
Satu minggu setelah kejadian itu. Aku memutuskan untuk mencari pekerjaan, aku menanyakan lowongan kerja pada setiap teman dan sodara. meski bukan pekerjaan seperti orang lain di pabrik atau di kantoran juga gak masalah asal aku tidak di rumah terus
Aku memutuskan untuk meninggalkan si duda kucay yang membuat ku risih dan tak nyaman. aku tak pernah lagi ingin berhubungan dengannya, bahkan memikirkannya sampai menikah pun tak pernah. aku tak ada niatan untuk menikah dengan si duda kucay itu
Meski bimbang dan ragu.vaku berusaha meyakinkan diri sendiri, kalou keperawanan ku belum sepenuhnya terbobol. meski merasa gundah dan kacau aku berusaha tenang
Beberapa hari aku mencari kerjaan. ahirnya aku mendapatkannya dari sodara laki-laki ku anak dari uwa ku dari bapa. dia itu jayadi, namun di panggil yadi atau jay
mamah waktu itu sedang menelpon dengan kakak iparnya, lalu menanyakan tentang pekerjaan untuk ku. kata uwa ku ada sama si jay, dia lagi cari kariawan baru katanya. kerjanya cuma bershiin cin-cin yang mau di cetak
mamah segera menutup telponnya dan mengahampiri ku
Tia_tia_kamu beneran mau kerja,.tanya mamah meyakinkan
Iya mah "emang kenapa? dari pada di rumah trus gak ngapa-ngapain bosen "ucap ku
Ini ada kata uwa, nanti bareng sama si jay katanya. nanti malem mau ke sini langsung jemput kalo kamu mau, kamu siap-siap sekarang. biar gak ada yang ketinggalan nanati ucap mamah
Hah" seketika aku mengerejat dari rebahan ku dan membulat kan mata karna saking tak percaya nya. secepat itu buru-buru banget sih "rutuk ku
Iya katanya dia udah 2 hari di kampung sama bosnya, sekarang mau berangkat lagi ke jakarta biar langsung sekalian bareng katanya
Ooh_ya udah lah gak masalah ucap ku
Aku pun segera merapihkan barang yang akan aku bawa nanti, sambil memikirkan apa yang akan aku kerjakan nanti di sana karna belum tau pasti apa pekerjaannya, tapi katanya kerjaannya santai, cuma ngebersihiin cin-cin yang mau di cetak "ah tau lah yang penting kerjanya halal. gumam ku dalam hati
Sore hari pun tiba, waktu begitu berlalu dengan terasa cepat, habis isya jay datang ke rumah dengan bosnya
*
*
Tok_tok_tok_ assalamualaikum "ucap bosnya yang suaranya memang asing bagi ku
Tia_tia_kamu di rumah gak? timpal jay, yang tak sabar ingin segera ke rumah
walaikumsalam ucap ku dan mamah serempak
Iya ya sebentar aku baru ganti baju ucap ku, segera menghampiri dan membukakan pintu
silahkan masuk jayadi, sama bapak nya,.juga ucap ku. karna mamah ke dapur mengambil minuman untuk di sodorkan
Mereka pun masuk lalu duduk ber sebelahan
Udah siap belum tia? Tanya jay
Iya udah "ucap ku_ eh iya bapa ini siapa "maaf tanya ku
__ADS_1
pak bos "jawab jay
ya udah kita berangkat sekarang pak "ucap sama bosnya
ya udah sih gak usah buru-buru ucap bosnya "menimpali" lagian kita mau pulang ini kok
Ini silahkan di minum pak kopinya, jay di minum "ucap mamah mempersilahkan kedua orang itu
10 menit kami berbincang, aku pun pergi berpamitan sama mamah begitu pula dengan pak bos dan jayadi bersalaman sama mamah
Aku pergi dulu ya mah, doakan aku biar aku berhasil "ucap ku sambil mencim tangan mamah
Iya mamah selalu doakan kamu, sambil mencium kening ku dan kedua pipi ku
Aku berangkat ya daah_aku masuk ke mobil sambil melambai kan tangan dan berlalau pergi dari rumah
Mamah yang hanya menatap kepergian ku sambil berdiri di depan teras rumah, tak luput dengan senyumannya yang mungkin sedikit hawatir, karna ini baru pertama kalinya aku jauh dari rumah tapi aman menurutku. dari pada tinggal di rumah dengan orang yang "iih" membayangkan nya sajah males, kalo si duda itu terus-terusan datang ke rumah dan melakukan hal yang menjijikan itu lagi "hiiih
di perjalanan aku tak terlalu banyak bicara meski aku memang sudah sangat akrab dengan jay, karna kami dulu tinggal bersama. sama nenek dari bapa dan uwa mamahnya jay waktu SD, kami hanya bercengkrama seadanya dan seperlunya di dalam mobil, karna hari memang sudah cukup larut dan mengantuk
Jay yang tidur di jok bersmpingan dengan ku dia meringkuk dengan di tutupi jaket sajah, karna memang cuaca sedang dingin dan musim hujan. pak bos yang pokus menyetir pun sepertinya mulai mengantuk. Tapi aku tak bisa tidur, aku hanya memain kan henpon sambil bermain game, tak ada pesan masuk atau pun telpon, karna aku sudah mengganti nomor dengan yang baru
di tengah perjalanan pak bos menghentikan mobilnya dan turun di sebuah warung yang tak terlalu besar itu, mungkin dia ngantuk dan cape hingga memutuskan untuk beristirahat sebenrtar, jay yang sudah tidur dari tadi. dia tak di bangunkan oleh bosnya, karna mungkin kasihan dengan jay yang sudah menemaninya 2 hari berkeliling itu, kata si jay sih bosnya habis ngirim barang sambil jenguk orang tuanya di kampung "gitu ceritanya
Tiba di tempat yang akan aku tinggali dan bekerja di sana
Kami pun berkenalan satu sama lain sambil bersalaman dan meneybutkan nama, kenalin aku boni usiaku 16 thn ucapnya dari cowo jangkung berkulit putih, Usianya beda 1 tahun dengan ku
aku rangga. aku 17 thun "ucapnya. pria maco dengan tubuh yang ber isi dan otot yang lumayan
Aku rendi, aku baru 15 tahun sahut nya
hah" aku sedikit terkejut, kok tubuh kamu kecil, ucap ku sambil nyengir kuda
Aku iwan, aku juga baru 15 tahun. namun iwan tubuhnya agak sedikit tinggi dari rendi. Jadi pas lah untuk usianya yang segitu
kalo aku dani. aku 18 thun, pria yang agak kurus dan hitam manis itu
di tengah-tengah saat kami berbincang dan bersenda gurau, karna hari itu kebetulan katanya libur kalo hari minggu
Lalu si jayadi tiba-tiba datang dan menyerobot dengan ke usilannya yang sudah biasa
kenalin aku meyicle jhackshen "ucap nya sambil berputar menari ala mekel jeksen. yang terkenal waktu itu pada masanya
Semua orang menertawakan tingkah jahilnya si jay, yang memang dia selalu suka usil
Haha_haha_ ha ha_ha
__ADS_1
Ada apa? rame-rame sambil menghampiri kami dengan tatapan herannya "tanya wanita cantik dan kurus itu
Eeuhm" enggak kita cuma lagi bercanda liatin si jay "jawab kak iis
Ooh_kirain ada apa. ya udah siap-siap kalian bersih-bersih ya, hari ini kita akan memberish kan semua ruangan agar nyaman
iya jawab kami serempak
Eh itu yang tadi siapa sih? tanya ku sama kak iis dan yuli, sambil berjalan bareng masuk ke rumah
Oh dia itu temennya pak bos, katanya sih calon istri, kata kak iis berbisik. tapi dia tinggal bareng di sini
Ooh "ucap ku. ah masa iya kok baru calon udah tinggal bareng, gak kenapa napa emang nya "pikir ku, namun aku tak mempedulikannya. bodo amat lah orang lain ini tak mau kepo
Kami membereskan semua ruangan yang berantakan dan berdebu dengan bekerja sama dan banyak orang yang memegang tugas masing-,mading, ahirnya semia pekerjaan pun cepat selesai
Lalu kami beristirahat dengan di sodori minuman dingin yang di buat dari marjan
saking hausnya kami menghabiskan 1 poci ukuran 2 liter setengah itu ludes dengan hitungan menit sajah, hanya tinggal es batu nya sajah yang ter sisa 🥵🥵
esok harinya kami mulai kembali denga aktipitas kami yang sesungguhnya, kami kembali dengan tugas masing-masing
aku kak iis,yuli, rendi, membersihkan lilin yang di bentuk cin-cin, seperti yang di katakan jay tempo hari, boni yang bertugas mencetaknya dan membuka karet cetakannya sedangkan iwan dia memasangkan kembali karet-karet yang sudah di pakai
rangga dani dan jay mereka bagian finising. katanya begitu
Aku belum paham dengan pekerjaan ini dan belum tau apakah pekrjaan ini legal atau ilegal. ah entah lah yang penting aku bisa kerja dan menjauh dari si duda itu, pikir ku melayang ke mana-mana
Belum genap 1 minggu aku bekerja di sana, mungkin sekitar 5 atau 6 hari. tiba-tiba bos kami pak Bram dan cewe nya itu pergi dan berpesan kalo ada yang datang bilang sajah tidak tau ucapnya pada kami semua, saya gak akan lama "ucapnya lagi pada kami yang ada di ruangan pencetakan, lalu pergi ke ruang finising. mengatakan hal yang sama ke rangga, jay juga dani lalu mereka berdua pergi dari rumah, meninggalkan kami tanpa memberi kami bekal uang. Hanya ada bahan makanan di kulkas karna katanya tak akan pergi lama
3 hari berlalu namun, pak Bram dan cewenya yang kurus itu belum kembali di hari ketiga tepat sehabis duhur sekitar jam 2 siang datang 3 orang laki-laki bertubuh kekar dan memakai celana hitam dan jaket kulit hitam, kami semua sangat kaget dengan kedatanga mereka yang tib-tiba saja muncul dan masuk menerobos ke rumah
Mereka menanyakan keberadaan pak Bram. hey eneng-eneng kalian tau pak Bram di mana tanya 2 orang pria tak di kenal itu sedangkan 1 pria lagi menggeledah ruangan
Kalian tenang sajah gak usah takut, kami hanya ingin tau sajah, kami akan mengaman kan kalian "ucap pria yang menghampiri kami dan 1 orang pria di belakangnya ikut serta menanyakan hal yang sama. iya kami hanya ingin tau keberdaan pak bram. Kata pria itu
ke 3 pria itu duduk di depan rumah, mungkin mereka menunggu ke datangan pak bram yang tak kunjung datang sampai larut malam
jam 8 malam tiba pak bram masih belum ada kabar, bahkan memberikan tanda-tanda atau isyarat
ke 3 pria itu memutuskan untuk langsung bertindak. mereka membawa semua barang di rumah itu, rumah yang di jadikan untuk kami bekerja semua di gondol habis tak ada yang tersisa barang 1 pun lalu mereka membawa truk yang di pesannya untuk mengangkut barang
Kami yang berjumlah 9 orang pun ikut serta di boyongnya dengan mereka. aku, yuli, kak iis dan boni, ikut dengan pria gemuk menaiki mobil sedan berwarna hitam itu dengan perasaa dan pemikiran yang kalut dan bingung tak tau apapun. kami hanya mengikutinya sajah
Aku pun sudah berfikir hal yang negatif. aku takut mereka membawa kami ke kantor polisi atau sebuah gudang yang gelap atau bahkan bisa jadi di bawa ke suatu tempat menyeramkan "lamun ku menduga-duga di sepanjang jalan. aku pasrah sajah jika nanti di introgasi atau apa lah. karna aku memang tak tau apapun dengan apa yang terjadi namun aku berusaha berpikir positip
Hayo di bawa ke mana kita ?coba tebak
__ADS_1