Dukre_Endless Battle

Dukre_Endless Battle
Episode 2


__ADS_3

Berlanjut dari kejadian sebelumnya ketika seorang pria asing tengah bertarung melawan 2 Prajurit setelah membunuh 1 prajurit...


"Hahh... Sial" Ini nampaknya hari sial baginya. Lakukan langkah kebelakang 30cm via kaki kiri diikuti kaki kanan sembari posisikan vertikal bila pedang via kedua tangan 15cm didepan ulu hati dimana bagian lebar bila pedang menghadap kearah datangnya tusukan prajurit 1 & gagang pedang sejajar perut serta ujung pedang menghunus keatas. [Pria Asing]


Sfx: Tingggg!!


Tindakan ini membuat pria asing tersebut dapat menghindari tebasan dari atas dengan melakukan langkah mundur, lalu memblokir tusukan pedang dengan memanfaatkan bila pedang sebagai tameng.


"Hebat juga kamu bisa menghindari ini" Katanya dengan nada sombong. [Prajurit 2]


Langsung tebas Horizontal prajurit 2 dari leher depan keleher belakang via pedang dipegang dengan dua tangan. Nampaknya dia tidak punya waktu untuk banyak bacot. [Pria Asing]


Refleks rendahkan tubuh hingga kepala berjarak 20cm dari target tebasan pria tersebut. "Heh kau pikir aku tidak akan menghind-" [Prajurit 2]


Sfx: Pagkh


Setelah tebasan dihindari dengan cepat langsung hantam lurus kepala bagian belakang prajurit 2 dari arah belakang via ujung gagang pedang yang dipegang dengan kedua tangan. "Hah..." ia sudah hampir mencapai batasnya. [Pria Asing]


Jatuh kedepan menghantam tanah tanpa jeritan dan hanya meninggalkan luka dibelakang kepala tepat diotak kecil yang nampak mengeluarkan darah. [Prajurit 2]


{Bersamaan}


Langsung menebas diagonal dari paha kanan ke pundak kiri via pedang yang dipegang dengan dua tangan. "HAHHH!!!" Teriaknya mengagetkan pria asing tersebut. [Prajurit 1]

__ADS_1


"Cihh" Kelihatan nya dia kesal karena yang satu ini berteriak seperti orang gila. Posisikan vertikal pedang via dua tangan 10cm didepan titik kayal (20cm dikanan) dimana gagang pedang sejajar ulu hati & pedang menghunus kebawah blokir tebasannya, lalu dengan cepat lancarkan tusukan lurus keulu hati prajurit 1 via pedang yang dipegang dengan kedua tangan. [Pria Asing]


"Uhuk!!" Batuk darah dengan pedang tertancap diulu hati lalu perlahan berlutut ditanah tak berdaya, mati dalam posisi berlutut dengan dua kaki. [Prajurit 1]


"Hahh.. hahh.. hahh.. akhirnya~" pada kata terakhir ia terhempas jatuh kebelakang menghantam tanah karena sudah mencapai batas tubuhnya. [Pria Asing]


Dan dengan 3 prajurit musuh terakhir yang terbunuh, pria tersebut dapat bernafas dengan lega sekarang. pria tersebut mulai menutup mata perlahan rasanya ingin tidur saat itu juga.


Beberapa jam kemudian...


Mata pria tersebut mulai terbuka perlahan dan tampaknya ia sudah tidak berada dimedan perang melainkan disebuah hutan terkapar tepat didepan gerbang jalan menuju kuil.



Suara wanita tua yang tenang terdengar memanggil seseorang, hingga ia berhenti lalu bergegas mendekat lalu memeluk pria yang tengah terkapar ditanah ini.


"Seran maafkan ibu nak" tangisannya nampak sedang ditahan. [Ibu Seran]


"uhh... kamu siapa?? aku bukan seran" kepalanya agak terasa sakit, lalu ia bangun dari pangkuan wanita tua itu sambil memegang kepalanya yang terasa sakit. [Pria Asing (?)]


"Nak apa maksudmu kamu itu seran anakku" tegas wanita tua tersebut. [Ibu Seran]


"Hmm ??" tanpa sadar pria asing ini melihat wajahnya digenangan air dan benar saja itu wajah orang lain yang tidak lain adalah seran yang disebutkan wanita tersebut. [Pria Asing (?)]

__ADS_1



Tapi pria asing ini bertanya dalam lubuk hatinya sebenarnya apa yang terjadi kenapa ia tiba tiba saja berada ditubuh seorang pemuda berumur 18 tahun bukannya dia terkapar pingsan dimedan perang(?)


"Ibu minta maaf karena membuatmu menderita dibawah kemiskinan membuatmu marah akan kondisi kita" Ia menunduk sambil meneteskan air mata atas kondisi keuangan mereka. [Ibu Seran]


"Uhh?!" Kepala pria tersebut dipenuhi oleh ingatan seran sebelum jiwanya masuk kedalam tubuh seran. [Pria Asing (?)]


Setelah melihat seluruh ingatannya...


"Ternyata pemilik tubuh ini sejak kecil dimanja hingga kedua orang tuanya bertengkar hebat karena kondisi keuangan membuatnya harus hidup berdua dengan ibunya dalam keadaan miskin, aku akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatanmu dengan aku sebagai dirimu yaitu seran mulai dari sekarang " Batinnya. [Pria Asing > Seran]


"Ibu aku lah yang seharusnya minta maaf karena menyusahkanmu dengan kelakuan manja ku ini" ia menunduk bersujud dihadapan ibunya. [Seran]


Melihat anaknya seran tiba tiba berubah, air mata seorang ibu yang tidak dapat dihentikan lagi mengalir deras sambil memeluk anaknya seran yang jiwanya kini digantikan oleh pria asing.


"Ayo nak kita pulang kerumah" ibunya mengangkat bahu seran sambil menariknya menuju rumah kayu mereka yang sederhana. [Ibu Seran]


"Baik ibu ... aku rindu dengan masakan ibu... aku menyesal tidak menghargainya saat itu" ucapnya sambil memeluk ibunya. [Seran]


"Dasar anak bodoh kamu bisa dapat itu lagi saat kita sampai dirumah" ibunya mengusap kepala seran dengan lembut. [Ibu Seran]


Nampaknya pria yang bertarung untuk Kekaisaran zong ini telah memulai kembali kehidupannya sebagai seran dengan alasan yang belum diketahui bagaimana dia bisa sampai ditubuh anak tersebut.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2