
Episode sebelumnya
" Tapi, dalam ramalan tadi juga di katakan ' Tak peduli apapun itu, segala hal di luar logika akan menanti' kalimat tak peduli apapun itu berarti artinya masih ada bahaya lain lagi ? " Tanya Allen
DEG
" Oiya, gue baru nyadar kata itu" kata Aurel
" Kemungkinan besar .... memang masih ada bahaya yang lain selain para zombie itu." Ucap Allan semakin lirih
.
.
.
" Terus, gimana kita bisa bertahan ? Gimana sama anak anak yang lainnya ? Mereka masih kecil, mereka juga belum tau masalah perubahan ini. Mental mereka masih lemah, kalau mereka gak kuat nerima perubahan ini, kondisi mereka akan down." Terang Aurel
" Iya juga ya, gue juga bingung mau ngejelasin gimana sama mereka." Ucap Rian bingung
" Nanti kita jelasin aja ke mereka pelan-pelan. Yang penting nanti jangan ada yang berisik, kalo misal ada yang nangis, langsung di tenangin sama di tutup mulut nya. Takutnya malah para zombie tambah mengamuk atau bahaya lain bakal mendekat." Tegas Allen
" Tapi bang, apa gak keterlaluan sampai menutup mulut mereka ? " Tanya Allan
__ADS_1
" Gue juga gak tega, dek. Tapi mau gak mau kita harus lakuin. Ini juga demi kebaikan kita bersama." Ucap Allen
" Sekarang, kumpulin semuanya di ruangan dekat dapur di belakang. Ruangan itu lumayan luas dan posisinya agak jauh dari gerbang. Jadi mungkin bisa sedikit lebih aman." Tambah Allen
Ruang belakang dekat dapur
" Kak, kenapa kita di kumpulin di sini ? Raya masih antuk." Ucap Raya sambil mengusap-usap matanya
" Iya kak, io uga acih antuk." Ucap Tio, anak laki-laki berusia 3 tahun.
"Sabar ya sayang, kakak ada pengumuman yang harus di kasih ke kalian semua." Ucap Allan sambil menggendong Tio
" Ekhem, kak Allen akan memberitahu kalian sesuatu, tapi kalian harus janji sama kakak, jangan panik, jangan takut, jangan teriak dan jangan menangis keras, mengerti ? " Ucap Allen
" Iya, kami janji, tapi memang kenapa kak " Tanya seorang anak diangguki yang lainnya.
" Ma- maksudnya gimana kak ? Bukankah biasanya kita boleh keluar buat main ? Kenapa sekarang tidak boleh ? " Tanya anak berusia 10 tahun
" Hufftt, Allan, Lo aja yang ngejelasin ke mereka. Gue gak kuat buat ngasih tau mereka." Ucap Allen sambil memalingkan wajahnya
" Anak-anak, kalian tau zombie ? Yang biasanya kalian lihat di film dan animasi di televisi kan ?" Tanya Allan
" Tau kak, tapi apa hubungannya dengan film ?" Tanya anak tadi
__ADS_1
" Seperti itulah keadaan kita sekarang. Di luar sana sudah ada banyak zombie yang berkeliaran. Bahkan .... Di depan gerbang rumah panti juga ada banyak. Maka dari itu, kakak harap kalian jangan pernah keluar ke halaman depan lagi ya." Jelas Allan
" Kakak bohong kan ? Zombie itu nggak nyata, kakak cuma mau nakutin kita kan ? " Bantah anak yang lain
" Shuuttt, jangan keras-keras, kalian sudah janji kan tadi untuk menurut pada kak Allen dan yang lainnya. Kakak mengatakan yang sebenarnya. Maka dari itu, jangan pernah pergi ke halaman depan rumah panti." Kata Allan
" Hiks ... Hiks, Aku gak bakal mati kan kak ? Hiks ... Aku masih mau hidup kak." Kata anak berusia 10 tahun tadi
" Hiks ... Kita juga kak." Kata anak yang lain sambil menangis
" Shuuttt, udah jangan nangis dong, kalian gak akan mati kok, kita bakal terus bersama. Kakak kakak bakal ngelindungi kalian." Bujuk tenang Aurel
Setelah suasana menjadi terkendali lagi, Lexa segera mengatakan sesuatu yang mengejutkan para sahabat nya.
" Anak-anak, kalian akan kami ajari bagaimana cara bertahan hidup dan menggunakan senjata untuk berjaga-jaga agar kalian dapat melindungi diri kalian ketika kami sedang tidak berada di sisi kalian." Ucap Lexa tiba-tiba
" Dek, Lo serius ngomong gitu ? " Tanya Aurel tak percaya
" Xa, jangan gila. Mereka masih kecil, xa." Ucap Rian
" Senjata bukan mainan yang bisa seenaknya dimainin, dek." Tegas Allen
" Terus mau gimana lagi bang ? Keadaan sekarang udah berbeda dari sebelumnya. Begitu juga hari hari selanjutnya, mungkin akan tetap seperti ini atau juga bisa lebih berbahaya dari hari ini. Kita gak bisa selalu ada di samping anak-anak. Kita berlima gak akan bisa ngelindungi 11 anak sekaligus. Kalo mereka kita ajari cara menggunakan senjata dan cara bertahan hidup, seenggaknya itu bisa menjadi pegangan mereka dan bisa sedikit mengurangi rasa khawatir kita." Terang Lexa
__ADS_1
" Tapi Lex, mereka masih kecil." Bujuk Allan
" Bang Lan, Lexa tau mereka masih kecil, bahkan masih ada Tio yang paling muda di antara semuanya. Tapi kita gak akan mengajari mereka semua sekaligus. Untuk saat ini, kita ajari mereka untuk anak yang berusia 10 - 13 tahun dulu. Karena mereka pasti bisa lebih mudah memahami apa yang kita ajarkan. Mereka juga bisa membantu kita melindungi anak anak yang lainnya." Terang Lexa