
" Aku adalah dirimu dimana sakitmu adalah sakitku dukamu adalah dukaku, dan ucapkanlah mantra itu dengan terbalik agar kau bisa mengerti "
Lagi lagi suara itu datang tepat ketika Anatasya berdiri di depan gerbang sekolah yang masih terkunci
" Buru buru amat na, padahal sekalian aja tidur di sekolah biar gak kesiangan "
Celetuk Alisya, yang diiringi suara gelak tawa teman temannya
" Minggir Anak Anak bapak mau buka gerbangnya "
Suara Bpak Penjaga sekolah yang kemudian membuka pintu gerbang lalu membuka satu persatu kunci pintu setiap kelas, Segera semua murid berlarian masuk ke dalam kelas masing masing. Tidak lama kemudian terdengar teriakan dari semua arah di sekolah Anatasya yang masih berdiri di depan gerbang hanya memegang tali ranselnya dengan erat dalam hatinya ia berharap tidak ada sesuatu yang buruk yang terjadi, setelah itu semua murid berhamburan keluar kelas terlihat banyak dari mereka yang menangis ada pula yang digotong temannya karna pingsan sebagian besar terlihat wajah mereka cemas dan ketakutan. Para guru dan masyarakat kemudian berdatangan sementara Anatasya berjalan pelan menuju ruang kelasnya melewati para murid yang terdengar sangat berisik sampai sampai ucapan mereka hampir tidak terdengar karna riuhnya suasana hari itu. Anatasya membuka pintu kelasnya lebar lebar dan betapa terkejutnya ia ketika melihat apa yang ia takutkan terjadi, buku buku yang sudah tercabik berceceran disetiap sudut dan kursi serta meja yang berhamburan dan kebanyakan sudah terbelah, Anatasya merasa sangat sedih dengan apa yang sudah terjadi ia terduduk di lantai
" Anatasya! Ana berdiri ayo kita tidak tahu binatang apa yang menghancurkan seisi sekolah, bangun dan pergi dari sini "
Ucap pak Heru sambil membangunkan Anatasya lalu menuntunnya ke lapangan
" Anak anak tetap tenang Bapak sudah menelepon Kepala sekolah biar kami yang mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan sementara ini kalian akan belajar di rumah. Untuk selanjutnya para Pengajar akan rapat, dan hasilnya akan di tuliskan dalam lembaran surat laporan yang akan diberikan ke setiap murid, untuk hari ini silahkan bubar dan kembali ke Rumah masing masing "
__ADS_1
Ucap pak Heru mewakili seluruh guru yang ada, suasana kembali riuh semua murid kembali pulang dengan menebak nebak apa yang sebenarnya terjadi
" Ayo Anak Anak yang ke kampung tanjung bapak antar duluan, yang lainnya yang mau bapak antar tunggu dulu "
Ucap Bapak penjaga sekolah yang membawa mobil bak terbuka, Anatasya dan kawan kawannya pun segera naik ke atas mobil bak terbuka sepanjang perjalanan teamn teman Anatasya terus saja membicarakan apa yang mereka lihat di sekolah
" Aku fikir binatang yang tempo hari tu ngacak ngacak kebun dia masuk sekolah juga "
Ucap salasatu teman Anatasya yang berna Rengga
" Atau mungkin ada orang yang ingin sekolah kita tutup, tapi kalau sekolah tutup kita enak dong pindah sekolah ke kota "
" Siapa juga yang mau pindah ke kota dan mengosongkan desa "
Ucapan Anatasya membuat semua teman temannya beralih memandangnya dengan sinis
" Ey nona Anatasya, kalau mau tinggal seorangseorang saja di kampung silahkan memanggnya apa yang salah dengan kota? "
__ADS_1
Ucap temannya yang lain
" Tidak ada yang salah, yang salah hanya saya!. Saya hanya ingin mempertahankan keasrian dan hijaunya Desa "
Merekapun terdiam mendengar jawaban Anatasya. Setelah sampai orang orang mulai bertanya ada apa? dan kenapa? sementara teman teman Anatasya menjelaskan apa yang terjadi kepada orang orang, Anatasya langsung berjalan pulang ke arah Rumannya
" Nana! kok pulang lagi kamu sakit? "
Tanya ibu Anatasya yang sedari tadi masih duduk di teras rumah
" Ummm.... ibu tanya saja sama orang orang Nana mau ke bukit dulu "
Anatasyapun pergi untuk berganti pakaian, setelah beberapa saat kemudian ia kembali keluar dan melihat ibunya sedang mengobrol di kebun tidak jauh dari Rumahnya, segera ia berjalan menuju bukit dengan membawa buku gambar dan beberapa alat tulis
" Anaaaaa!!! jangan lama lama! "
Terdengar suara ibu Anatasya dari kejauhan, nampaknya orang orang termasuk ibu Anatasya mulai khawatir dengan apa yang terjadi mungkin mereka menerka nerka binatang buas atau semacamnya pelaku semua kerusakan yang terjadi, karna itu ibu Anatasya pun tidak berani pergi ke kebun sendiri. Sesampainya di bukit Tanjung terlihat ibu Anatasya memperhatikannya dari kejauhan nampaknya Ibunya benar benar khawatir dengan apa yang sudah terjadi kemudian terlihat Ibunya Masuk ke dalam rumah. Anatasya mulai duduk dan bersandar dibawah rindangnya pohon tanjung dia mengingat ingat apa yang dialamainya tadi malam " Seandainya pintu itu kembali, Aku berjanji untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi. Aku berjanji tidak akan kembali sampai Aku mengetahui jawaban dari kejadian yang terjadi " ucap Anatasya pelan, ia kemudian mulai menggambar makhluk hitam itu, Makhluk yang sudah merusak semuanya dia ingat betul matanya yang merah tajam, setelah gambar itu selesai Anatasya mulai menggambar tempatnya berada. Yaitu diantara dunia terang dan gelap dibawahnya terdapat sungai yang berisikan ikan ikan yang menyeramkan Anatasya menggambar setiap yagng ia lihat di dunia mirate Dunia dibalik cahaya
__ADS_1
" Anaaaaa! "
Terdengar ibu Anatasya berteriak memanggilnya, di iringi suara petir tidak terasa sudah berjamjam lamanya Anatasya berada di bukit dan hari sudah semakin siang sementara cuaca sepertinya akan kembali hujan. Segera Anatasya membereskan buku dan alat tulisnya dan dengan cepat berlari menuju Rumahnya