Dukre_Endless Battle

Dukre_Endless Battle
Episode 3


__ADS_3

Sesampainya Seran & Ibunya dirumah mereka...



Ibu seran mulai memasak makanan yang enak yang akan disajikannya dengan hanya mengandalkan bahan seadanya. Sementara itu seran masuk lalu duduk dikursi meja makan dan menunggu.


" Hmm... kondisi mereka benar benar miskin " Batinnya sambil melihat sekeliling ruangan yang kekurangan perabotan. [Seran]


Sementara ia membuat makanan untuk dimakan, ibu seran sedikit bingung kenapa seran seperti terlihat masih asing dengan rumahnya sendiri.


"Nak apa kamu baik baik saja?" tanya bingung ibunya. [Ibu Seran]


"Eh?!... Tidak ada bu... aku baru sadar kalau kayu bakar kita sepertinya mau habis... ahahaha" tawa canggung darinya sambil menggaruk kepala. [Seran]


"Tidak apa nak... ibu baru saja mengumpulkan kayu bakar sebelum mencarimu sampai didepan gerbang menuju kuil" Kata ibunya sambil mengaduk masakan diatas wajan yang dipanaskan dikompor lumpur keras dengan beberapa kayu yang dibakar dibawah wajan tersebut. [Ibu Seran]


"Bagaimana kalau sekarang aku yang bertanggung jawab di bagian kayu bakar bu??" Sarannya demi mengurangi beban ibunya. [Seran]


"Benarkah?? Kamu tidak akan mengeluh untuk hal tersebut bukan" Tanya ibunya meragukan seran karena selalu mengeluh ketika bekerja. [Ibu Seran]


"Ahh!! Ibu... aku sekarang sudah sadar tentang tanggung jawab sebagai seorang lelaki sejati" Jawabnya demi meyakinkan ibunya. [Seran]


"Hoo~... benarkah?" Ibunya tersenyum tapi masih menampakkan raut wajah meragukan. [Ibu Seran]


" Tak ada pilihan lain selain meyakinkannya dengan cara ini " Batinnya yang memikirkan cara agar ibunya yakin. [Seran]

__ADS_1


Tanpa banyak omong lagi ia berdiri dari kursinya lalu berjalan mendekati ibunya hingga FtF 50cm. "Ibu aku serius telah berubah dan bukan seran yang dulu lagi" Ucapnya dengan tegas disertai tatapan mata yang mengatakan bahwa ia benar benar serius. [Seran]


Suasana tiba tiba hening


.....


Cubit pipi kanan seran via tangan kanan. "Aduh ternyata bocah ini sudah besar ya" ia tersenyum sambil mencubit seran yang terlalu serius itu. [Ibu Seran]


"Aduh duh duh... sakit bu, aku memang sudah besar umurku sudah 18 tahun" Keluh seran karena pipi kanannya sakit dicubit ibunya. [Seran]


"Karena kau begitu yakin maka bawa keping perak ini dan pergilah beli pakaian yang layak... pakaian mu itu sudah usang" Katanya sambil memberikan seran kantong yang berisi beberapa keping perak. [Ibu Seran]


"Tapi ibu aku bukan ma-" belum menyelesaikan ucapannya, bibir seran dihentikan oleh jari telunjuk kanan ibunya. [Seran]


Melepas jari ibunya dari bibirnya lalu bergegas memeluk ibunya. [Seran]


"Eh?? Ada apa nak?" Tanya ibunya sambil membalas pelukan seran. [Ibu Seran]


"Aku hanya terharu... biarkan aku memelukmu lebih lama bu" Ia menunduk sambil memeluk ibunya. [Seran]


" Kenapa seran, kenapa kau mempersulit ibumu yang sudah berjuang untukmu ini " Batinnya sambil menggertakkan gigi. [Seran (Pria Asing)]


"Sudah sudah kamu seharusnya pergi sebelum malam tiba" Ucapnya mengingat kan seran akan sesuatu dimalam hari sambil melepaskan pelukan seran. [Ibu Seran]


"Baiklah ibu... aku akan bergegas menuju kota song" Katanya setelah memeluk ibunya. [Seran]

__ADS_1


Setelah seran makan dengan ibunya, ia kini sudah berdiri tepat 6m dari pintu rumahnya...


"Ibu aku akan pergi" Ia melambaikan tangan kanannya untuk ibunya. [Seran]


"Hati-Hati Nak!" Ia membalas lambaian tangan seran dengan melambaikan tangan kanan. [Ibu Seran]


Berputar 180° Kekanan (Berbalik) lalu bergegas pergi kekota song. [Seran]


.....


Dalam perjalanan menuju kota song ditengah hutan...


Tiba tiba saja muncul seekor serigala dengan buluh lebat berwarna putih FtF 7m dengan seran.


"Huh?? Serigala putih??" Ia terkejut karena spesies langkah yaitu serigala putih muncul dihadapannya. [Seran]


"Auuuu~" Serigala ini melolong keatas mungkin saja ia memanggil kawanannya. [Serigala Putih]


Tiba tiba cahaya remang seperti kunang-kunang muncul mengelilingi seran dan saat itu juga terdengar suara wanita dengan nada seperti seseorang berbicara disebuah gua yang membuat suaranya terpantul pantul.


"Wahai anak mudah kaukah reinkarnasi pejuang Kekaisaran zong dengan status rakyat biasa??" [Suara Asing]


Dengan kejadian aneh tersebut seran bertemu dengan sesuatu yang tidak ia lihat tapi dengar, ini adalah sebuah keajabain dan kejadian langkah yang sulit dijelaskan untuk seran pahami.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2