
terdengar nyanyian lembut nan indah yang keluar dari mulut seorang wanita yang berada di atas panggung pentas
suara nyanyian yang begitu lembut seakan membuat semua orang terhipnotis dengan nyanyian indah nya
hingga akhir wanita itu bernyanyi membuat seluruh pendengarnya bertepuk tangan takjub
membuat senyum yang terukir di bibir wanita itu
di belakang panggung
"Marry kau hebat,,,"
seorang wanita berpakaian seksi mendekat memeluk pada seseorang yang disebut namanya
"lepas Ray man,aku memakai gaun yang gerah,,,"
"hehehhehe maaf"
Ray man hanya menyengir cantik ke arah marry
"Suaramu seindah kupu kupu malam Dewi ku"
tiba tiba seorang pria mendekat dan mencium tangan marry
"ekhm,,, bisa enggak jangan mesra disini"
di susul dengan suara perempuan yang terlihat anggun sambil melipat tangan di dadanya
"oy,,,, Kevin marry itu bukan pacarmu,sadar kau itu jomblo"
"aku menjomblo gini buat marry"
"jijik lah"
"berisik,aku mau istirahat"
jawaban singkat meninggal 3 orang yang masih menatap kepergian nya
"tuhkan kamu sih berisik"
"mulut cempreng mu kali Ray man"
"diamlah san wu"
di dalam ruangan istirahat yang berisi meja rias dan ranjang yang cukup besar merebahkan dirinya di ranjang itu
dreet drettt (pesan masuk)
marry melirik hp yang berada di mangkas dan menatap layarnya
("kirimkan uang besok")
isi pesan yang kontaknya bertulisan "mama"
marry menatap terus kelayar hpnya dia meroll keatas pesan yang semuanya berisikan
"kirimkan uangnya esok"
tanpa sadar tetesan air mata terjun dari matanya menurun pada pipi mulusnya
setelah mematikan layar HP nya
dia menatap ke cermin yang berada di depannya,menatap wajahnya lekat tanpa berkedip sekalipun
"ini memang kehidupan mu,jalani saja alurnya"
lama Marry menatap pantulan dirinya
tok tok
"marry apa aku boleh masuk ??"
"hmm masuk saja "
marry bergegas mengusap air matanya dan bersikap seakan akan tak terjadi apa pun
Kevin masuk dengan membawa sebuah susu yang dia bawa menggunakan nampan
"aku bawakan susu untuk mu"
Kevin tersenyum riang pada marry
seketika entah mengapa dia memang selalu melihat senyum Kevin namun kali ini ada rasa berbeda entah mengapa begitu berbeda
"iya,taruh saja di situ"
Kevin menaruh segelas susu itu di mangkas samping ranjang marry
setelah menaruh nya
bukan nya pergi Kevin justru duduk di samping marry
"hey,,, mengapa duduk disini,keluar sana"
"ayolah kita berteman dari SMA"
"apa hubungannya dengan itu ?!"
"apa kau tak ada rasa padaku"
degg
seketika jantung marry berdetak kencang,mulutnya serasa berat untuk menjawab dia lebih memilih untuk membuang mukanya kearah lain
"emm jadi begitu ya"
__ADS_1
Kevin berdiri dan melangkah ke pintu kamar sambil memeluk nampan di dadanya
marry yang sudah merasa Kevin sudah tidak ada di kamarnya menatap keluar pintu
"apa apaan dia ?!!,belum ku jawab malah pergi"
marry menatap pada susu yang di bawa oleh Kevin
dan hanya dengan menatap saja dia langsung meninggalkan ruang istirahat nya
"yoww,inikah artis yang sok bersuara emas itu ?"
baru keluar dari ruangan nya dia langsung di sambut dengan lalat yang sungguh mengganggu dirinya
"pergilah aku hanya berbicara pada manusia"
marry pergi melewati wanita yang sungguh mengganggu
"sombong sekali ya ??,suara emas saja belagu"
marry seketika berhenti melangkah dan menatap malas pada lawan bicaranya
"dari pada kau ?? banyak bicara juga,,,,,lebih baik kau kasih minyak suaramu agar tidak berkarat adik "
marry langsung meninggalkan Milan yang merupakan adik tiri dari ayah tirinya yang menyebabkan perubahan pada sifat mama nya
"ctkkk,tunggu saja marry kau hanya air hujan yang di tampung oleh awan agar dapat terjatuh ke bumi"
setelah penampilan terakhir nya marry langsung pulang menggunakan mobil sport yang di kendarai oleh supirnya
sampai di istananya yang begitu megah
marry langsung menaiki lift menuju kamarnya yang berada dilantai 5
sesampainya di sana marry langsung menyerbu air dingin untuk merilekskan diri
sekitar 5 menitan marry keluar menggunakan piyama mandi berwarna putih polos yang membuat kulit putihnya semakin tampak terlihat cerah
duduk di depan kolam renang yang bertabur mawar sambil membawa bir yang tadi dibawakan oleh seorang pelayan
duduk disana sambil menatap langit langit malam yang penuh dengan bintang
"lihatlah kalian begitu abadi dan terang,namun suatu saat kalian akan terjatuh dan tak dapat ditemukan"
marry terus menatap langit hingga HP nya berdering
"hallo"
"hello marry,,,,"
"Ray Man ada apa kenapa suaramu begitu lelah ??"
"maryy,,kevin,,,Kevin,,,KEVIN KECELAKAAN"
"iya, sekarang Kevin sedang didalam"
"di RS mana ?!!"
"RS xxx"
"aku kesana"
marry langsung memutuskan panggilan telepon dan pergi menggunakan mobil sport merahnya sendiri dengan kecepatan tinggi
sesampainya disana terlihat san wu dan Ray man sedang terduduk dengan wajah cemas
bahkan keringat mereka bercucuran begitu banyak
"dimana Kevin ?!!"
marry langsung menanyakan keadaan Kevin pada Ray man
"sedang didalam, mendapatkan pertolongan pertama"
marry semakin panik karena jarak antara rumah sakit xxx begitu jauh dengan rumahnya dan membutuhkan waktu 1 jam seharusnya Kevin sudah dapat dilihat
marry berjalan mondar mandir tanpa henti sambil menggigit jarinya panik
kreat,,,,
pintu terbuka menampakkan seorang dokter dengan pakaian putih yang terlihat tenang walau keringat nya begitu banyak pada pelipis nya
"disini dimana keluarga nya ??"
marry dan Ray Man menatap satu sama lain dan baru saja marry membuka mulutnya
"saya !,saya pacarnya bagaimana keadaan nya dok?"
"pasien Kevin Anggara sudah dapat di jenguk namun pasien masih tertidur diharap jangan membuat kegaduhan"
"baik baik dok,owhh syukur lah"
san wan tampak beruraian air mata menandakan dia senang dan langsung masuk kedalam setelah dokter itu pergi
marry menatap kosong pada depannya
'saya ! saya pacarnya'
kata kata itu terus berputar pada kepalanya
"apakah benar ??"
"hey,,ayo masuk"
Ray man menepuk pundak marry yang membuat lamunannya memudar seketika
__ADS_1
"hmm"
marry Hanya membalas dengan anggukan dan senyum
memasuki ruangan terlihat san wu yang memegang tangan Kevin begitu erat seakan-akan tak ingin kehilangan nya
Ray man dan marry mendekat dan berhenti disamping ranjang Rumah sakit xxx
Ray man terus menatap pada Kevin yang masih belum membuka matanya
sedangkan Marry terus menatap pada wajah san wu dan perlahan lahan pandangan nya menurun pada tangan yang san wu terus saja ia genggam
"kenapa kau seperti ini....?"
san wu bertanya pada mata yang masih saja tertutup
"siapa yang menggangu fikiranmu....?"
san wu mencium tangan Kevin
yang mengakibatkan sebuahsayatan luka pada hati marry yang entah kenapa terasa begitu sangat sakit
"em,,,karena Kevin sudah tidak apa apa,aku pulang dulu,ada urusan yang harus ku lakukan" Merry tersenyum manis pada san wu sebelum pergi melangkah meninggalkan kamar dengan dada yang begitu sesak
keesokan harinya
dreet drettt (pesan masuk)
keesokan harinya terlihat marry yang tertidur di atas meja panjang yang biasanya dia gunakan untuk pesta minum sedikit demi sedikit membuka kelopak mata yang begitu cantik
berjalan meninggalkan meja yang berisi banyak botol berukuran besar sudah kosong karena diminum oleh seorang wanita yang baru bangun ini
marry mengambil Hp nya dan menatap isi pesannya
(Ray Man)
"Marry ayo jenguk kevin,jangan lupa baca bekal buat pacarmu ya ><"
Marry kembali menatap pesan dengan tatapan kosong dan beberapa detik kemudian senyum mulai terukir di wajahnya
Dangan agak sempoyongan karena efek minum dia berjalan ke arah kamar mandi untuk membersihkan dirinya dari bau alkohol yang begitu menyengat
selesai membersihkan dirinya marry yang biasanya dimasakan oleh koki dirumahnya ini, malah menyuruh koki untuk dia saja yang turun tangan untuk memasak
"selesai"
skip rumah sakit xxx
marry turun dari mobil sport sambil membawa sebuah tas yang berisi bekal dengan senyum yang terukir diwajahnya
baru saja memasuki ruangan Kevin
"Hall......o"
"ayo buka mulut mu lagi "
"aaa...."
pemandangan yang tak sesuai ekspektasi lagi lagi meninggalkan luka
terlihat san wu sedang menyuapi Kevin yang suapannya di sambut baik oleh Kevin
"oh,,hallo marry"
san wu tersenyum ramah pada marry seolah tak terjadi sesuatu,Kevin juga hanya menatap dengan wajah biasanya dan senyum yang biasanya
"pagi marry"
Kevin juga menyapanya dengan biasa
"pagi"
marry hanya bisa menjawab dengan senyum yang terpaksa
"ayo makan lagi"
san wu menyodorkan sebuah makanan yang berada di sendok ke mulut Kevin
"owh iya marry, bukannya kau ada morning show pagi ini ??"
"akh,akh iya aku kesini..."
"apa itu yang ada ditas kecil di tangan mu ?"
"ini..... ini makanan yang disuruh oleh Ran Man untuk diberikan padanya"
san wu terus bertanya pada marry,baru saja disebut namanya Ran man langsung muncul dari belakang tubuh marry
"hallo.... ada yang memanggil ku kah ??"
"ini makanan mu,aku pergi dulu"
marry langsung memberikan kotak bekal yang seharusnya untuk orang yang sudah dimiliki orang lain
berjalan menjauh meninggalkan wajah heran pada Ran man Dan beberapa saat kemudian dia faham kenapa marry bersikap begitu
dilorong rumah sakit dia terus meremas dadanya,sakit didadanya serasa lebih sakit dari malam itu
karena tak menatap jalan lurus kedepan melainkan menunduk sambil meremas baju nya tak sengaja dia menabrak seseorang
brughkkk
"aw,,,,,"
__ADS_1