Dukre_Endless Battle

Dukre_Endless Battle
Episode 6


__ADS_3

Saat seran sedang memikirkan rencana, ia memutuskan untuk mencari diteras lantai paling atas untuk menemukan tali...


"Waktu terlalu mepet untuk memikirkan rencana, aku harus cepat"


Seran tidak punya banyak waktu untuk berfikir karena bibi penjahit itu tidak bisa bertahan lama. Tanpa banyak berfikir panjang lagi ia langsung berpegangan dikayu peyangga horizontal atap via dua tangan lalu berayun memutar kedepan hingga bergelantungan diatas teras dalam posisi membelakangi ruangan lantai atas. Setelah mencapai posisi untuk mendarat ia melepas kedua tanganya yang mencengkram penyangga kayu atap tadi via dua tangan lalu mendarat dengan dua kaki dilantai kayu.


"Huff" Helah nafas Seran setelah mendarat.


"Grrrr..." Suara menggerutu terdengar dibelakang Seran, ini benar-benar bukan pertanda baik baginya.


"Glup" Seran menyempatkan menelan air liurnya, sebelum berbalik 180 derajat kekanan untuk melihat seseorang (?) dibelakangnya.


Dan benar saja... ada seseorang yang tidak waras seperti yang dilihatnya tadi, berperilaku seperti ingin melahap siapa saja yang dilihatnya. Orang itu nampak cantik namun tidak sesuai dengan gaya aggresifnya ketika ia berubah jadi seperti 'Mereka'.


"Grahh!!!" Lari secara aggresif kearah Seran sembari targetkan bahu kanannya untuk digigit & targetkan bahu kirinya untuk dicengkram via tangan kanan. [Wanita Asing]


Lakukan lompatan setinggi 10cm sejauh 1,5m kekiri dengan memanfaatkan pegas dari kedua kaki, untuk hindari wanita asing tersebut. [Seran]

__ADS_1


Tidak dapat menghentikan tubuhnya bergerak maju secara alami keterusan dan menabrak pagar teras lalu jatuh dari ketinggian. [Wanita Asing]


Wanita itu jatuh dan menimpa beberapa orang 'Gila' lainnya. Sungguh, itu sangat menegangkan meskipun hanya sebentar. Lalu tidak lama setelahnya, Seran berhasil menemukan tali dengan panjang yang cukup untuk menolong bibi penjahit dibawah sana. Tak lupa ia juga mengikat tali itu ditiang kayu besar dilantai atas sebagai pengait tali ketika dipakai untuk memanjat keatas dari pagar teras lantai bawah kepagar teras lantai yang lebih tinggi.


Setelah persiapan untuk menolong bibi penjahit itu selesai...


"Hei para orang bodoh tangkap aku kalau bisa!!"


Seran berteriak sambil menghantam panci ditangan kanannya dengan sudek (Sendok aduk untuk memasak) ditangan kirinya memancing para orang 'Gila' itu kearahnya. Saat ini dia tengah berada di atas atap bangunan yang jauh dari lokasi tali penyelamatan.


"Bibi tangkap ini, panjat menggunakan tali itu saat mereka sudah menjauh oke?"


Hanya melihatĀ  Seran dengan mata panik tanpa menjawab. [Bibi Penjahit]


Seran melemparkan tali yang sudah diikat kuat-kuat ditiang kayu besar lantai paling atas, yang kemudian melintang lurus kebawah tepat disamping bibi penjahit itu. Seran juga berpesan dengan berteriak pada bibi itu untuk segera memanjat setelah 'Mereka' menjauh.


Kembali ke keadaan sekarang...

__ADS_1


Seran terus memukul panci itu sekeras mungkin untuk memancing perhatian seluruh orang 'Gila' dikota song. Dan tanpa diduga ada yang bisa memanjat hingga keatap.


"Sial" Melihat dua dari 'Mereka' naik keatap membuat insting seran berkata 'Larii!!!'.


Dengan sekuat tenaga seran masih memancing perhatian dengan memukul panci sekeras mungkin sambil berlari menjauhi dua 'Pemangsa' diatas atap. Seran juga beberapa kali melihat kondisi bibi penjahit itu apakah dia sudah memanjat hingga lantai paling atas atau belum (?).


Yang benar saja seran baru sadar kalau bibi itu kurus berotot, apa dia benar benar sudah tua(?). Penampilan bibi itu seksi dengan tampang agak tua (keriput sedang) namun bisa dibilang cantik jika saja dia masih mudah. Dan yang paling penting bibi itu berhasil memanjat hingga teras lantai paling atas.


"Bagus sekarang..."


Sebelum melanjutkan rencana B untuk pelarian ketika rencana A yaitu penyelamatan berhasil seran tersentak kedepan dan jatuh. Ia berbalik dalam posisi terbaring diatap melihat dua 'Pemangsa' mendekat.


"Sial tubuh ini benar benar lemah aku tidak bisa menggerakkan kakiku dengan benar" Keluhnya pada detik-detik sebelum mati dimakan oleh 'Mereka'. [Seran (Tongsua)]


Sungguh payah seorang pejuang kekaisaran Zong (Tongsua) jatuh tak berdaya dihadapan dua pemangsa dimana ia bisa dengan mudahnya menghajar 'Mereka' jika saja ia masih berada dalam 'Tubuhnya'.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2