Dunia Malam Marry

Dunia Malam Marry
chapter 4 permainan yang menyenangkan


__ADS_3

***dert,,,dret,,,


namun lamunan marry hancur saat sebuah nontifikasi masuk pada Hendpons nya menampilkan pesan dari kontaknya yang bernama '*kevin'


"Kevin**** ??"


_____________________________________________


...Kevin...


...•••...


...*marry kau dimana ??...


...marry apa kau tak apa apa ??...


...mengapa telfonmu dimatikan??...


...aku ingin melihatmu...


...datanglah ke taman ; )...


...*mengirimkan tempat*...


...°°°*...


marry terus memperhatikan ketikan dari seseorang yang baginya sudah tak penting


marry hanya menanggapi dengan tersenyum sinis kepada pesan tersebut dan memasukkan pada Sakunya tanpa berniat membalas pesan yang berasal dari Kevin


'mau main main ternyata'


marry menginjak pedal gas dan melaju kencang menuju suatu tempat


sesampainya di sebuah taman yang begitu ramai ditambah sinar matahari yang hangat membuat taman dikunjungi,banyak anak anak yang berlari kesana kemari sambil bermain


marry keluar dari mobilnya


mengambil HP miliknya dan memeriksa tempat yang dikirim kan oleh Kevin


baru saja melangkah beberapa meter dari mobilnya sambil menatap layar ponselnya sambil mencari orang yang menghubunginya tadi lewat pesan


"marry !!"


merasa namanya terpanggil


marry menatap pada sumber suara yang ternyata terdapat seseorang sedang melambai padanya


marry hanya menanggapinya dengan tatapan dingin dan memasukan kembali HP nya


"marry,apa kau baik baik saja ?,ada yang terluka ?"


Kevin meneliti setiap inci tubuh marry memastikan tidak ada yang terluka


"apa aku tampak lumpuh,,dan dari mana kau tau ??"


"berasal dari rumah sakit"


"lihatlah, kau bahkan tau aku dirumah sakit tapi kau tak menjenguk ku"


"hmm,apa yang kau inginkan"


"marry apa kau sakit"


Kevin mendekati wajah marry dan menyatukan jidat mereka membuat marry seketika membeku


"lepas ,,!"


marry mendorong sekuat tenaga sehingga hampir membuat Kevin terjatuh ke belakang


"marry........"


"cukup !!!,apa yang kau inginkan ?!?!"


marry memotong kalimat Kevin dengan amarah yang menggebu gebu


terlihat Kevin kaget dan cemas pada marry


sedangkan Marry menatap kearah Kevin dengan jengkel


"ini,,,,"


Kevin menyondorkan sebuket bunga mawar merah


marry yang tak mengerti apa yang dilakukan oleh Kevin menatap ke arah Kevin dengan mata yang bertanya tanya


"aku minta maaf, saat itu tanganku sakit akibat kecelakaan "

__ADS_1


Kevin menatap pada Merry dengan senyum yang tertera di wajahnya


marry yang mendengar penuturan Kevin hanya dapat diam dan beberapa detik kemudian dia menatap malas pada Kevin


"hanya ini ??,,,chih,,,,"


marry langsung pergi meninggalkan Kevin sendiri dengan wajah yang sungguh memelas


kevin terus menatap kepergian marry yang memasuki dan mengendarai mobilnya


'aku berharap lebih darimu kev"


marry bergumam pada dirinya sendiri


dreat,,,dret,,,,


suatu pesan masuk yang kontaknya tertera nama 'mama'


...Mama...


...*datang kerumah...


...hari ini ada perjamuan...


...jangan membuat malu*...


...•••...


marry hanya sekedar melirik dan langsung melemparkan HP nya ke samping kursi pengemudi 'jangan membuat malu'


ketikan itu melayang pada otak marry


" 'membuat malu' ya ?, hmmm"


seringai mulai tercetak pada bibirnya


marry langsung menginjak pedal gas nya untuk pergi 'bermain' dengan yang lainnya


sesampainya marry di rumah freand


marry keluar dengan anggunnya dari mobil sport nya memasuki aula rumah freand yang sekarang menjadi tempat tinggal 'keluarga yang Ba Ha Gi A'


baru memasuki aula rumah


seluruh mata langsung tertuju pada gadis bergaun merah yang tinggi,putih,dan cantik


marry berjalan dengan penuh percaya diri


dilihat dia membawa banyak bodyguard yang berada di belakang nya


"wah,,itu putri film kan ?,namanya siapa itu em.......akh marry "


"iya dia putri kandung dari nyonya Dyan"


marry berjalan mendekati mama yang sedang menatap kehadirannya


"salam mama"


marry membungkuk hormat pada mama


mama hanya mengangguk disegani dengan senyuman 'palsunya '


"wah,,putri film ternyata begitu sopan ya"


"sudah menjadi putri film,sopan sekali pula"


pujian semua orang terhadap Merry membuat salah satu seseorang yang telah memberikan tatapan tidak suka


mendekat pada mama


"hallo kakak marry"


Milan menyapa Merry seolah Milan dan marry memiliki hubungan yang baik


marry menatap bosan pada Milan yang sedang mencari muka di depannya


"kak marry besok aku dan ibu akan pergi berlibur ke Belgia loh,,,,,"


Milan menggandeng manja tangan mama nya


bukan hanya menggandeng Milan juga memanggil nya ibu


marry menatap jijik pada tangan yang menggandeng tangan mama nya


"owh ya ?? "


"iya karena aku kemarin dapat uang dari hasil fesyen show kemarin di Eropa aku mendapat juara 1 di dunia,yakan Bu"

__ADS_1


Milan terus saja menyanjung nyanjung dirinya sendiri agar terpublikasikan kepada seluruh orang yang berada di aula ini


"owhh baguslah itu artinya kau tak seperti dulu"


marry menyeringai pada Milan


"ha ?? apa maksud putri film??"


"owh ya kau pernah dengar tidak,tahun lalu Milan kalah dalam lomba piano loh,lalu lomba menyanyi juga dan lomba fesyen tahun lalu juga dia mencatat rekor kekalahan sebanyak 2 kali dalam setahun loh"


"wah benarkah"


bisik bisik mulai terdengar


tampak Milan yang kaget apa yang Merry sindir pada dirinya


Merry menatap sinis kearah Milan yang juga sedang mengepalkan tangan mungkin menahan amarahnya karena marry mengangkat 'Rumor' ...akh tidak lebih tepatnya kekalahan yang sebenarnya pada tahun lalu


"sudah lah mama Milan aku pergi dulu ya "


marry berjalan menjauh dari kerumunan dan mendekati beberapa tamu untuk sekedar menyapa mereka


'marry tunggu saja kau'


memasuki tengah waktu perjamuan semua orang bersulang dengan senang hati dengan wine


marry yang masih terlihat memegang wine nya dan belum meminum seteguk pun tampak tak ada seorang pun yang dia ajak untuk bersulang


merupakan kesempatan emas bagi Milan


Milan mendekat sambil membawa teman teman yang dia sapa tadi mengikuti nya di belakang sengaja


"kak marry mari bersulang dengan kami"


Milan menyondorkan gelas wine nya meminta agar marry untuk bersulang padanya


namun marry malah menatap dingin kearah lain seakan akan Milan hanyalah sebuah nyamuk yang berisik


"em,,,,kak marry ayo bersulang"


kali ini Milan maju dan memegang tangan marry yang sontak langsung marry lepaskan


marry menatap pada wajah Milan yang terlihat seperti memelas pada marry


karena melas marry pun akhirnya mau bersulang dengan Milan


'hm,,,kena kau'


Milan mengeluarkan sebuah seringai sebelum meneguk wine itu


tampak marry menghabiskan setengah wine tersebut


walau hanya setengah namun Milan tetap saja senang akan itu


"baiklah terimakasih kak marry"


Milan pergi begitu saja meninggalkan marry


'apa ini ?? pusing sekali'


Tampak Milan yang berada di kamar mandi sedang menatap pantulan dirinya dengan senyum yang tampak membanggakan diri sendiri


'milan kau pintar'


Milan memuji dirinya sendiri sambil tersenyum senyum sendiri


sebenarnya wine yang marry minum adalah wine yang sudah dia berikan obat S3nain yaitu obat perangsang dan obat penguat yang akan membuat korbannya tak bisa mengendalikan diri


dan sekarang marry sudah meminumnya


"hihihi rasakan marry, kau akan hancur sebentar lagi"


tiba tiba


Brak........


pintu terbuka dengan keras


menampilkan seorang pria yang dia pesan untuk kakaknya tersayang


namun kenapa dia malah kesini ??


inikan toilet wanita


Milan mendekat pada pria itu dan........


_____________________________________________

__ADS_1


__ADS_2