
Anatasya sampai di atas bukit Tepat setelah hujan turun. terlihat ibunya kehujanan di kebun dan berlari ke gubuk di pinggir kebun Anatasya melambaikan tangan
" Tunggu disana dulu sampai hujan reda! "
Teriak ibu Anatasya dari gubuk. Kembali Anatasya melihat Pintu itu, Anatasya duduk dan bersandar dibawah pohon besar sambil menatap ke arah pintu misterius nampak dari dalam pintu itu keluar bayangan hitam yang pergi ke arah kebun di sebrang sungai mahluk itu masuk ketanah dan mengeluarkan semua tanaman yang sudah hampir dipanen, Anatasya sangat terkejut tapi dia tidak bisa melakukan apa apa,
" jiwaku kian tak sempurna, menjelma menjadi puing puing Fatamorgana "
Anatasya terpejam saat mendengar suara itu, Saat dia membuka mata dia sangat kaget karna dunia menjadi sangat kelam
" Dimana Aku? kenapa tiba tiba semuanya menjadi gelap "
Anatasya sangat ketakutan, Dia bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi dari kejauhan ia melihat cahaya biru mendekatinya Anatasya terduduk memeluk lututnya dengan tubuh yang lemas karna ketakutan, apa yang dia lihat itu sangat menyeramkan Anatasya memejamkan kembali matanya berharap saat dia membuka mata semuanya sudah kembali seperti biasa dan Saat dia membuka mata cahaya itu sudah berada tepat di depan nya
tubuh Anatasya kian bergetar dengan keringat dingin yang mengucur, Tiba tiba muncul cahaya lain yang terlihat berkerlap kerlip Hanya matanya saja yang berwarna putih yang terlihat diantara kerlipan cahayanya dan Anatasyapun tergeletak tidak sadarkan diri
__ADS_1
" Nanaaaaa.... Nanaaaa pulang duluuuu! "
Terdengar Ibu Anataya berteriak memanggil nama nya, Anatasyapun terbangun dengan jantung nya yang masih berdegup kencang diapun berlari melewati kebun ke Arah rumah nya tanpa menoleh kebelakang. Setelah sampai di rumah segera Anatasya membuka sepatu dan berlari masuk ke rumahn melalui pintu Belakang yang tertuju langsung ke Arah kebun
" Ada apa nana? kamu kenapa? "
Anatasya hanya menggelengkan kepala dan berlalu menuju kamar mandi membuka seragam yang basah dan segera mandi, setelah mandi Dia memakai handuk dan berjalan menuju kamar saat melewati Ruang makan Anatasya melihat ke arah Pohon besar di bukit dari balik jendela, Dia masih ketakutan dengan Apa yang sudah terjadi
" Nana! sudahlah jangan terus melamun dan memandangi pohon besar itu! cepatlah berganti baju dan makan nanti kamu masuk angin "
Anatasya pun berlalu menuju kamarnya dia berfikir satu kejadian dan kejadian lainnnya sepertinya saling berhubungan hanya saja dia belum menemukan akar dari semua hal yang terjadi.
......................
" Lagi lagi kebun ada yang ngacakngacak, kemarin kebun kita sekarang kebun Pak Ramli juga habis di buatnya, masi mending kebun kita, baru beberapa hari ditanam bisa kita ganti lagi dengan tanaman baru coba kalau seperti kebun pak Ramli 2..3 hari lagi menjelang panen ibu bingung sebenarnya binatang apa yang ngacak ngacak kebun, gak di makan cuma di acak acak aja sampai hancur "
__ADS_1
Terdengar Suara ibu Anatasya di ruang tamu yg terletak tepat di depan kamar Anatasya sehingga membuat Anatasya terbangun. Diapun keluar kamar dan duduk di kursi di dekat ibunya
" Kemarinkan kamu ke bukit tanjung, apa kamu gak lihat ada binatang yang ngacak ngacak kebun pak Ramli? soalnya kata pak Ramli kejadiannnya itu sebelum hujan turun tadi siang itu "
Anatasya menggelengkan kepalanya, dia tidak bisa mengatakan apapun selama dia belum benar benar mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
......................
Hari semakin malam Anatasya segera merebahkan diri di tempat tidur, baru saja berbaring Anatasya merasa tenggorokannya kering diapun berjalan ke dapur untuk mengambil segelas air saat akan kembali ke kamarnya dia tidak sengaja melihat ke arah jendela dapur yang menuju langsung ke bukit di belakang rumah, Anatasya melihat pintu itu terbuka lebar pintu putih yang sama yang ia lihat 11 tahun yang lalu,setelah Anatasya minum pelanpelan ia membuka pintu dan memakai sepatu boots milik ibunya segera ia berjalan melewati kegelapan ke arah kebun menuju pohon tanjung, Anatasya sudah terbiasa melewati jalan ini sejak sebelum dia bisa berjalan ibunya sudah membawanya ke kebun karna itu, meskipun sambil menutup mata Anatasya tidak akan pernah lupa dengan jalan yang selalu dia lewati sepanjang hidupnya. Sesampainya di pohon tanjung Aatasya yang ter engngah enggah mengambil nafas panjang lalu berjalan beberapa langkah menuju pintu itu sambil menutupmatanya ia melangkahkan kakinya kedalam pintu
" Semua kesemuan tidak pernah merubah apapun, semua hanya ada di dalam fikiran picik andai kau membuka mata dan kau tahu kebenarannya. Tetapi matamu tertutup, tertutupi kepalsuan dan kebusukan "
Suara itu kembali menggemoa di telinga Anatasya mengiri langkah kakinya, terasa boots di kakinya menghilang karna Anatasya merasakan pijakan kakinya sangat lembut. Anatasya juga mencium bau segar rerumputan, kemudian perlahan ia membuka matanya dan benar saja ia kembali ke dunia itu, dunia yang muncul setelah cahaya hilang Anatasya tersenyum lalu memoperhatikan sekeliling berharap kembali bertemu dengan mirate peri kecil dengan cahaya biru di sebagian wajahnya. Anatasya mulai memberanikan diri berjalan menyusuri sungai, terlihat airnya berwarna perak dengan sesuatu di dalamnya itu seperti ikan hanya saja terlihat berbulu putih tetapi bulunya tidak basah meskipun berada di dalam air ikan itu berloncatan nampak seperti kapas kapas yang tertiup angin Anatasya berjalan terus mengikuti ikan ikan itu berenang, tanpa ia sadari ikan ikan itu menuju bagian gelap setelah ikan ikan itu masuk ke bagian sungai yang gelap Anatasya baru melangkahkan kakinya juga dan tiba tiba ikan ikan itu berubah menjadi hitam dengan gigi panjang yang terlihat bercahaya Anatasya kaget lalu terdiam mematung terdengar juga suara gemeretak gigi ikan ikan itu yang membuat bulukuduk Anatasya berdiri angin terasa sangat dingin dan kencang di tempat gelap itu, terasa juga tanah yang Anatasya pijak sangat becek.
Anatasya masih mematung dengan dada yang berdegup kencang ia mendengar suara suara menyeramkan seperti pekikan dan sesuatu seperti pohon besar yang tumbang. Anatasya menutup kedua telinganya tetapi suara suara itu kian kencang terdengar di telinganya. Terlihat sesuatu yang ia lihat sore itu sedang berada di bagian antara terang dan gelap sangat jelas malhluk itu terlihat tidak memiliki bentuk dia sebesar dan setinggi pohon tanjung berwarna hitam pekat kakinya tidak menapak tanah tapi memiliki banyak juntaian seperti akar akar hitam yang panjang hanya terlihat sebelah bulatan di atasnya seperti bola mata berwarna merah menyala, sepertinya mahluk itu menyadari keberadaan Anatasya, segera makhluk itu melihat Anatasya seolah kegelapan di tempat itu tidak dapat menyembunyikan apapun dari pandangannya lalu mahluk itu dengan cepat terbang ke arahnya dan
__ADS_1
" Aaaaaaaaaaa "
Anatasya berteriak ketakutan ketika mahluk hitam itu akan menabraknya, Tetapi Anatasya terjatuh kebagian terang dan mahluk itupun menghilang dalam kegelapan.