Dunia Dibalik Cahaya

Dunia Dibalik Cahaya
#mirat


__ADS_3

" senja sore ini entah kenapa tidak seperti senja senja pada hari itu Dimana kata saudara tidak hanya tentang satu darah, Dimana daun daun yang berguguran tidak hanya menjadi sampah "


Anatasya kirana namanya, seorang gadis yang baru berusia 15 tahun dia sangat suka menyendiri. Seperti di sore itu dia termenung di bawah Rindangnya pohon tanjung di bukit di belakang rumahnya, Rumah sederhana di sebuah Kampung pinggiran kota dengan jarak dari satu rumah ke rumah lainya cukup jauh. kampung nya masih sangat asri meskipun mungkin tidak lama lagi nasib Kampung nya akan sama seperti perkampungan lainnya, Tergiur dengan kemajuan dan Revolusi Zaman dan akhirnya menyerahkan Rimbunnya hutan berganti dengan Rumah - rumah megah dan jalanan, Bau rerumputan Berubah menjadi Bau asap kendaraan.


" Nanaaaa ! "


Terdengar suara ibunya memanggil dari kejauhan, Anatasya segera berdiri lalu melambaikan tangan, agar ibunya bisa melihat dia yang sedang berada di bukit. Tidak terdengar lagi panggilan, Anatasya tahu bahwa itu artinya ibunya sudah melihat kalau dia masih berada di tempat kesukaannya bukan pergi bersama teman temannya, yang mencari kesenangan, di tengah hingar bingar kota besar yang penuh keasingan, Anatasya kembali duduk memandangi indahnya senja dengan di iringi merdunya suara Mirate, suara yang tidak pernah bisa di dengar oleh orang lain, hanya dia saja yang mendengarnya ketika menjelang senja suara itu selalu datang tiba tiba, semakin gelap menjadi semakin nyata


back:


Suatu ketika di suatu sore Anatasya kecil yang saat itu berumur 6 tahun tertidur di bawah pohon yang sama, Betapa terkejut nya dia karna ketika bangun dia sudah berada di dunia yang berbeda, dia mendengar suara nyanyian yang sangat lembut, nyanyian yang ketika dia mendengarnya seperti ada angin yang membuat tubuhnya sangat sejuk, Kemudian dia berlari mencari asal suara itu dan menemukan sebuah sungai dengan makhluk kecil seukuran lutut orang dewasa yang sedang duduk membelakanginya di atas sebuah batu besar di tengah sungai, nampak makhluk itu memiliki rambut putih pucat yang panjang, memakai tiara biru yang sangat indah dengan pakaiannya yang berkelipan. Segera dia mendekati nya dengan sangat pelan tapi tiba tiba makhluk itu menghentikan nyanyiannya dan seketika Anatasya berdiri mematung, makhluk itu berdiri sepertinya dia menyadari keberadaan Anatasya. dan kemudian makhluk itu menghilang, Sementara Anatasya sangat kebingungan dengan apa yang harus dia lakukan karna tubuhnya tidak bisa di gerakan.Dalam kebingungannya Anatasya dikagetkkan ketika tiba tiba makhluk kecil itu muncul di depan nya, ketika Anatasya melihat wajah nya dia lebih terkejut lagi karna sebelah wajahnya cantik dan sebelah lagi wajahnya berwarna biru dengan mata putih. Terlihat makhluk itu menggerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan seperti sedang memperhatikan nya telinganya yang runcing juga bergerak gerak, membuat nya menjadi terlihat sangat menyeramkan Anatasya menarik nafas dan sedikit mencoba menenangkan dirinya, tiba tiba saja tubuhnya lemas dan terjatuh. Dia merasakan tubunya sudah bisa digerakan lalu pelan pelan dia mundur dengan makhluk aneh itu yang masih terpaku memperhatikan nya, Segera Anatasya berlari dengan kencang tanpa dia sadar dia berlari ke dalam hutan,

__ADS_1


" Aaw.....! "


teriak Anatasya kesakitan, sepertinya sesuatu menusuk kaki nya yang tanpa dia sadar ternyata tidak menggunakan alas kaki, Kemudian Anatasya duduk di bawah pohon lalu melihat kaki kanan nya. Dan benar saja Dia melihat darah keluar dari telapak kaki nya bersamaan dengan makluk itu yang tiba tiba muncul di sampingnya, Anatasya yang kebingungan hanya menutup matanya sambil begerak menyeret tubuhnya menjauh dari makhluk itu, Tetapi tiba tiba Anatasya merasakan rasa hangat di kakinya, Dia pun memberanikan diri membuka matanya Ternyata makhluk itu menolong nya mengeluarkan duri dari kaki nya, Mahluk itu menyentuh telapak kaki Anatasya dan seketika rasa sakit di kaki nya menghilang. Perlahan Anatasya merasa ketakutannya sedikit memudar, Lalu makhluk itu mendekatinya masih menggerakan kepalanya ke kiri dan ke kanan seolah melihat bahwa Anatasya adalah makhluk yang sangat asing


" Terimakasih "


Ana memberanikan diri bicara


" Apa kamu tinggal di tempat ini? "


" Siapa namamu? "

__ADS_1


mahluk terus saja menggerakan kepalanya tanpa menjawab pertanyaan Anatasya


" Aku ingin pulang, ini bukan tempatku! bisakah kamu menolongku ? "


makhluk itu kembali menganggukan kepalanya, lalu dia bergerak ke suatu arah dan Anatasya pun mengikuti nya, makhluk itu sangat aneh dia melangkahkan kakinya tapi tidak menapak di tanah, dia tidak memiliki sayap tapi terlihat seperti terbang, Anatasya bingung dengan apa yang dia lihat dan dia alami saat Anatasya melihat sekelilingnya nampak pohon pohon berwarna abu, " Dunia macam apakah ini? " tanya Anatasya dalam hatinya dia juga seperti mendengar suara berbisik setiap kali melewati pohon pohon besar, dan ketika Anatasya melihat ke langit nampak langit penuh dengan pelangi, Langit cerah tanpa awan Dengan pelangi memenuhi seluruh langit dan tibalah dia di sebuah pintu, pintu berwarna putih yang di tutupi akar ditumbuhi bunga warna warni, makhluk itu membukakan pintu. Anatasya melihat dirinya yang lain berada di dalam pintu itu, sedang tertidur di bawah pohon. Dia pun melangkah ke dalam pintu itu, saat Anatasya membuka matanya dan melihat disekitarnya sudah gelap dia termenung sebentar sambil menyebutkan sebuah nama "Mirate"


. . . . . .


Dan begitulah, kemudian di setiap Senja setiap harinya Anatasya selalu duduk di bawah pohon itu, Dia masih mendengar suara Mirate pada saat senja setelah matahari terbenam Anatasya melihat pintu putih itu terbuka tapi dia tidak bisa masuk, karna saat Anatasya mencoba mendekat, pintu itu malah semakin menjauh jadi setiap sore Anatasya selalu duduk disana berharap agar suatu hari nanti Dia bisa kembali melihat dunia lain setelah matahari terbenam.


" Nanaaaaa....... "

__ADS_1


Kembali terdengar suara ibu anatasya memanggil dari arah rumahnya, Anatasya tahu bahwa ibunya menyuruh nya pulang karna hari sudah menjelang malam, Anatasya pun berjalan menuju rumahnya melewati beberapa kebun yang baru beberapa hari ditanami sayuran, Ibu Anatasya menggantungkan hidupnya dari hasil perkebunan dan kerajinan tangan, setelah ayah Anatasya meninggal mereka hanya tinggal berdua, meskipun tidak jauh dari hiruk pikuk Kota. Anatasya dan ibu nya terus bertahan hidup di pedesaan meskipun mereka tinggal di Desa kecil setidaknya mereka tidak kekurangan apa pun, Semoga saja akan terus bertahan seperti ini semoga saja penduduk yang lainnya juga merasa seperti ini, Semoga mereka tidak tergoda menjual tanah tanah mereka kepada tuan tuan tanah kota yang dipenuhi dengan pundi pundi rupiah dan janji janji manis mereka yang mengatas namakan penghijauan dan pencinta alam, Anatasya berharap dunia indahnya hari ini juga akan di rasakan oleh anak cucunya kelak Dan tidak berakhir menjadi hanya sebuah cerita.


.


__ADS_2