Dunia Diluar Logika

Dunia Diluar Logika
Episode 10 Kelucuan Tio


__ADS_3

Episode sebelumnya


Tiba-tiba ...


" Bang. " Panggil seseorang


Mereka berempat menoleh dan melihat, ternyata yang memanggil adalah Lexa yang datang bersama Tio dalam gendongannya.


" Lexa ? Tio udah ketemu ? Ketemu dimana ?" Tanya Allen sambil mengambil alih Tio dari gendongan Lexa


.


.


.


.


" Tadi gue nyari di sekitar tempat istirahat anak-anak, tapi gak ketemu. Terus gue liat, pintu belakang kebuka, terus gue keluar deh. Gue liat Tio jalan menuju ke halaman depan. Gue juga kaget. Terus gue cepet cepet lari terus gendong Tio masuk ke rumah lagi lewat pintu belakang. Untung gue cepet dan tepat waktu, kalo enggak, terlambat selangkah aja, pasti Tio di liat oleh para zombie di luar gerbang sana." Terang Lexa sambil bernafas lega


" Hufft, untung aja lu tepat waktu xa. Kalo enggak, mungkin para zombie itu akan semakin menggila dan ganas saat melihat tio. Kalian tau sendiri kan kalo para zombie lebih aktif dan ganas saat di malam hari." Ucap Rian


" Iya bang, kita berdua minta maaf karena lalai jagain anak-anak sampai - sampai bisa kecolongan kayak gini." Sesal Lexa dan Aurel


" Hufft, Abang pengen marah sama kalian karena lalai saat jagain anak-anak, tapi Abang juga gak bisa marah ke kalian berdua, Abang ngertiin kalo kalian pasti juga capek dengan perubahan sekarang, kalian pasti juga capek jagain anak-anak. Untuk kali ini, Abang maafin dan maklumi kalian berdua, tapi untuk berikut nya. Jangan sampai kecolongan lagi. " Nasehat Allen


" Untuk antisipasi biar gak kecolongan lagi, sebaiknya kita kunci aja seluruh pintu dan jendela, buat jaga-jaga. Dan kalo kalian berdua lagi jagain anak - anak, sebaiknya kunci pintu kamar dari dalam. Setelahnya simpan kunci di tempat yang aman, biar gak di mainin sama anak-anak." Tambah Allen

__ADS_1


" Tapi nanti kalo kalian pengen ngecek keadaan ruang istirahat gimana cara kalian masuk ? " Tanya Aurel


" Itu gampang, kan setiap ruangan di rumah panti ada kunci utama dan kunci cadangannya. Jadi nanti kita bisa masuk pakai kunci cadangan." Ucap Allan


" Oiya ya. Oke deh bang, sekali lagi kita minta maaf ya bang." Ucap Aurel


" Iya, gak papa, yang penting jangan di ulangi lagi." Ucap Allan



Setelah nya, mereka diperlihatkan Tio yang sedang bermain main dengan kancing baju Allan. Sungguh lucu, apalagi dengan matanya yang bulat berair itu.


" Tio, bang Len mau tanya boleh nggak ? Tio kenapa pergi keluar rumah tadi ? Hem ? " Tanya Allen lembut


" Umm? Io penen cali tak Eca ( kak Lexa ) cama pang Lan ( bang Lan ). Io aus, penen inum cucu, adi (jadi) io Cali tak Eca cama pang Lan. " Ucap Tio


" Loh ? Bukannya kak Lexa ada di kamar ? Memangnya Tio nggak ketemu kak Lexa ?" Tanya Allan


" Lain kali jangan langsung keluar ya, cari dulu di kamar ada kakak atau Abang enggak, kalau enggak ketemu, Tio pergi ke ruang depan tv aja ya. Jangan keluar rumah, oke baby ?." Nasehat Lexa


" Ote." Jawab Tio


" Pintar." Puji Lexa sambil mengelus kepala Tio


" Pang Lan, io au inum cucu." Ucap Tio


" Oke, kita ke dapur yok." Ajak Allan sambil berjalan menggendong Tio

__ADS_1


" Ayok." Jawab Tio semangat


Di Dapur ...


" Kita sampai, HAP. Nah, Tio duduk anteng disini dulu ya. Bang Lan mau bikin cucu buat Tio dulu." Ucap Allan sambil meletakkan Tio di meja dekat dengan dia membuat susu untuk Tio


" Iyah." Jawab Tio


" Tio mau cucu rasa apa ? Hum ? " Tanya Allan


" Io au laca cokat ( coklat ). Io cuka laca cokat." Jawab Tio sambil berbinar senang


" Oke siap, pesanan akan segera datang." Balas Allan


Allan pun segera membuat susu coklat yang di ingin kan Tio.


" Emmm, nis ( manis ), cokat nis ( coklat manis ). " Ucap Tio sambil mencomoti


bubuk susu coklat di kaleng susu.


" Tio, jangan di comot ya, nanti tangan sama bajunya kotor." Ucap Allan saat tau Tio sedang mencomoti bubuk susu.


" Emm, Pang Lan ( bang Lan ), cokat, nis ( coklat, manis )." Ucap Tio lucu


' Aduh Tio, dek, kamu kok lucu, jadi gak tega buat marahin kamu." Batin Allan


" Iya iya manis, udah ya, jangan lagi, nih, cucunya udah jadi. Sekarang kita tidur yuk." Ucap Allan sambil mengambil kaleng susu dan memberikan botol susu kepada Tio.

__ADS_1



Setelahnya Allan menggendong Tio dan pergi ke kamar tempat istirahat anak- anak untuk menidurkannya.


__ADS_2