirnya semia pekerjaan pun cepat selesai


Lalu kami beristirahat dengan di sodori minuman dingin yang di buat dari marjan


saking hausnya kami menghabiskan 1 poci ukuran 2 liter setengah itu ludes dengan hitungan menit sajah, hanya tinggal es batu nya sajah yang ter sisa 🥵🥵


esok harinya kami mulai kembali denga aktipitas kami yang sesungguhnya, kami kembali dengan tugas masing-masing


aku kak iis,yuli, rendi, membersihkan lilin yang di bentuk cin-cin, seperti yang di katakan jay tempo hari, boni yang bertugas mencetaknya dan membuka karet cetakannya sedangkan iwan dia memasangkan kembali karet-karet yang sudah di pakai


rangga dani dan jay mereka bagian finising. katanya begitu


Aku belum paham dengan pekerjaan ini dan belum tau apakah pekrjaan ini legal atau ilegal. ah entah lah yang penting aku bisa kerja dan menjauh dari si duda itu, pikir ku melayang ke mana-mana


Belum genap 1 minggu aku bekerja di sana, mungkin sekitar 5 atau 6 hari. tiba-tiba bos kami pak Bram dan cewe nya itu pergi dan berpesan kalo ada yang datang bilang sajah tidak tau ucapnya pada kami semua, saya gak akan lama "ucapnya lagi pada kami yang ada di ruangan pencetakan, lalu pergi ke ruang finising. mengatakan hal yang sama ke rangga, jay juga dani lalu mereka berdua pergi dari rumah, meninggalkan kami tanpa memberi kami bekal uang. Hanya ada bahan makanan di kulkas karna katanya tak akan pergi lama


3 hari berlalu namun, pak Bram dan cewenya yang kurus itu belum kembali di hari ketiga tepat sehabis duhur sekitar jam 2 siang datang 3 orang laki-laki bertubuh kekar dan memakai celana hitam dan jaket kulit hitam, kami semua sangat kaget dengan kedatanga mereka yang tib-tiba saja muncul dan masuk menerobos ke rumah


Mereka menanyakan keberadaan pak Bram. hey eneng-eneng kalian tau pak Bram di mana tanya 2 orang pria tak di kenal itu sedangkan 1 pria lagi menggeledah ruangan


Kalian tenang sajah gak usah takut, kami hanya ingin tau sajah, kami akan mengaman kan kalian "ucap pria yang menghampiri kami dan 1 orang pria di belakangnya ikut serta menanyakan hal yang sama. iya kami hanya ingin tau keberdaan pak bram. Kata pria itu


ke 3 pria itu duduk di depan rumah, mungkin mereka menunggu ke datangan pak bram yang tak kunjung datang sampai larut malam


jam 8 malam tiba pak bram masih belum ada kabar, bahkan memberikan tanda-tanda atau isyarat


ke 3 pria itu memutuskan untuk langsung bertindak. mereka membawa semua barang di rumah itu, rumah yang di jadikan untuk kami bekerja semua di gondol habis tak ada yang tersisa barang 1 pun lalu mereka membawa truk yang di pesannya untuk mengangkut barang


Kami yang berjumlah 9 orang pun ikut serta di boyongnya dengan mereka. aku, yuli, kak iis dan boni, ikut dengan pria gemuk menaiki mobil sedan berwarna hitam itu dengan perasaa dan pemikiran yang kalut dan bingung tak tau apapun. kami hanya mengikutinya sajah


Aku pun sudah berfikir hal yang negatif. aku takut mereka membawa kami ke kantor polisi atau sebuah gudang yang gelap atau bahkan bisa jadi di bawa ke suatu tempat menyeramkan "lamun ku menduga-duga di sepanjang jalan. aku pasrah sajah jika nanti di introgasi atau apa lah. karna aku memang tak tau apapun dengan apa yang terjadi namun aku berusaha berpikir positip


Hayo di bawa ke mana kita ?coba tebak

__ADS_1


__ADS_2