
"Hari menjelang malam, harusnya sunyi dan menenangkan. Tapi berbanding terbalik dengan sekarang. Walaupun sunyi, tapi entah kenapa suasananya terasa mencengkram." Ungkap Lexa
" Suhunya juga sedikit lebih dingin. Padahal baru jam 7 malam. Udaranya juga sedikit berat." Ucap Aurel
" Iya juga. Ini aneh ... Nggak biasanya kayak gini. Firasat gue, kayaknya hari esok udah gak akan sama lagi kayak kemarin maupun yang dulu. Gue khawatir sama anak-anak lainnya. " Jawab Rian sambil menerawang jauh, lalu menatap anak-anak yang tertidur
" Maksud Lo apa ? Jangan ngelantur deh kalo ngomong. Mending Lo tidur sekarang, keknya Lo kecapean." Balas Allan
" Gue nggak ngelantur, bang, gue masih sadar seratus persen. Gue juga gak tau kenapa, tapi pikiran dan logika gue ngomong gitu." Bantah Rian
" Shuuttt, udah diem, gak usah debat. Tapi jujur, Abang juga ngerasain yang sama kayak yang di rasain Rian. Abang ngerasa, hari esok dan seterusnya gak bakalan sama lagi kayak hari hari biasanya. Lexa, Aurel, Rian, lebih baik kalian tidur sekarang. Bang Allen sama bang Allan bakalan jaga malam. Abang masih khawatir takut ada apa-apa nanti." Tegas Allen
" Tapi bang, nanti Abang kecapean." Khawatir Lexa
" Gak akan. Sekarang kalian tidur. Biar bang Lan sama bang Len yang jaga." jawab Allan
Esok hari .....
Tok tok tok tok tok tok
Bruk tok tok bruk
__ADS_1
Suara aneh dari gesekan pintu gerbang terdengar. Bagaimana tidak aneh, bagaimana mungkin ada orang yang berkunjung dan bertamu ke rumah panti asuhan yang kecil dan terpelosok. Kalau pun ada donatur yang mau ngasih donasi, mereka biasanya memberi kabar terlebih dahulu.
Karena kebisingan tersebut membuat Lexa terganggu dalam tidur nya. Jangan salah, walaupun begitu, Lexa memiliki pendengaran yang lebih tajam dari yang lain. Walaupun para sahabat nya juga memilikinya, tetapi tak setajam Lexa.
Lexa POV
" Ada apa sihh!!! Ganggu orang tidur aja. Minimal ngucap salam kek, apa kek. Hooaamm." Gumam Lexa
" Cek dulu lah, kasian nanti anak anak ke ganggu." Batinnya
Sesampainya di dekat jendela, ia segera mengintip untuk melihat apa yang terjadi. Ia heran, mengapa terdapat banyak orang di depan gerbang. Bahkan penampilan mereka tampak berantakan dan kotor. Gerakan mereka juga tampak aneh.
" Mengapa sikap mereka terlihat begitu aneh ? Cara berjalannya juga kaku. Gue harus lapor ke bang Allen." Gumam Lexa
Merasa janggal, Lexa segera berlari dan membangunkan Allen.
" Bang, bang Len, bangun bang!! Bang Allen" Panggil Lexa
" Duh gimana nih, bang Allen gak mau bangun lagi. Bangunin yang lain aja deh. Bang Lan, bang bangun bang, Kak Ian, kak Aurel, bangunnn!! " Panggil Lexa sedikit keras
" Kenapa sih Lex, gue masih ngantuk nih, baru tidur tadi jam 5." Sahut Allan
__ADS_1
" Berisik Lex, nanti anak anak keganggu" Erang Aurel
" Hemm." Gumam Rian
" Bangun dulu, ada yang mau gue tunjukkin ke kalian. Didepan ada banyak orang, tapi mereka kelihatan aneh. Jalan mereka juga kaku " Kata Lexa
" Lo salah liat Kalik." Kata Rian
" Gue gak mungkin salah liat. Bang Len, bangun bang. " Gugah Lexa
" Hmm, kenapa dek ? " Kata Allen sambil bangun untuk duduk
" Bang, diluar ada banyak orang, mereka berantakan, bajunya kotor dan ada bercak merah darah, cara jalan mereka juga kaku" Tutur Lexa
Mendengar jawaban yang diberikan Lexa, membuat yang lain ikut terbangun dan juga terkejut. Bahkan Allen yang masih menutup mata pun seketika matanya terbuka lebar.
" Jangan bercanda dek, gak lucu, mungkin kamu salah liat kalik." Tutur Allen
" Iya Lex, mungkin kamu salah liat " sahut Aurel
" Enggak bang, aku gak salah liat." Bantah Lexa
__ADS_1
" Oke, ayo kita cek buat ngebuktiin kebenaran nya" Putus Allen
Mereka pun beranjak dari tempat tidur dan pergi ke arah jendela. Saat gorden di singkap, betapa terkejutnya mereka melihat apa yang ada di depan mata mereka. Ternyata apa yang dikatakan Lexa benar adanya.