Duda Perawan

Duda Perawan
pengakuan nomor tak di kenal


__ADS_3

Pagi-pagi, sperti biasa aku dan Bilal bersiap untuk berangkat sekolah


Mah_Mamaaah__Mamah liat buku aku gak yang keamrin di simpen di meja? tanya Bilal


Yang sembari mengobrak ngabrik isi laci, lemari, tivi dan sesekali berjalan mondar mandir dari ruang tengah ke kamar, membuat kekacauan


Yaaah setiap pagi selaluu sajah ada derama, yang mungkin sulit untuk di hindari


"Buku" buku apa emnagnya? tanya Mamah dari dapur


Itu lo Mah buku yang dari sekolah yang warna hijaou, buat nanti peraktek. "Ah mamah ni" masa gak liat, mana sekarang mau di pake lagi buat persentasi "umpat Bilal kesal


Aku pun yang sedari tadi hanya menyimak ikut angkat bicara


Ya_ kamu yang make kamu yang nyimpen masa lupa ! makannya kalo udah gak di pake lagi beresin langsung ke tempatnya simpen, orang lain kan mana tau kalo itu buat ke sekolah "ucap ku ketus


Diem napa berisik! bukannya bantu nyari malah ngejek, sambil ngomel. "jawab Bilal kesal


Hahaha_ emang enak wee...😝 aku segera berlari keluar memakai sepatu, karna memang sudah mau berangkat takut kesiangan


Jam 6 lebih 18 menit, bilal masih mencari bukunya dan ketemu di kolong ranjang tempat tidur, ternyata Kahfi yang mengambilnya di pakai mainan semalam. Mungkin! sebelum dia tidur


Heeuh_ dasar kamu Kahfi, bikin orang keder ajah, kata Bilal dan mamah langsung menimpali


"Lah" kok kamu malah nyalahin adek kamu. Kamu yang salah, nyimpennya sembarangan, udah tau ada anak kecil yang gak ngerti dan suka ngambil benda asing menurutnya


Bilal hanya terdiam dan langsung memsukan buku itu ke dalam tas tanpa menjawab ucapan Mamah .lalu kita ber 2 berpamitan


Lain hal nya denga adik ku yang cewe. Dia pernah sekolah di sekolah ABK tapi tidak di lanjutkan lagi, yaa karna sekolah juga percumah saja kata Mamah. Gak ada perubahannya sama sekali katanya! ya maklum lah namanya juga sekolah geratis, kalo anak ABK pengen seperti anak normal ya sekolahnya juga mungkin harus yang elit, supaya mendapat pengajaran yang sangat baik


Namun apa mau di kata. Ekonomi kelurga juga hanya cukup untuk sehari-hari, karna kami memang bukan dari keluarga bergelimang harta, jika di ukur mungkin masuk ke golongan menengah ke bawah

__ADS_1


*


*


Di sekolah ku


Jam 10 tiba waktu istirahat. Aku tak ikut dengan teman-teman untuk jajan, aku penasaran dengan nomor tak di kenal itu, yang selalu mengganggu setiap waktu. Aku pun memutuskan untuk mengecek henpon ku, merogoh saku rok ku dan melihatnya


Tapi tak ada pesan masuk atau panggilan dari siapa pun, hanya notif-notif dari layanan seluler


Waktu istirahat pun habis, murid-murid pun masuk kekelas masing-masing. Kami belajar hingga pelajran selesai dan waktu duhur pun tiba, kami biasanya istirahat kembali sambil melaksanakan solat sampai jam 1 tiba


Seusai berjamaah. Aku memutuskan untuk ke perpustakaan mencari buku cerita yang aku suka dengan di temani beberapa teman


Belum juga masuk ke perpeustakaan, henpon ku bergetar. Jika di sekolah aku hanya menggetarkan henponku supaya tidak mengaggu dan terdengar jika ada panggilan yang tiba-tiba masuk ataupun pesan


Ternyata nomor itu lagi, haaaahh__aku menarik nafas panjang dan membuangnya kasar, heeuuh. ni orang bener bener ya, gangguin banget "gerutu ku dalam hati"


Eem_ eh iya "jawab ku" sebentar aku mau ke belakang dulu, kamu duluan aja nanti aku nyusul


Aku berlari ke belakang sekolah. Untuk menjawab telpon itu yang sedari tadi tak mau berhenti bergetar


Tanpa ba bi bu. Aku langsung menjawabnya


Iya halo aku lagi di sekolah di kelas, nanti ajah nelponnya takut ketauan guru


Oh iya maaf kalo sudah ganggu "jawabnya dari sebrang sana


Tut tuut tut telpon pun terputus


Karna aku sudah jengah dengan orang itu yang entah siapa namanya, karna setiap kali menelpon aku tak menjawabnya, merasa tidak penting juga

__ADS_1


*


*


Hari minggu yang di nanti-nanti, karna hari minggu bersejarah untuk ku 🤭🤭 aku bisa santuy dan se santuy santuynya hehe_he


Tapi tak lupa dengan pekerjaan rumah, bantu Mamah beres-beres sedikit di rumah dan mengasuh si Kahfi juga, yang lagi unyu unyu nya🥰🥰 Kahfi balita yang menggemaskan dan cukup pintar, karna di usianya yang belum genap 2 tahun dia sudah paham dengan yang di katakan orang, dia selalau menjadi bahan tawaan dan tanggapan karna tingkahnya yang lucu


Hari mulai siang dan mataharipun mulai semakin menunjukan dirinya dengan cuaca panas yang trik membuat ku selalu haus


aku beranjak pergi dari kumpulan keluarga, untuk mengambil air es dari kulkas. Baru saja mau menenggak air dari botol, henpon berbunyi


Dreet dreet_ nomor tak dikenal


Kali ini aku menjawabnya dengan sopan, berbeda saat pertama kali waktu dia menelpon


Halo_ini Tia? tanyanya dari sebrang sana


Iya aku sendiri, kenapa? tanpa jeda aku langsung menanyakan siapa namanya dan dari siapa dia dapat nomor henponku


Oh iya nama kamu siapa? dari siapa kamu tau nomor ku


Aku heri "nomor kamu. Aku di kasih dari teman mu, namanya kalo gak salah Padli, aku baru ingat sekarang maaf ya


Haaah_apa_ dengan mata melotot dan rasa tak percaya! kamu orang mana? tanya ku lagi


aku orang ci saga tapi kerja di jakarta, aku kerja jadi arsitek jelasnya panjang lebar dan mengenalkan diri dengan begitu percaya diri


Aku tidak langsung percaya begitu sajah dengan pengakuannya


Bodo amat lah mau dia siapa kek, kerja apa, kek, orang mana kek, gak penting ini. Gumam ku dalam hati

__ADS_1


Aku langsung mengumpat dalam hati, awwas kamu Padli. Kamu sudah sembarangan ngasih nomor telpon ku sama orang asing "umpat ku kesal dan jengkel"


__ADS_2