Dunia Dibalik Cahaya

Dunia Dibalik Cahaya
#fikiran buruk


__ADS_3

" ketika makhluk lebih menyuka apa yang mereka sebut Dunia, oh... cahaya itu benar benar menggelapkan mata, membuat makhluk buta, akan kebenaran yang nyata "


Anatasya terbangun di pagi yang sangat mendung, dengan suara suara suara di kepalanya ya Suara suara itu selalu datang tiba tiba, sejak saat dia bertemu Mirate segera Anatasya Mandi lalu memakai Seragam sekolah


" Nana! segeralah sarapan, ibu sudah menyiapkannya di meja makan, ibu harus segera pergi ke kebun, Tadi subuh ibu bertemu ibunya safwa di warung, dia bilang kalau kebun yang baru ditanami di acak acak binatang jadi ibu harus segera ke kebun untuk melihatnya semoga saja kebun kita tidak bernasib sama "


Seru ibunya sambil bergegas pergi, Anatasya segera berjalan ke dapur lalu duduk di meja makan, Sambil menyantap nasi goreng buatan ibu nya, matanya menatap ke arah jendela di dekat meja makan yang langsung mengahadap ke bukit itu


" kau merajuk dan aku bersamamu, aku merajuk dan tidak ada yang peduli kepadaku, bila awal itu berakhir disini akan segera aku pergi, agar engkau bisa meratapi "


Suara itu kembali terdengar lagi.


" Nanaaaaaa! ....... Nana! "


Terdengar suara safwa memanggil, safwa adalah tetangga Anatasya, lebih tepatnya salasatu warga yang jarak rumahnya paling dekat dengan rumah Anatasya mereka bersekolah di Sekolah menengah yang sama, Anatasya segera menghabiskan sarapannya,mengambil sepatu dan kemudian keluar menemui Safwa, Anatasya duduk di teras sambil memakai sepatunya


" Cepatlah nana! hari ini bagian piketku Aku tidak ingin terlambat dan harus membayar denda "


kata Safwa, Setelah Anatasya selesai memakai sepatu segera mereka pergi ke arah jalan yang mengarah ke ujung Desa, Sekolah mereka berada di ujung Desa disanalah perbatasan antara kampung kami dan perkotaan


" Ey safwa! "


terdengar suara seseorang di belakang mereka memanggil nama Safwa


Mereka Menoleh ke belakang, Terlihat Alisya salasatu teman sekelas Anatasya akan berangkat ke sekolah, mengendarai sepeda motor


" Hai juga alisya! "

__ADS_1


jawab safwa


" Ayo... bareng sama Aku safwa hari ini kita kan dapat tugas piket! "


Segera safwa naik ke Atas motor Alisya , Nampak Alisya memandang Anatasya dengan pandangan seolah sangat tidak menyukai Anatasya, begitu juga dengan safwa dia melihat Anatasya dengan senyum mengejek. Anatasya bisa melihat setiap orang yang berfikiran buruk tentang dirinya mengeluarkan asap hitam dari kepala mereka Lalu mereka berlalu, pergi meninggalkan Anatasya yang berjalan sendirian ini sudah biasa, mereka selalu datang pada Anatasya saat mereka sendirian, begitu mereka mendapat teman mereka Selalu meninggalkan Anatasya sendiri, Dia pun melanjutkan perjalanan nya menuju sekolah setelelah lebih dari setengah jam Anatasya berjalan sampailah dia di Sekolah. Anatasya segera masuk ke kelas dan duduk di bangku paling belakang, Dia selalu ingin mendapat bangku di depan Tapi teman temannya selalu menyuruh nya pindah kembali ke bangku belakang, Anatasya adalah gadis pendiam setiap kali teman temannya mengejek dia selalu diam saja


" teng...teng...teng...teng "


Terdengar bel sekolah berbunyi, Segera semua murid masuk ke dalam Ruangan di ikuti guru matematika yang bernama Pak Heru yang terlihat membawa setumpuk kertas


" Hari ini kita ulangan "


Sontak saja seisi kelas menjadi sangat ricuh, Pak Heru tidak mempedulikan kericuhan di dalam kelas dan segera membagikan kertas soal ulangan


" Taruh tas kalian di bawah meja dan hanya ambil alat tulis dan buku untuk alas kertas soal ulangan "


" Permisi Pak Heru! saya disuruh bapak kepala sekolah untuk memanggil bapak ke kantor "


ucap bapak penjaga sekolah, Pak Heru bergegas pergi meninggalkan kelas. Dan segera asap keluar dari semua orang yang berada di dalam, kelas, Semua Orang di dalam kelas memandang ke arah Anatasya dia tahu bahwa mereka sedang merencanakan sesuatu


" Nana! ... nanti kamu pulangnya aku antar ya? "


tanya alisya yang duduk di depan bangku Anatasya dengan nada yang sangat manis


" Boleh aku minta tolong?.emmhh.... nana kan pintar gimana kalau nana bantu aku mengerjakan beberapa soal ini, Aku benar benar tidak mengerti dengan soal yang ini "


Anatasya memberikan kertas ulangannya yang sudah dia isi dengan jawaban, dan mengganti dengan kertas ulangan Alisya yang masih kosong, lalu semua teman sekelasnya berkumpul di meja Alisya, Anatasya segera kembali mengulang mengerjakan Soal ulangan nya yang di tukar dengan kertas milik Alisya. Teman teman di kelasnya kembali ke bangku masing masing setelah mendengar suara langkah sepatu Pak Heru yang kembali masuk ke kelas

__ADS_1


" Tinggal 20 menit lagi menjelang istirahat, cepat ayo cepat selesaikan tugasnya! "


Alisya berdiri dengan congkaknya menenteng kertas ulangan yang sudah penuh terisi jawaban


" Lihatlah Alisya, setiap kali ulangan dia selalu yang pertama selesai, kalian harus mencontoh nya, Kamu boleh keluar Alisya "


kata pak Heru terlihat alisya tersenyum bangga sambil berjalan keluar ruangan. 20 menit kemudian


" teng...teng...teng "


Bel istirahat sudah berbunyi sedangkan Anatasya masih belum menyelesaikan beberapa soal lagi, Pak heru segera datang ke setiap meja dan langsung mengambil kertas ulangan yang belum Anatasya selesaikan. Semua orang keluar dari kelas, Sedangkan Anatasya hanya duduk di meja nya mengambil pensil dan Dia mencoba mengambar wajah mirate, Kenapa dia menamai makhluk itu mirat karna Mirat adalah kata lain dari hayalan, menurut ibunya hal yang sering dia lihat dan dia dengar hanyalah hayalan. Setelah Anatasya selesai dengan gambarnya dia menulis nama " Mirate "


" Oh menyeramkan nya! "


tiba tiba Reska datang dan mengambil gambar buatan Anatasya


" Ey lihat..... lihat kawan kawan rupanya si misterius Anatasya sedang menggambar kawannya "


Rupanya bel tanda berakhirnya istirahat sudah berbunyi, Karna terlalu serius saat menggambar Anatasya pun tidak menyadari bawa kawan kawan sekelasnya sudah masuk. Riuh sekali suasana di dalam kelas menertawakan Anatasya dan gambar buatan nya. Anatasya hanya diam Dia tidak peduli selama mereka tidak menyentuh dan menyakitinya Dia tidak akan melawan.


..............


Jam sekolah sudah berakhir, Anatasya segera memakai ransel nya dan bergegas pergi mendahului teman teman nya yang masih sibuk mengobrol di dalam kelas, dia tahu kalau Alisya tidak akan mengantarnya pulang, ini bukan pertama kalinya Alisya bersikap seperti itu, dan lagi lagi Anatasya memilih diam. Ditengah perjalanan pulang Anatasya memilih jalan memotong melewati pinggiran sungai. Tiba tiba langkkah nya terhenti saat melihat Air sungai yang berwarna hitam, Anatasya mendekat dan mencium bau yang sangat menyengat


" kau bisa menghancurkan aku namun sesungguhnya kau Telah menghancurkan dirimu, jiwamu, dan jiwa setelah mu. Dan riak airpun tak lagi tetawa, hilang tenggelam bersama lautan kehancuran. "


Anatasya segera tersadar dalam lamunannya dan segera melanjutkan perjalanan, Air sungai ini berasal dari pegunungan di dekat desa Nya dan mengalir menuju perkotaan tapi sekarang separuh sungai sudah menghitam karna limbah dan sampah, Awan di langit sudah semakin gelap, Sepertinya hujan akan turun... Anatasya berlari berharap tidak akan kehujanan, sesampainya di ujung jalan dari kejauhan dia melihat pohon tanjung di bukit belakang rumah nya, Dia segera mempercepat langkah menuju bukit di seberang sungai.

__ADS_1


__ADS_2