Dukre_Endless Battle

Dukre_Endless Battle
Episode 5


__ADS_3

Situasi digerbang kota song nampaknya berada diluar kendali...


Terlihat dua penjaga yang berperilaku seperti mayat hidup berjarak 6m dengan seran dan ada tongkat berukuran Panjang*Diameter = 75cm*7cm tergelatak ditanah dihadapan seran berjarak 3m darinya.


[Penjaga 1 FtF 6m dengan seran] + [Penjaga 2 RtL 10cm dengan Penjaga 1 & FtF 6m dengan seran]


"Kalau penjaga gerbangnya saja begini bagaimana dengan penduduk kota??"


Seran bertanya-tanya apakah penduduk kota juga berperilaku seperti 'Mereka' dimalam hari(?). Suasananya begitu mencekam ditambah perilaku dua penjaga tersebut yang membuat situasi nampak menyeramkan.


"Bodoh amat aku harus masuk" Tidak peduli dengan situasinya, dia dengan keberanian yang kuat berlari maju sambil mengambil tongkat yang tergeletak ditanah via tangan kanan dipegang seperti memegang pedang. Ia berlari untuk capai posisi FtF 1m dengan penjaga 1. [Seran]


"Grrrr... grahhh!!" Lihat seran mendekat refleks lari kearahnya secara agresif targetkan leher kanannya untuk digigit & targetkan kedua bahunya untuk dicengkram via dua tangan. [Penjaga 2]


Ketika berlari rendahkan tubuh hingga kepala berjarak 40cm dari target gigitan penjaga 2 sembari ambil jalur lewat 10cm disisi kanan penjaga 2 hingga FtF 1m dengan penjaga 1, lalu langsung hantam horizontal lutut kiri penjaga 1 dari arah kiri penjaga 1 via tongkat ditangan kanan untuk hentikan pergerakannya sementara, setelahnya dengan cepat berikan combo dengan hantam horizontal kepala bagian kanan penjaga 1 dari arah kanan penjaga 1 via tongkat ditangan kanan. [Seran]


Sfx: paghk!! Pagghk!!


suara dari hasil dua hantaman tongkat diatas.


Jatuh pingsan ketanah setelah dihantam dibagian kepala oleh seran. [Penjaga 1]

__ADS_1


{Bersamaan}


Berbalik kanan 180 derajat lalu kembali berlari aggresif kearah seran targetkan leher kirinya untuk digigit & targetkan kedua bahunya untuk dicengkram via dua tangan. [Penjaga 2]


Berbalik kiri 180 derajat sembari amati penjaga 2 mendekat hingga FtF 1m, tanpa jeda langsung hantam horizontal tulang kering kiri penjaga 2 dari arah kiri penjaga 2 via tongkat ditangan kanan untuk buat penjaga 2 terpeleset kekirinya. [Seran]


Terpleset kekiri menghantam tanah. [Penjaga 2]


Langsung hantam vertikal kepala penjaga 2 ketika tergeletak ditanah dari atas kebawah via tongkat ditangan kanan. [Seran]


Sfx: Bagghkk!!


Pingsan seketika setelah dihantam oleh seran. [Penjaga 2]


Seran baru saja melawan dua dan dia sudah kelelahan & keadaan berakhir dengan dua penjaga yang pingsan ditanah, ia berdiri dengan tongkat ditangan kanan ala hitokiri battousai/Himura kenshin dari referensi film 'Rurouni Kenshin' ketika pertarungan selesai. Tampaknya tubuhnya benar-benar lemah sehingga ia kelelahan setelah melawan dua. Seketika ia membuang tongkat ditangan kanannya setelah beberapa detik berlalu.


Situasinya tidak menguntungkan bila yang dihadapi seran tadi ada puluhan. SItuasi sekarang benar benar tidak menguntungkan. Karena tidak ingin berhadapan langsung dengan yang seperti 'Mereka' didalam kota nanti ia memutuskan lewat atap...


Sesampainya didalam kota song, tepatnya diatas atap tokoh pakaian...


__ADS_1


"Grrr... Grahh~... Grrr"


Situasi dikota benar-benar menyeramkan entah apa yang terjadi sampai mereka berperilaku seperti monster. Mungkin saja mereka dikutuk atau semacamnya ini masih menjadi pertanyaan utama dikepala seran.


"Gila... mereka semua ini kenapa??"


Dalam batinnya seran terkejut melihat situasi dalam kota song dimalam hari, awalnya dia tidak terlalu terkejut hingga sekarang dia baru sangat terkejut dengan keadaan. Terus bagaimana dia akan membeli pakaian baru bila situasinya seperti ini.


"TOLONG!!!"


Terdengar teriakan dari kejauhan teriakan itu berasal dari penjahit pakaiaan yang dilihat seran dari atas atap, penjahit tersebut tengah dikepung oleh mereka yang sudah tidak waras.


"Jackpot... itu dia aku harus menolongnya"


Seran yang tidak sabar mendapat pakaian baru dengan menolong penjahit itupun bergegas mendekat dengan lewat atap ke atap, ia benar benar tidak ingin turun langsung dengan mengambil resiko. Ketika ia berjalan dari atap keatap kakinya sedikit gemetar karena ketinggian dan karena lingkungan kota yang sangat menyeramkan.


Setelah berada diatas atap bangunan tepat dimana ia bisa melihat bibi penjahit itu dari atas lurus kebawah...


"Bibi penjahit itu kelihatannya tangguh juga, hanya dengan bermodalkan meja dia bertahan disudut"


Batin seran kagum dengan kegigihan bibi penjahit itu. Kali ini dia mulai memikirkan rencana penyelamatan pertama dikehidupannya sekarang sebagai seran (Tongsua).

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2