
***hihihi rasakan marry, kau akan hancur sebentar lagi"
tiba tiba
Brak........
pintu terbuka dengan keras
menampilkan seorang pria yang dia pesan untuk kakaknya tersayang
namun kenapa dia malah kesini ??
inikan toilet wanita
Milan mendekat pada pria itu dan***........
_____________________________________________
milan mendekat pada pria itu
"heyy kau salah masuk ruangan faham ?!"
pria itu melirik kearah Milan dan dengan sekejap pria itu membuat Milan berada di depan cermin membelakangi pria itu
"hey hey !!!! mau apa kau !!!...aku bukan marry"
pria yang sebenarnya suruhan Milan untuk mencabuli marry tiba tiba saja menjadi gila
pria itu mengangkat gaun panjang milik Milan sambil mengelus elus setiap inci sentuhan pria suruhannya sendiri
Milan yang awalnya memberontak menjadi terbuai dengan sentuhan itu
Milan mulai menerima sedikit demi sedikit sentuhan pria itu
" apa kau siap ??"
bisikan pria dengan nada yang seksual membuat telinga Milan memerah
namun tiba tiba
"nona Milan nyonya mencari.........."
tiba tiba seorang pelayan Anita masuk tanpa aba aba menatap pemandangan yang tak pantas baginya sambil diikuti oleh banyak orang
"aaaa !!!"
pelayan itu berteriak membuat semakin banyak tamu mendekat kearah sumber suara yaitu kamar mandi
"apa yang kau lakukan !!!!"
Milan mendorong panik pria suruhannya itu kebelakang hingga terjatuh dan menatap pada seluruh orang yang melihat pemandangan tadi cemas
berharap mereka tak salah kira
namun sayang manusia akan lebih percaya pada matanya sendiri
bukannya meluruskan kejadian ini
tamu langsung menangkap beberapa gambar untuk di ulas dan menjadi kan bahan gosip
"ini tidak seperti yang kalian kira !!!,berhenti memfoto"
Milan menyilangkan tangan pada wajahnya agar tak terpotret oleh kamera ponsel
namun kamera ponsel masih tak diam untuk menampakkan sinar lensa nya
"sungguh membuat malu keluarga"
"bukannya tadi nyonya baru membicarakan kebaikannya??,owhh ini toh kebaikan nya"
" sungguh perempuan yang menjijikan"
di tengah pergosipan antara tamu tamu wanita yang tentu membuat telinga Milan panas dan marah melirik ke arah kerumunan orang yang matanya langsung menatap tajam pada suatu objek
tampak marry yang begitu santai sambil membawa anggur di tangan nya
seakan akan tak terjadi apapun di depannya
marry malah dengan santainya menatap Milan tanpa ekspresi yang sesaat kemudian mengeluarkan seringai tajam nya
__ADS_1
"marry !!!! awas saja kau !!!!,kalau aku hancur kau juga harus hancur !!!"
"kakak tolong aku apa kau begitu kejam padaku ?!!"
Milan mulai mengeluarkan aktingnya
air mata yang mengalir di wajah Milan mengeluarkan aura memelas dari drinya
"apa putri film sekejam itu pada adiknya ??"
"walau bukan kandung,apa dia tak memiliki hati"
bisikan mulai tertuju pada marry
membuat Milan mengeluarkan seringai di sela sela aktingnya
'hmmm tak cukup ya ??'
marry membalas seringai pada Milan dengan tatapan sadisnya
"tapi maaf Milan , sekejamnya diriku, salah tetap lah salah"
marry menatap Milan dengan ekspresi sedih tak berdaya yang membuat Milan mulai terdiam
"benar juga,orang yang begitu menjijikan lah yang membantu orang yang salah"
"tapi apa yang dilakukan oleh Milan ??,dia malah ingin menjerumuskan kakaknya kemasalahnya"
"sungguh tak tau malu"
semua orang terus saja menggosipkan milan
saat ditengah tengah pergosipan antar tamu
tiba tiba seorang pria berjas hitam besar dan terlihat kuat memotong jalan untuk seseorang yang tak lain dan tak bukan adalah mamanya
mama berjalan di awali dengan para bodyguard besar sambil menggandeng frend berjalan dengan angkuhnya
terlihat tatapan memelas pada wajah mama yang dulu begitu mencintainya
sekarang sedang berjongkok menyamakan tinggi nya dengan tinggi Milan yang tangannya masih menutup wajahnya
"Pergi !!! bubarkan kerumunan !!,pesta berhenti disini !!!"
kini hanya tersisa frend mama marry dan Milan
Milan terus menangis sesenggukan untuk memperkuat tipu daya nya dan itu tentu saja berhasil pada mama
"hiksss hiksss"
"sudah sudah"
mama mengelus halus pada Penggung milan yang sekarang sedang dalam pelukan ibunya
"dasar tak tau malu"
tiba tiba saja frend maju dan menendang tubuh Milan hingga terlentang
dengan sigap ibu memeluk frend agar tidak melakukan hal yang lebih dari itu
"ayah !!!! aku dijebak oleh marry !!!"
Milan berteriak sambil menunjuk kearah marry yang ternyata masih berdiri di tempat yang sama bersama mereka dan menonton film buatan mereka
"aku ??"
marry memasang wajah polos sambil menunjuk dirinya sendiri
"iya !!!!,hiks hiks pria itu tiba tiba masuk dan ingin memperkosa diriku bu,lalu pelayan suruhan Marry tiba tiba saja masuk membuat seakan akan aku melakukan hal kotor hiks hiks"
"marry apa salah adik mu ?"
frend membuka mulut untuk ikut mengintimidasi marry dengan nada yang dimelas melas kan
"adik ?? aku tak memiliki adik sepertinya frend"
marry menunjuk pada Milan yang sedang dalam pelukan ibunya
"justru aku sangat malu karena ada orang asing yang masuk dan membuat pecah belah keluarga ini,dan aku tak melakukan apapun okey ??, permainanmu itu membosankan"
__ADS_1
sambung marry menatap sinis pada freand dan Milan
"cukup !!!!,berhenti tak malu kah kali......."
"bohong !!!!! Milan kau yang memasukan Jordan dalam kamar mandi dan menjebakku !!!"
"Jordan ??"
ibu mulai menatap pada Milan yang langsung membungkam mulutnya sendiri
Milan seketika terdiam kaku
matanya terbelalak akan ucapannya sendiri
"hmmm kena kau"
seringai keluar karena Marry berhasil memancing Milan yang memang pada dasarnya mudah panas
akhirnya menelan racunnya sendiri
"lihat ??,lihat putrimu frend"
marry berbalik dan memegang pundak frend yang juga mengikuti ekspresi putrinya sendiri yang pasti Milan tentunya
"didiklah putrimu dengan baik,agar tidak menjadi sampah dalam keluarga ini"
marry melanjutkan ucapannya dan berjalan meninggalkan mereka semua yaitu frend,Milan dan...... ibunya
Keluar dari pesta yang sudah dikacaukan
marry langsung masuk ke mobilnya dan pergi meninggalkan pesta nya
"terlalu cepat"
marry mengeluarkan seringai sambil melaju pada jalan yang ramai dengan kendaraan
deat... dreat....
saat sedang melaju sebuah notifikasi
berbunyi pada hp milik nya
namun marry tak menghiraukannya bunyi Hp miliknya itu dan hanya melirik pada layarnya saja tak berniat untuk mengambil hp dan memeriksa nya
karena baginya hari ini sudah cukup melelahkan baginya
marry menginjak pedal gas
menambah kecepatan mobil miliknya di jalan beraspal
kring....kring....
"owhh ya ampun !!!!"
marry menjawab panggilan telepon yang dikeluarkan oleh HP miliknya
marry mengambil sebuah earphone dan memasangkan nya pada telinganya
"siapa"
tanya marry dingin pada sang penelpon yang dia sendiri tak tau siapa
mungkin sutradara
"tak ingat kah ??"
suara penelpon membuat marry seketika terdiam
setelah mendengar suaranya dia tau siapa yang menelponnya
"datang dan jemput aku marry"
Tut...Tut...
panggilan telepon terputus menyisakan marry yang masih terdiam
"hallo ??,hallo ?!!!"
marry langsung menancapkan gasnya setelah mengetahui tak ada orang lagi yang bicara di telepon menuju tempat yang orang itu perintahkan
__ADS_1
"apa benar ??"
___________________________________________